PROMOSI PRODUK

Maju Pilwali Surabaya, Dokter Gamal Tawarkan Lapangan Kerja untuk Milenial

On Sunday, December 08, 2019


SURABAYA (DutaJatim.com) - Lapangan kerja untuk milenial menjadi salah satu program yang ditawarkan dokter Gamal Albinsaid sebagai modal maju di Pilwali Surabaya 2020. 

Program tersebut didasari atas temuannya saat berkunjung ke beberapa daerah di Surabaya. Dia menerima banyak keluhan dari pemuda Surabaya yang kesulitan mendapat pekerjaan.

Atas hal itu, Gamal menyiapkan Impact, program yang akan melahirkan wirausaha muda dan pembukaan lapangan pekerjaan.

"Dengan Impact Surabaya, kami akan
berperan aktif memberikan pembinaan dan pendampingan gratis kepada 1.000 muda mudi Surabaya untuk mendapatkan pendampingan dalam memulai usaha," papar Gamal usai melaunching Impact Surabaya di Paco Coworking Space, Taman Bungkul Surabaya, Minggu (8/12/2019).

Menurut Gamal, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 angka pengangguran di Surabaya masih 6,12 persen, meskipun Pemkot telah melakukan banyak upaya membuka lapangan kerja.

"Karenanya, Impact diharapkan bisa mengurai jumlah pengangguran itu," tandas penerima penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustianbaility Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris tersebut.

Impact Indonesia sejak lahir Juni 2019 lalu, tuturGamal, telah melahirkan alumni yang banyak memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat. 

Sebanyak 774 orang bergabung bersama Impact Indonesia dan mengikuti berbagai program yang disediakan.

Dalam program ini terdapat pusat transfer of knowledge, pelatihan, pembinaan, inkubasi, dan akselarasi kewirausahaan yang holistik, komprehensif, berdampak, dan berkelanjutan.

"Melalui Impact Surabaya, kami berkomitmen menyemburkan jutaan manfaat untuk wirausaha muda di bumi Surabaya," terang Jubir Prabowo Subianto-Sandiaga UNo di Pilpres 2019 itu.

Program yang ditawarkan adalah pinjaman modal usaha tanpa bunga tanpa agunan,
kelas wirausaha langsung dan kelas wirausaha online, konsultasi online, technical support, inkubasi akhir pekan, kompetisi wirausaha dan penghargaan wirausaha muda.

"Kami bantu mereka mengurus legal perusahaan (legal support), kami bantu
mereka terhubung dengan mitra-mitra yang tepat yang bisa membantu mereka
(networking support)," katanya.

"Takhanya itu, kami juga bantu mereka mengembangkan produk yang tepat yang memenuhi kebutuhan pasar (product development support that meets market needs), serta kami bantu mereka membentuk dan mengelola timnya," pungkas Gamal. (nas)

Gubernur Khofifah:  Omah Munir Museum HAM  Pertama di Indonesia

On Sunday, December 08, 2019



KOTA BATU (DutaJatim.com) - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  secara resmi melakukan peletakan batu pertama Museum HAM Omah Munir di Kel. Sisir Kec. Batu, Kota Batu, Minggu (8/12/2019).

Peletakan Batu Pertama ini juga dihadiri Ketua Komnas HAM RI, Akhmad Taufan Damanik, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, Istri alm. Munir, Suciwati, perwakilan Kompolnas , LPKS, dan beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemprov. Jatim.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyebut Museum HAM Munir bisa menjadi  literasi dan edukasi  Demokrasi dan HAM bagi masyarakat luas. Masyarakat bisa secara dekat mengetahui bagaimana sejarah perjalanan demokrasi dan penegakan  HAM di Indonesia.

Penyajiannya bisa dilakukan secara komprehensif melaui digital IT khususnya dengan augmanted reality.

 "Keberadaan Museum HAM Munir menjadi bagian penting sebagai penyampai  informasi, edukasi, literasi sekaligus unsur rekreasi karena di desain dengan  museum digital  menggunakan augmanted reality ," lanjutnya.


Gubernur Jatim menyebut, Museum HAM Munir juga menjadi bagian untuk  memanggil memori kita   tentang Universal Declaration of Human Rights. Banyak sudut pandang tentang HAM yang akan memperkaya museum ini.  Misalnya dari sudut pandang agama Islam,  Imam Al - Ghozali merumuskan  prinsip pokok  universal hak manusia dalam lima hal ; (1) Hifdzul Aql  adalah kebebasan menyampaikan pendapat. (2) Hifdz Addin adalah kebebasan memeluk agama (3) Hifdz Nafs adalah  menjaga jiwa setiap warga bangsa,(4) Hifdz Mal adalah  menjaga hak milik warga negara (5) Hifrz irdi wan Nasl  menjaga martabat dan  generasi penerus bangsa.

Dijelaskan, keberadaan Museum HAM Munir juga menguatkan  Kota  Batu menjadi salah satu destinasi wisata edukasi Demokrasi dan HAM selain alam dan sentra wisata lainnya. Museum ini juga menunjukkan bahwa kota Batu menjadi salah satu referensi utama bagi  pembangunan yang berkeadilan dan terbaik khususnya terkait pemerataan kesejahteraan dan rendahnya kemiskinan. 

Pemprov  akan mendukung keberadaan  Museum HAM Munir agar museum ini multi fungsi. Salah satunya membantu dalam pembiayaan  pembangunan melalui APBD Provinsi Jawa Timur. Dikatakannya, untuk lahan yang dipergunakan merupakan aset Pemkot Batu, sedangkan support yang diberikan Pemprov Jatim adalah dalam pembangunannya.

"Sedangkan mekanisme  pengelolaannya agar dioptimalkan dan memberi manfaat yang besar   setelah bangunan ini selesai," tambahnya.


Sementara itu Ketua Komnas HAM RI menuturkan demokrasi dan keterbukaan ekonomi tanpa norma HAM percuma, di mana tidak akan mencapai cita cita Pancasila di Sila ke 5 yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

"Keberadaan museum ini meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia bisa menjadi model dimana budaya dan nilai agama serta HAM bisa bersatu padu dalam membangun keadilan yang beradab," ujarnya. (gas/hms)


Aksi Pungut Sampah  Bersama Bupati Menuju Pamekasan Bebas Sampah 2025

On Sunday, December 08, 2019


Bupati memungut sampah di tengah kerumunan warga di Monumen Arek Lancor.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Ribuan masyarakat Pamekasan, Minggu (8/12/19) pagi tadi, terlibat dalam gerakan Aksi Pungut Sampah Bersama Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan dengan tema “Menuju Pamekasan Bebas Sampah Tahun 2025 ”. 

Acara yang digelar di kawasan Monumen Arek Lancor ini, dihadiri oleh Forkopimda, Wakil Bupati Raja’e,  Sekdakab Totok Hartono dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Aksi pungut sampah ini merupakan perwujudan dari kebijakan Pemkab Pamekasan tentang penanganan sampah hingga tahun 2025 yang tertuang dalam Perbup NO 40-41 tahun 2018. Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat dalam atasi sampah.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat berperan serta aktif bersama pemerintah mengelola dan menangani sampah dengan harapan terjadinya pananganan sampah yang maksimal, yakni minimal 70 persen sapah teratasi dan minimal 30 persen berkurang untuk tahun berikutnya, ” kata Kepala Dinas  Lingkungan Hidup Pamekasan, Jabir.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan kepada 20 anak yatim. Pemberian door prize kepada pasukan kuning. Aksi pungut sampah yang hanya berlangsung 30 menit ini diikuti oleh sekitar 88 kelompok masyarakat. Kelomok itu terdiri dari OPD, kelurahan dan desa, para pelajar, kelompok sepeda onthel dan komunitas pecinta lingkungan dari perguruan tinggi. 

Mereka semua berbaur terlibat dalam memungut sampah  bersama bupati di kawasan monumen Arek Lancor. 
Kegiatan ini makin menarik karena pada acara itu di kawasan monumen Arek Lancor tengah berlangsung kegiatan ‘’Car Free Day’’, yaitu bazar murah aneka kuliner yang digelar tiap minggu sekali.

 Sehingga Bupati Badrut Tamam bersama pejabat lainnya tidak sungkan masuk ke kerumuman warga mengambil sampah lalu dimasukkan ke kantong sampah yang telah dipegangnya.

Badrut Tamam mengungkapkan kegiatan ini merupakan edukasi semangat bersih bersih dalam rangka Pamekasan bebas sampah tahun 2025. Ikhtiar ini, kata dia, butuh komitmen bersama dari seluruh elemen. Tidak hanya dilakukan Bupati dan pejabat, namun juga elemen masyarakat pecinta lingkungan dan petugas kebersihan. 


“Dimulai dari cara befikir tidak buang sampah sembarangan, lalu komitmen bersihkan lingkungan, serta jadikan Pamekasan hijau bersih dan sehat. Untuk menuju semua itu perlu edukasi masyarakat. Saya ucapkan terima kasih pada semua elemen yang terlibat. Ini bagian dari komitmen kita bersama atasi sampah,” ungkap Badrut.

Badrut menyebut tercatat sekitar 1.220 warga masyarakat yang datang bersama ikut aksi pungut sampah itu. Dia mengucapkan  terima kasih kepada mereka. Semua partisipasi itu akan menjadi bagian dari usaha menuju Pamekasan bebas sampah tahun 2025. “Terima kasih pada semua elemen atas komitmennya untuk Pamekasan bersih dan hijau,” tandasnya. (mas)

Tangani Bayi Pandu, Pemprov Jatim Siapkan Rusun dan  Tim Dokter Spesialis

On Sunday, December 08, 2019



SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan  rusun dan tim dokter spesialis khusus menangani Muhammad Pandu Firmansyah, penderita cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele atau kerusakan pada bagian wajah. 

Tim dokter spesialis  yang berasal dari RSUD Dr Soetomo tersebut terdiri atas dokter bedah syaraf, bedah plastik, dokter bius, dan dokter anak.

Sebelumnya Pemprov Jatim juga telah melakukan langkah cepat dengan memindahkan bayi Pandu dan sang ibu, Dina Oktaviani (21) dari rumah petak tidak layak huni ke rumah susun Gunungsari Surabaya. 

"Usai mendengar tentang kisah bayi Pandu bersama ibunya, saya langsung meminta dinas terkait yaitu RSUD Dr. Soetomo dan PU Cipta Karya untuk mengambil langkah cepat dan mengkoordinasikan terkait hal ini secara solutif dan cepat," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat ditemui di Surabaya, Minggu (8/12/2019) hari ini.

Khofifah menerangkan, sebelumnya RSUD Dr. Soetomo telah melakukan operasi pertama pada bayi Pandu untuk mengeluarkan cairan di otaknya lewat pemasangan selang yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam. 

" Sesuai hasil koordinasi saya dengan dirut rumah sakit  dr. Soetomo, rencananya hasil operasi bayi Pandu akan dievaluasi besok Senin (9/12). Meliputi pengecekan hasil operasi, penutupan luka, hingga penambahan berat badannya. Setelah itu, tim dokter baru akan ditentukan langkah operasi selanjutnya," urai Khofifah.

Mengenai pembiayaan, Khofifah mengatakan bahwa sementara ini masih menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, jika pembiayaannya kurang maka Pemprov Jatim akan menambal semua  kebutuhan biaya layanan kesehatan dengan  menggunakan anggaran milik Pemprov Jatim. Meski demikian jika ada yang ingin membantu kehidupan keseharian mereka dipersilakan sebagai solidaritas sosial kita.

Sedangkan terkait fasilitas Rusunawa Gunungsari, lanjut Khofifah, bayi Pandu beserta sang ibu, Dina ditempatkan di lantai dasar I A 12 sejak 3 Desember lalu. Kamar yang memang dikhususkan bagi lansia dan difabel tersebut telah dilengkapi dengan sejumlah perabotan rumah. Lantai dasar ini sengaja dipilih untuk memudahkan jika sewaktu- waktu bayi Pandu  membutuhkan layanan tertentu.

"Biaya sewa rusunnya juga kami gratiskan hingga ibu Dina kami nilai dapat mandiri untuk membiayai hidupnya sendiri beserta bayi Pandu," imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendoakan agar bayi Pandu selalu diberikan kemudahan pengobatan dan segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sedangkan Ibu Dina dan keluarga diberi kekuatan, kesabaran dan kebahagiaan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kerjasama yang sangat baik seluruh jajaran Pemprov Jatim yang telah bergerak cepat menangani ibu Dina dan Bayi Pandu. Antara lain tim dokter RSUD Dr. Soetomo, tim evakuasi pengelola Rusunawa Pemprov Jatim, serta para relawan. 

"Terimakasih kami sampaikan pada semua pihak yang telah membantu dan peduli pada ibu Dina dan ananda Pandu. Ini merupakan wujud sinergitas dan solidaritas yang sangat baik dan harus terus kita lakukan di segala hal," pungkasnya. (gas/hms)

Bojonegoro Diobrak-abrik Angin, Hindari Pohon Besar Saat Ada Badai

On Sunday, December 08, 2019


BOJONEGORO (DutaJatim.com) - Sejumlah rumah dan pohon roboh akibat diterjang angin kencang saat hujan di wilayah Bojonegoro Sabtu 7 Desember 2019. Angin kencang melanda sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngasem, Trucuk, serta Kalitidu. 

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Bojonegoro,  empat rumah rusak sedang di Jalan Mastrip lorong 1, milik Agus Setiawan, Erik, Broto, Endang. serta 1 rumah rusak ringan di gang Tegal Luwung Ledok Kulon milik Mursidik.

Selanjutnya di Kecamatan Ngasem 1 rumah rusak ringan akibat tersambar petir di Desa Bandungrejo milik Lasir. Sedangkan kerusakan rumah warga Kecamatan Kalitidu terjadi di Desa Grebekan, di antaranya rumah milik Munandar, Rasimen, Rukayah, Kardi, Kasdi, Sunarto. Tarmuji, Martin, dan Mbah Loso.

Selain merusak rumahnya, Mbah Loso pemilik rumah mengalami Luka ringan akibat tertimpa bangunan rumah. Untuk Desa Sumengko beberapa rumah terdampak angin kencang di dusun Srumap RT 09 dan RT 10.

"Satu korban luka ringan dan sudah diobati karena kena genteng yang berjatuhan di rumahnya," kata Kepala BPBD Bojonegoro Umar Qhoni.

Banyak juga pohon di jalan perkotaan roboh seperti di Jalan Panglima Sudirman, Untung Suropati, Trunojoyo, Mastrip, Agus Salim, KH Mansyur, MH. Thamrin gang Mawar. Bahkan Satu unit mobil Operasional PMI di Jalan Trunojoyo tertimpa pohon. Juga sebuah mobil di Jl. Untung Suropati. Satu tiang listrik juga roboh dilibas angin.

Hindari Pohon Besar

Melihat fenomena banyak pohon roboh saat hujan disertai angin kencang, masyarakat disarankan menghindari pohon besar saat ada badai.

Saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, biasanya banyak pengendara sepeda motor menepi bahkan berteduh di bawah pohon untuk menghindari hujan ataupun sekedar memakai jas hujan untuk melanjutkan perjalanan.

Namun perlu di waspadai, dalam kondisi hujan lebat disertai angin kencang, kondisi pohon yang sudah tua bisa menjadi petaka bagi pengendara sepeda motor. Pohon bisa tumbang sewaktu-waktu karena tertiup angin kencang.


Bukan hanya warga Bojonegoro tapi semua masyarakat diminta waspada. 
Untuk wilayah Malang, Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Mahfuzi menyampaikan, potensi angin di Kota Malang sudah masuk pada level waspada. Yaitu mencapai 19–20 kilometer/jam. ”Sebaiknya hindari berkendara di jalan yang ada pohon-pohon rimbun,” kata Mahfuzi.

Dia menambahkan, ada beberapa kawasan yang perlu diwaspadai pengendara. Di antaranya, sepanjang jalan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Jalan Sawojajar, dan jalan dengan nama gunung, seperti Bromo, Semeru, dan Kawi. ”Sebaiknya jalan ini (disebutkan) dihindari waktu angin kencang,” katanya. (det/mid)

Terobosan ‘Modal Gisi’ SMPN 1 Waru Masuk Top 25 Kovablik Jatim

On Saturday, December 07, 2019


Hendroyono (dua dari kiri) bersama Bupati Pamekasan dan Gubernur Jatim.

PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Terobosan ‘Modal Gisi’ SMPN 1 Waru Masuk Top 25 Kovablik Jatim.

Program terobosan Motivasi Medali Bergilir Untuk Meningkatkan Prestasi (Modal Gisi) siswa di SMPN Negeri 1 Waru Pamekasan itu masuk Top 25 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jatim tahun 2019. Dengan prestasi ini SMPN 1 Waru berhak untuk menjadi wakil Jatim dalam event serupa di tingkat nasional.

Penghargaan atas prestasi yang membanggakan ini diserahkan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Kepala SMPN 1 Waru Hendroyono, di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (5/12/2019) lalu. Dalam menerima penghargaan ini Bupati didampingi Sekdakab Totok Hartono dan sejumlah pejabat terkait. 

Kepala SMPN 1 Waru Hendroyono mengungkapkan program Modal Gisi dijalankan mulai dari tahun 2017. Latar belakang program ini dibuat karena rendahnya capaian prestasi siswa selama ini. Itu disebabkan karena SMPN 1 Waru merupakan sekolah pinggiran, sehingga motivasi anak dan dukungan orang tua  sangat kurang. 

“Dengan kondisi itu kami melihat perlunya terobosan-terobosan kemudian juga lompatan, salah satunya dengan jalan inovasi. Tujuannya yang pertama tentu adalah untuk meningkatkan prestasi, yang kedua meningkatkan motivasi bagi anak maupun juga supaya meningkatkan dukungan orang tua,” ungkapnya saat dihubungi Sabtu (7/12/2019).

Hendroyono menjelaskan bentuk operasional program Modal Gisi yaitu tiap ulangan mata pelajaran siswa peraih nilai tertinggi diberi pengharaan berupa medali yang disematkan di baju seragamnya. Penghargaan ini diberikan secara bergilir. Jika pada ulangan berikutnya ada pergeseran nilai, maka medali diberikan kepada siswa peraih nilai tertinggi lainnya.

“Penghargaan atau medali itu disematkan pada saat upacara. Asalnya medalinya itu jumlahnya sekitar 30, tapi kini kami tambah menjadi sekitar 50. Karena langkah itu bukan hanya diberikan pada bidang akademik, namun juga bagi prestasi non akademik, misalnya olah raga dan seni,” katanya.

Dia lalu mencontohkan pemberian medali bidang olah raga tenis meja. Lomba tenis meja dilakukan setiap tingkat, peringkat pertamanya mendapatkan medali. Kemudian setiap saat anak bisa jadi penantang bagi pemegang medali dengan menghubungi guru olah raga dan sang guru harus memfasilitasinya.

Hendro mengaku terobosan pemberian medali itu itu mendapat respon positif orang tua siswa. Para orang tua merasa senang ketika anaknya pulang sekolah membawa medali yang disematkan di seragam yang dipakainya. Dan program ini sudah pasti juga memotivasi para siswa lainnya. 

Bukan hanya bidang akademik dan olah raga, medali juga diberikan kepada siswa yang memiliki akhlak dan pengabdian  atau siswa yang memiliki karakter yang bagus. Karakter ini misalnya dilihat dari kedisiplinan, pengabdian dan kerajinan.

“Dampaknya luar biasa. Prestasi meningkat, misalnya yang semula untuk cabang tenis meja belum pernah mendapatkan kejuaraan ditingkat kabupaten, kini bisa mendapatkannya, prestasi seni budaya main music juga bisa sampai tembus dikirim ke Jawa Timur,” tuturnya.

Di bidang akademik, kata Hendro, kini anak didiknya sudah bisa membanggakan sekolahnya karena sudah bisa masuk 6 besar atau finalis pada Olimpiade Sain Nasional (OSN) tingkat kabupaten untuk bidang Matematika. “Harapannya sekolah kita ini yang ada dipinggiran bisa sejajar dengan sekolah maju di perkotaan,” pungkasnya. (mas)

Dihadiri Ribuan Jamaah Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Ajak Jaga Kondusifitas Kamtibmas

On Saturday, December 07, 2019


SIDOARJO (DutaJatim.com) - Dihadiri Ribuan Jamaah Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Ajak Jaga Kondusifitas Kamtibmas.

Doa bersama ulama dan umara itu berlangsung di halaman Mapolresta Sidoarjo, Jum'at (6/12/2019) sore. 

Kegiatan ini dihadiri 2.000 jamaah dari berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo maupun luar Kabupaten Sidoarjo.

Doa bersama yang di isi dengan istighotsah ini mengambil tema, "Dengan Cinta dan Ukhuwah, Kita Bina Persatuan dan Keutuhan Bangsa dalam Bingkai NKRI". Dihadiri Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, pejabat utama dan kapolsek jajaran Polresta Sidoarjo, perwakilan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, dan ulama di Sidoarjo. 

KH. Nizam As Shofa, pengasuh Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa, Wonoayu, Sidoarjo, juga sebagai pemimpin jamaah istighotsah mengatakan jika kegiatan ini sebagai doa bersama untuk menjaga persatuan dan keutuhan Bangsa dalam bingkai NKRI.

"Karenanya melalui kegiatan ibadah ini, kami mengajak beristighotsah para Forkopimda Kabupaten Sidoarjo bersama ulama, umara serta masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT demi persatuan dan keutuhan NKRI," jelas KH. Nizam As Shofa.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho dalam istighotsah dan doa bersama ini mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo. 

"Melalui doa bersama ini, semoga Sidoarjo senantiasa aman dan kondusif. Termasuk dalam waktu dekat kita akan menghadapi Pilkades dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo, jangan ada perpecahan dan mari jaga kondusifitas Kabupaten Sidoarjo," pesannya. (gas)