PROMOSI PRODUK

Kejar Target Jatim Swasembada Susu, Khofifah Dorong Perluasan Peternakan  Sapi Perah

On Friday, December 06, 2019


MALANG (DutaJatim.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengejar target swasembada susu pada tahun 2029  mendatang. Alasan inilah yang mendorong Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus melakukan perluasan budidaya sapi perah di sejumlah wilayah Jawa Timur. 

"Secara nasional kebutuhan susu nasional kita 80% nya masih impor. Termasuk di Jatim juga masim impor sekitar 217 ribu ton. Oleh sebab itu, kita harus memaksimalkan titik-titik yang memungkinkan untuk budidaya sapi perah," ungkap Khofifah usai melakukan kunjungan kerja di PT. Greenfields Indonesia, Malang, Kamis(5/12/2019).

Dalam kunjungan kerja tersebut Gubernur Khofifah didampingi oleh  Bupati Malang Sanusi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Jatim Wahid Wahyudi, serta beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim.

Khofifah memaparkan, untuk mencapai target tersebut sedikitnya dibutuhkan sekitar 30 ribu ekor sapi baru  dengan kapasitas produksi susu perekor minimal  20 liter per hari. Karenanya, jika kebutuhan 30 ribu ekor sapi tersebut bisa terpenuhi, kata dia, maka Jatim akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri bahkan mensupport kebutuhan industri susu di provinsi lain.

"Kita sangat berharap para pengusaha termasuk Greenfields bisa terus berinvestasi dan memperluas peternakan  sapi perah di Jatim. Bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan industri susu  di Jatim tapi juga se Indonesia," tuturnya. 

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim baru saja melakukan misi dagang ke Provinsi Kaltim yang merupakan calon ibukota negara   Indonesia. Lewat misi dagang tersebut diketahui, bahwa sebagian besar kebutuhannya adalah makanan dan minuman termasuk susu di dalamnya. Dimana, hampir 80 persen kebutuhan logistiknya disuplai dari Jatim.

"Kita optimis ketika secara bertahap proses pembangunan  ibukota negara mulai dilaksanakan di Kaltim pasti kebutuhan logistik termasuk makanan dan minuman akan meningkat  tajam kebutuhan suplainya dari Jatim. Tak terkecuali kebutuhan akan susu, dan ini merupakan peluang besar untuk Jatim. Jangan disia-siakan," imbuhnya. 

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut sesuai amanat Presiden Jokowi untuk mengurangi impor dan mendorong ekpsor. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh PT. Greenfields Indonesia yang mampu mengekspor ke beberapa negra di Asean. Diantaranya Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dab Singapura. Bahkan, di Hongkong susu yang diekspor mampu memenuhi kebutuhan hingga 20%.

"Di negeri ini kita masih membutuhkan penguatan untuk mencapai swasembada susu. Karenanya mari kita sama-sama menguatkan ekspor dan mengurangi impor. Untuk itu, kami akan terus mendorong maksimalisasi ekspor bagi semua dunia usaha dunia industri di Jatim," tutup Khofifah.


Selama kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menyempatkan diri untuk melihat seluruh proses produksi susu, mulai dari pembibitan sapi perah unggul, proses pemerahan otomatis tanpa sentuhan tangan, pasteurisasi, serta proses pengemasan otomatis. Peternakan sapi perah Greenfields ini sendiri menerapkan integrated farming yang standarnya setara dengan peternakan sapi perah di negara maju.

Sementara itu, Direktur Diary Farm PT. Greenfields Indonesia Drh. Heru Prabowo mengatakan bahwa Greenfields telah mampu memproduksi susu segar sebanyak 225 ton susu segar per hari. Dengan jumlah sapi mencapai 15 ribu ekor. Serta, setiap harinya setiap sapi mampu memproduksi hingga 34 liter susu segar per hari dan minimal 20 liter per hari.

"Di Greenfields, kami terus-menerus menerapkan kontrol yang sangat ketat untuk memastikan kualitas susu kami. Semua susu putih kami bebas dari zat aditif, pengawet, antibiotik, serta hormon," terang Heru. (gas/hms)



 7 Jam Pimpin Misi Dagang ke Kaltim,   Gubernur Khofifah: Luar Biasa Capai Rp 605 Miliar

On Wednesday, December 04, 2019



BALIKPAPAN (DutaJatim.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan ekspansi misi dagang ke sejumlah provinsi lain. Kali ini  Misi Dagang Jawa Timur di Kalimantan Timur diselenggarakan di Grand Ballroom Mahakam, Swiss Bell Hotel, Balikpapan, Rabu (4/11/2019). 
Tujuan misi dagang yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu untuk membangun penguatan perdagangan antarpulau dan antardaerah di Indonesia.

Sebab, dengan penduduk 267 juta jiwa, Indonesia sesungguhnya merupakan potensi pasar yang sangat besar baik dalam  mendulang investasi dalam negeri maupun menggerakkan sektor UMKM. Misi dagang Jatim ke Kaltim ini merupakan ke-6 atau terakhir di tahun 2019.

Dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak jajarannya, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan  Cipta Karya Jatim, serta Kepala Dinas Bina Marga. Selain itu juga para pengusaha.

Sampai pukul 16.30 WITA nilai transaksi misi dagang ini sebesar Rp 605 miliar. Hal ini di luar ekspektasi Gubernur Jatim, di mana pada awalnya menargetkan nilai transaksi sebesar Rp 500 miliar. Sebelumnya, di tahun 2018, misi dagang Jatim di Kaltim nilai transaksi sebesar Rp 373 miliar.
"Luar biasa sampai pukul 16.30 WITA sudah mencapai Rp 605 miliar. Angka ini bisa semakin bertambah," kata Gubernur Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini, mengatakan, adanya misi dagang para pelaku dunia usaha dan industri  bisa saling berkonsolidasi dan konfirmasi bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan andalan masing masing, khususnya di sektor perdagangan. Dengan adanya misi dagang, lanjutnya, trader dan buyer mengetahui potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan.

Dilihat dari peserta yang mengikuti misi dagang di Kaltim, Khofifah menuturkan, bahwa banyak pengusaha dari Jatim khususnya di bidang konstruksi ikut andil di dalamnya. Sebagai contoh pengusaha semen dan baja. Hal ini menunjukkan banyak pengusaha yang mampu membaca market, khususnya dengan dipilihnya Kaltim sebagai calon  ibukota negara yang baru menggantikan Jakarta.

"Dengan ditentukannya Kaltim sebagai  calon ibukota negara maka kebutuhan logistik akan meningkat tajam," lanjutnya. 


Saat pindah secara resmi akan ada tambahan 2 juta penduduk baru. Jadi, bukan hanya logistik yang meningkat tapi juga industri makanan dan minuman akan meningkat kebutuhannya.

"Dengan adanya misi dagang Jatim ini menjadi bagian membangun komunikasi awal khususnya  proses penyediaan logistik di Kaltim menuju  ibukota baru," tambahnya.

Misi Dagang Jatim ke Kaltim ini, merupakan rangkaian kegiatan Misi Dagang yang keenam  dan terakhir di tahun 2019. 

Sebelumnya telah dilaksanakan di Makassar, dengan total nilai transaksi Rp 268,8 miliar. Komoditi yang diminati di antaranya lada, beras, cengkih, bibit bawang putih, kopi, minyak goreng, porang dan rumput laut. 

Kemudian di Tangerang, Banten, dalam rangkaian acara Trade Expo Indonesia (TEI) dengan total nilai transaksi Rp 708,8 miliar. Komoditi yang diminati di antaranya bibit bawang putih, kopi arabica, lada putih, kayu manis, benih kentang, cengkih, telur, dan beras.

Selanjutnya pada Bulan Oktober 2019, diselenggarakan Misi Dagang di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan nilai transaksi Rp 603 miliar. Komoditi yang diminati di antaranya tembakau, bibit bawang putih, kapulaga, bawang merah, bekatul, jagung, porang, dan rumput laut. 

Diteruskan Misi Dagang Antar Daerah di Surabaya dengan total nilai transaksi Rp 658 miliar. Komoditi yang diminati di antaranya bibit bawang putih, tembakau, bawang merah, cengkih, telur, beras, kayu manis dan jagung.

"Secara keseluruhan, total nilai transaksi keseluruhan kegiatan misi dagang yang sudah dilaksanakan pada Tahun 2019 sebesar Rp 2,24 triliun," paparnya.

Peserta Misi Dagang diikuti oleh 20 pelaku usaha dari Jawa Timur yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan rincian 12 penjual dan 8 penjual & pembeli, serta 10 peserta mandiri. Kemudian pelaku usaha dari Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 100 pelaku usaha di bidang perdagangan.

"Total keseluruhan pelaku usaha yang ikut berpartisipasi pada kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019 sebanyak 120 Pelaku usaha," tambahnya. (gas/hms)

Bank Maspion Launching Kredit Kepemilikan Mobil

On Wednesday, December 04, 2019

Theresia (kanan) bersama Fransisca saat me-launching Kredit Kepemilikan Mobil.

SURABAYA (DutaJatim.com) - PT Bank Maspion terus melakukan inovasi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan, terutama kepada para nasabahnya. Kali ini, bank berkantor pusat di Surabaya itu, Selasa (3/12/2019) malam, me-launching “Kredit Kepemilikan Mobil”. Setidaknya, 100 orang menghadiri acara yang digelar di Sheraton Hotel, Surabaya tersebut.

Theresia Endah Winarni, Direktur Marketing Bank Maspion kepada wartawan mengatakan, ini merupakan produk terbaru dari Bank Maspion. Mungkin masyarakat bertanya mengapa Bank Maspion bergerak di bidang kredit kepemilikan mobil. “Saya tegaskan bahwa kami akan melayani masyarakat, khususnya nasabah dengan memberikan kemudahan-kemudahan. Terutama sekali kepada nasabah, khususnya nasabah komunitas kami, seperti UKM, koperasi hingga pondok pesantren,” katanya.

Theresia mengatakan, program yang dimulai sejak 1 November tersebut diharapkan dapat memberikan efek positif tidak hanya kepada bank, tetapi juga kepada calon pembeli mobil. “Mulai 1 November hingga akhir Januari 2020, kami memberikan ‘bombastis’ bunga. Bunga yang cukup bersaing. Untuk kredit 1 tahun bunganya 3,28%, untuk 2 tahun bunganya 4,08%, untuk 3 tahun bunganya 4,18%, untuk 4 tahun bunganya 4,48% dan untuk jangka wakjtu 5 tahun bunganya 5,48 persen,” katanya.

Ditanya apakah ada batasan mobil yang diminta nasabah? Tentang ini Theresia mengatakan, tak ada pembatasan, harga mobil di atas Rp 1 miliar pun kami melayaninya. Dengan catatan semua peryaratan terpenuhi. “Pada tahap awal, program yang juga berkerja sama dengan sejumlah dealer itu diberlakukan di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Sudah pasti akan mengembangkan ke sejumlah daerah lainnya nantinya,” tukasnya.

Sementara itu, Fransisca, Koordinator Regional Bank Maspion Indonesia Timur mengatakan, pihaknya tidak hanya bekerjasama dengan dealer, tetapi juga dengan asuransi dan lainnya, sehingga dalam program ini sudah dapat dikatakan ter-integrated. “DP kami cukup bersaing, yakni 25%. Kami optimis program ini akan berjalan bagus, karena mendapat dukungan dari lembaga lainnya, seperti dealer hingga asuransi,” katanya.

Pujiono Santoso, Komisaris Bank Maspion dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada para hadirin yang meluangkan waktunya untuk hadir di acara tersebut. “Atas nama manajemen, kami mohon maaf bila ada kekurangan. Semoga program ini berjalan lancar seperti yang kita harapkan," katanya. (gas)

Pertamina Dukung Pemerintah Bagikan Paket Konversi BBM ke BBG bagi Nelayan di Pacitan.

On Tuesday, December 03, 2019


PACITAN (DutaJatim.com)  – Sebagai salah satu upaya untuk mendukung program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM dan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V JatimBaliNus menyelenggarakan kegiatan konversi mesin kapal nelayan yang sebelumnya menggunakan BBM ke BBG.

Pertamina Dukung Pemerintah Bagikan Paket Konversi BBM ke BBG bagi Nelayan di Pacitan.

Sebanyak 180 paket konverter kit BBG dibagikan kepada nelayan yang dilaksanakan pada Selasa (3/12/2019) di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Pacitan, Drs. Indartato, M.M, Ahmad Wahyu Wardono selaku Perwakilan dari Dirjen Migas Kementerian ESDM, dan Valino selaku Sales Area Manager Pertamina Kediri. 

Adapun 180 paket converter kit BBG tersebut dibagikan di 4 kecamatan di Kabupaten Pacitan, dengan rincian 154 paket dibagikan di Kecamatan Pringkuku, 16 paket di Kecataman Ngadirojo, dan 10 paket di Kecamatan Pacitan. Paket yang diberikan terdiri dari mesin penggerak, converter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung LPG 3 Kg, serta aksesoris pendukung lainnya seperti reducer, regulator, mixer, dan lain-lain. 

Menurut Valino, sebagai badan usaha penyalur BBM dan LPG, Pertamina siap mendukung program ini agar dapat berjalan sukses, demi masyarakat, khususnya petani dan nelayan. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina juga akan mendukung kelancaran dari program konversi, salah satunya adalah dengan menyediakan kebutuhan pengisian ulang LPG 3 Kg. “Seperti yang diketahui, program ini merupakan inisiasi dari Kementerian ESDM yang intensif yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses energi untuk masyarakat yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wahyu Wardono menjelaskan bahwa selain lebih ramah lingkungan, penggunaan BBG juga lebih hemat. "(Penghematan jika dibanding BBM) antara 40-70 persen kalau yang sudah-sudah. Parameternya daerah satu dengan daerah lain berbeda-beda. Yang jelas lebih hemat," terang Wahyu.

Program konversi BBM ke BBG ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden No.38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG 3 Kg untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran dan mesin pompa air bagi petani sasaran.

Sebelumnya, di Jawa Timur juga sudah diberikan paket converter kit serupa, yakni di daerah Malang dengan jumlah 50 paket converter kit dan di Lumajang dengan jumlah 79 paket converter. “Dengan adanya program ini, semoga para nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi yang telah dijalankan dan semakin sukses dan berkembang dengan penggunaan LPG kedepannya”, tutup Valino. (gas)

Dukung Aksesibilitas Penerbangan di NTT, Pertamina Resmikan DPPU Tambolaka

On Tuesday, December 03, 2019



TAMBALOKA (DutaJatim.com)  – PT Pertamina (Persero) resmi mengoperasikan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Tambolaka di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (3/12/2019). Peresmian ini dilakukan oleh Senior Vice President Corporate Marketing Business Pertamina, Ferdy Novianto, didampingi oleh Kusuma Wibowo selaku Vice President Operation Service, dan Werry Prayogi selaku General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S.I.P, Direktur Utama Patra Logistik, Bimo Wicaksono, serta New Venture Division Head Patra Niaga, Faisal Barida.

Fasilitas DPPU yang diresmikan pada hari ini meliputi 4 (empat) tangki Avtur dengan kapasitas masing-masing 24.000 liter, atau total sebanyak 96.000 liter. Dengan kapasitas tersebut, mampu meningkatkan ketahanan stock Avtur di DPPU Tambolaka menjadi 17 hari. DPPU Tambolaka juga dilengkapi dengan 2 (dua) unit refueller masing-masing berkapasitas 12.000 liter untuk pengisian Avtur ke pesawat. 

Pembangunan dari DPPU ini sendiri merupakan hasil sinergi antara Pertamina dengan anak perusahaannya, Patra Niaga. DPPU Tambolaka mendapatkan suplai Avtur yang dikirim melalui Fuel Terminal Waingapu, yang berjarak kurang lebih 178 KM dengan menggunakan 2 unit mobil bridger dengan masing-masing kapasitas 10.000 dan 16.000 Liter.

Werry Prayogi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diresmikannya DPPU Tambolaka merupakan komitmen nyata dari Pertamina dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumen yang berada di wilayah NTT. “Indonesia adalah negara kepulauan sehingga pesawat memiliki peranan yang sangat penting dalam mobilitas masyarakat Indonesia, untuk mendukung hal tersebut. Pertamina harus selalu memastikan penyediaan Avtur sebagai bahan bakar pesawat sebagai energi yang dapat membuka aksesibilitas daerah-daerah kepulauan di Indonesia,” ujar Werry.

Pembukaan DPPU di Tambolaka merupakan hal yang sangat penting dalam melayani energi, khususnya dalam bahan bakar penerbangan dengan memperhatikan lima aspek, diantaranya availability (ketersediaan), accessibility (kemudahan akses), affordability (keterjangkauan), acceptability (BBM berkualitas tinggi), dan sustainability (berkelanjutan).

DPPU Tambolaka ini sudah beroperasi semenjak Agustus 2017. Untuk memenuhi kebutuhan Avtur yang semakin meningkat di Bandara Tambolaka, sejak Februari 2019 Pertamina melakukan pembangunan sarana dan fasilitas DPPU. “Sesuai dengan tema Pertamina menyambut HUT ke-62 tahun ini, yaitu Energi Unggul Indonesia Maju, pembukaan DPPU dengan fasilitas yang mumpuni ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pengisian bahan bakar pesawat di DPPU Tambolaka,” tambah Werry.

Dalam sambutannya, Marthen C. Take menyampaikan apresiasi atas pengoperasian DPPU Tambolaka ini. Pembangunan depot pesawat udara di Bandara Tambolaka merupakan langkah strategis yang diinisiasi oleh Pemerintah dan juga Pertamina, yang tentunya bertujuan untuk peningkatan pelayanan khususnya di daerah Sumba Barat Daya. Seperti yang diketahui, Sumba Barat Daya merupakan salah satu pintu masuk wisatawan-wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Pembukaan dari DPPU Tambolaka ini diharapkan dapat mendorong pengembangan daerah serta aktivitas perekonomian Pulau Sumba, sebagai bagian kepulauan di NTT. Wilayah kepulauan di NTT dikenal memiliki potensi wisata yang sangat tinggi, seperti Pulau Komodo, Labuan Bajo, dan juga Pulau Padar. Dengan adanya DPPU Tambolaka ini, diharapkan dapat mendorong berbagai macam industri, seperti perhotelan, industri kreatif, dan juga pariwisata.

Sebagai tambahan informasi, saat ini Pertamina telah memiliki 68 DPPU di seluruh wilayah Indonesia guna melayani penyediaan Avtur di bandara untuk mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat Indonesia dalam berbagai kegiatan, baik personal, bisnis, pariwisata, logistik, perekonomian, pertahanan keamanan, serta sosial budaya. (fan)

Bersama Mentan, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Jatim dengan Total Nilai Rp 805 Miliar

On Tuesday, December 03, 2019



SURABAYA (DutaJatim.com) - Bersama Mentan, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Jatim dengan Total Nilai Rp 805 Miliar.

Komoditas produk pertanian Jawa Timur dengan total nilai Rp 805 miliar itu dilepas untuk pengiriman ekspor luar negeri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  dan  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  di Depo Jangkar, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (2/12/2019) sore. 

Produk pertanian Jawa Timur mulai kopi, bunga cengkeh, pupuk organik, kayu manis, sarang burung wallet, bunga pala, shuttlecock, plywood, susu hingga minyak goreng dikirimkan melalui pengiriman jalur laut dengan tujuan Brasil, Singapura, Italia, Australia, Malaysia, Filipina, Belanda, Thailand, hingga Algeria.

Bahkan nilai ekspor Jawa Timur yang dilepas ini mengalami peningkatan seratus persen dibandingkan angka ekspor di tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa komoditas pertanian Jawa Timur memiliki potensi yang sangat tinggi. 

"Hari ini saya dan ibu gubernur dengan bangga membuktikan bahwa sebenarnya kita memiliki ruang yang cukup besar untuk menjadi bagian dari energi ekonomi nasional. Sore ini kurang lebih kita eskpor senilai Rp 805 miliar, angka sebesar ini mampu kita gulirkan," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo. 

Produk pertanian Jawa Timur yang dilepas untuk ekspor sore itu dikirimkan ke banyak negara tujuan. Misalnya untuk bunga cengkeh sebanyak 10 ton dengan nilai Rp 877 juta diekspor dari Jawa Timur ke Brasil. 

Kemudian untuk biji kopi robusta sebanyak 46 ton diekspor ke Italia dengan nilai Rp 1,02 miliar. Begitu pula dengan pupuk organik sebanyak 54 ton senilai Rp119,2 juta diekspor dari Jawa Timur ke Singapura. Lalu untuk jamur beku sebanyak 20,7 ton dikirim ke Belanda dengan nilai Rp 253 juta. Serta plywood sebanyak 255,5 ton dikirim ke Malaysia dan Filipina dengan nilai Rp 2 miliar. 

Mentan Syahrul menyebutkan pencapaian ekspor Jawa Timur patut diapresiasi. Yang pertama selain nilainya meningkat 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari segi volume juga mengalami peningkatakan, yaitu sebesar 23 persen. 

Serta untuk produk yang dilakukan sertifikasi ekspor mengalami peningkatan sebesar delapan persen. Dan yang membanggakan Jawa Timur menjadi daerah yang zero atau nol penolakan dari negara tujuan setiap kali melakukan ekspor. 

"Itu tandanya kita sudah bekerja dengan kompak. Ini dibuktikan melalui pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu ekspor Jatim yang mengalami penolakan sangat kecil dari negara tujuan," tegas Mentan Syahrul Yasin Limpo yang juga mantan Gubernur Sulsel itu. 

Hal ini dikatakan Mentan harus ditingkatkan dan diteruskan dengan harapan kegiatan ekspor melalui pelabuhan Tanjung Perak bisa semakin lancar dan tidak ada kendala-kendala yang menjadi penghambat pengiriman komoditas lokal ke luar negeri. 

"Target kita di tahun 2020, kita akan mulai untuk menggerakkan ekspor kita bisa meningkat tiga kali lipat. Target ini saya rasa tidak berlebihan dengan melihat tren yang ada sekarang ini," tegasnya. 

Untuk mencapai target ini, Mentan Syahrul menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan fasilitasi dari hulu. Kementerian Pertanian siap untuk menerima masukan dan melakukan kerja sama dengan gubernur, bupati sampai dengan camat dan kepala desa demi tujuan peningkatan produktivitas ekspor Jawa Timur.

Tiga Kali Lipat Tercapai

Sementara itu Gubernur Khofifah mengatakan bahwa selain produk pertanian yang kelak juga didorong untuk peningkatan ekspor adalah produk handy craft. Pasalnya produk hasil rumah kriya Jawa Timur memiliki potensi yang tak kalah besar dari sektor pertanian. Tinggal butuh adanya pembinaan terkait quality control dan continuity serta quantity produk untuk bisa masuk ke pasar ekspor. 

Selain itu Gubernur Khofifah juga mengapresiasi adanya mobil pelayanan mobile dari Kementan, yaitu mobil layanan Berani Ekspor yang akan memfasilitasi pengusaha yang akan ekspor. Sebab menurut Khofifah saat ini belum seluruhnya produsen skala menengah bisa terkonsolidasi aksesnya untuk masuk pasar ekspor. 

"Seperti apa saja syarat-syaratnya untuk bisa dapat sertifikasi ekspor, mobil ini bisa melakukan proses sosialisasi literasi untuk edukasi ekspor dengan lebih masif. Saya rasa itu akan membuka harapan seperti yang dikatakan Pak Mentan, targetnya adalah ekspor 3 kali lipat dari yang sekarang ada," tegas Khofifah. 

Khofifah optimistis target peningkatan ekspor dari Jawa Timur hingga tiga kali lipat bisa terwujud. Untuk bisa membangun perekonomian yang bisa tumbuh secara signifikan tersebut, maka menurut Khofifah memang harus ada upaya menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan suasana ekonomi yang kondusif dan produktif. 

"Seperti yang dipesankan Pak Presiden, tingkatkan ekspor buka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Itu artinya bahwa suasana pertumbuhan ekonomi Jawa Timur harus terjaga dan berarti di semua lini, mulai privat sektornya, regulasinya, Bupati Walikotanya, dan semuanya harus berseiring," tegasnya.

Termasuk bagaimana sinergi dengan pemerintah pusat yang sekarang diberi ruang lebar oleh Mentan untuk bisa meningkatkan produktivitas khususnya dalam hal ini untuk orientasi ekspor, menurut Khofifah adalah hal strategis yang sangat penting untuk dibangun ke depannya. (gas/hms)

Semen Indonesia Ekspor 3,38 Juta Ton Semen

On Sunday, December 01, 2019


Sigit Wahono, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan

JAKARTA (DutaJatim.com) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus mengoptimalkan pasar regional di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik. Pada periode Januari hingga Oktober 2019, Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 3,38 juta ton dari fasilitas produksinya di Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono menyampaikan bahwa Perseroan tengah merampungkan integrasi seluruh fasilitas produksi dan distribusi pasca akuisi PT Solusi Bangun Indoensia Tbk (SBI).

“Semen Indonesia sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Maladewa, Filipina, dan Timor Lest. Pada tahun 2019 ini, Perseroan berhasil memperluas jaringan ekspor di kawasan Asia Timur, salah satunya China yang sedang mengalami kekurangan produksi semen,” katanya.

Saat ini, Perseroan telah mengoptimalkan seluruh fasilitas distribusi baik utilisasi maupun kapasitasnya untuk mendukung pengiriman produk ke kawasan regional. Selain itu, Peseroan aktif mengikuti berbagai forum pameran dan misi dagang untuk memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan dan menjajaki pasar baru di kawasan regional. Lebih lanjut, Sigit Wahono mengatakan bahwa pengelolaan pasar eskpor Perseroan dilakukan melalui PT Semen Indonesia Internasional.

Pasar Dalam Negeri

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Indonesia hingga Oktober 2019 masih mengalami pelemahan sebesar 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Total penjualan semen domestik sampai dengan Oktober 2019 tercatat sebesar 56,10 juta ton atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 56,97 juta ton.

Seiring dengan pelemahan pasar semen domestik, volume penjualan domestik Perseroan diluar SBI hingga Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 4,1% menjadi 21,54 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 22,46 juta ton. Sedangkan penjualan domestik SBI juga mengalami penurunan sebesar 2,2% menjadi 8,47 juta ton. (hud)