PROMOSI PRODUK

Menteri Erick Akan Pecat Dirut Garuda

On Thursday, December 05, 2019



JAKARTA (DutaJatim.com) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menggelar pemaparan media bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait geger dugaan penyelundupan Harley Davidson (HD) dan sepeda merek Brompton. Dua kendaraan sangat mahal itu diangkut menggunakan Pesawat Garuda A330-900 ke Indonesia.

Dalam paparannya, Erick mengungkap pemilik asli dari Harley Davidson ilegal yang diangkut menggunakan pesawat milik Garuda Indonesia tersebut.

"Komite audit mempunyai kesaksian motor Harley Davidson diduga milik direksi Garuda berinisial AA," kata Erick Thohir Kamis 5 November 2019.

Dia tak menyebutkan detail siapa AA yang dimaksud. Namun sebelumnya sempat beredar nama-nama orang yang terdaftar dalam manifestasi penerbangan p Garuda tersebut. Salah satunya adalah I Gusti Ngurah Askhara atau bisa disapa Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia. 

Namun Menteri BUMN Erick Thohir kemudian memberi penjelasan lebih gamblang. Bahkan dia mengatakan  bakal memberhentikan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Pasalnya, dirut yang menjabat selama dua tahun tersebut diketahui telah melakukan penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton. Maka Menteri Erick Akan Pecat Dirut Garuda.

"Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini kami, karena Garuda adalah perusahaan publik, akan ada prosedur lainnya," ujar dia ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Erick pun memaparkan, Ari Ashkara telah melakukan instruksi untuk mencari motor Harley Davidson klasik tahun 1972 sejak tahun 2018. Selain itu, yang bersangkutan juga telah melakukan transfer dana ke rekening pribadi finance manager Garuda Indonesia berinisial IJ di Amsterdam.

"Ini menyedihkan. Ini proses menyeluruh di BUMN bukan individu, tapi menyeluruh. Ini Ibu (Sri Mulyani) pasti sangat sedih," katanya.

Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pemilik motor dan sepeda tersebut merupakan karyawan on board dalam penerbangan dari Prancis ke Indonesia.

“Dibawa oleh salah satu karyawan yang on board dalam penerbangan tersebut,” kata Ikhsan dalam keterangan resminya.

Tentu ini sangat disayangkan sebab sebelumnya Garuda juga terbelit kasus korupsi yang melibatkan direksinya. Selain itu, Menteri BUMN Erick Thohir jelas-jelas sedang bersih-bersih di perusahaan pelat merah, tapi toh para direksi BUMN tidak pintar melihat fenomena yang sedang terjadi. Kebodohan biasanya terjadi karena silau akan harta, kekuasaan, dan wanita.  Karena itu banyak yang mendukung 
Menteri Erick Akan Pecat Dirut Garuda.

"Jadi orang jadi bodoh kalau disodori tiga barang itu. Lha sudah jelas, tidak aman kok masih saja dibawa barang itu. Secanggih canggihnya membungkus bangkai, bau busuknya tercium juga. Sudah betul apa yang dilakukan Menteri BUMN," kata sumber di DPR Kamis malam. (hud)



Gawat! Menteri BUMN Dua Kali Ultimatum Bos Garuda

On Thursday, December 05, 2019



JAKARTA (DutaJatim.com) - Gawat! Menteri BUMN Dua Kali Ultimatum Bos Garuda. Kasus onderdil Harley Davidson (HD) dan dua sepeda motor Brompton yang diduga diselundupkan lewat pesawat Garuda Indonesia, Airbus A330 900, terus berlanjut. Bahkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dua kali mengultimatum para bos Garuda Indonesia. Sebuah sikap yang sangat serius.

Erick Thohir lagi-lagi meminta direksi Garuda Indonesia mundur bila terbukti bersalah soal Harley Davidson dan Brompton ilegal. Erick meminta sesegera mungkin.

Erick mengatakan, bila benar ada direksi atau pejabat Garuda Indonesia yang terbukti bersalah menyelundupkan Harley Davidson dan sepeda Brompton, dia meminta untuk mundur.  "Seorang pemimpin kan harus mempunyai posisi yang jelas tidak bisa mohon maaf kalau salah justru mengorbankan orang lain. Ya kalau salah ya ngaku salah. Itu jadi bagian daripada leadership,"  kata Erick Thohir di kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Dia meminta bila benar bersalah, direksi atau pejabat tersebut mundur sesegera mungkin. "Kalau bisa hari ini. Ya hari ini," ujarnya.

Bila tidak mau mengundurkan diri, Erick akan mencopotnya. Meski begitu, Erick tak mau gegabah. Dia menunggu hasil investigasi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Proses praduga tak bersalahnya harus tetap ada. Tapi kalau kita liat kan sekarang bukti-buktinya luar biasa ya, kita tunggu keputusan bea cukai. Saya yakin mereka tidak lama. Mereka bekerja dengan baik. Apalagi Bu Sri Mulyani memantau langsung, ya kita tunggu aja hasilnya," ujar Erick.

Sehari sebelumnya Erick juga mengancam akan mencopot direksi Garuda Indonesia bila terbukti benar melakukan penyelundupan tersebut. "(Kasus) Garuda Indonesia biar Bea Cukai melihat ada enggak kasus-kasus yang benar dilaporkan. Kalau benar ya harus dicopot. Ya, lebih baik lagi sebelum ketahuan mending mengundurkan diri," kata Erick Thohir di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Menurut dia, kasus Garuda Indonesia ini masih menunggu hasil investigasi dari Direktorat Jenderal Bea Cukai. Hal ini karena Kementerian BUMN ingin kasus ini lebih transparan.  "Jadi, tunggu aja, Bu Sri Mulyani sendiri menginstruksikan Bea Cukai transparan," katanya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga angkat bicara. KPK  meminta pihak PT Garuda Indonesia terbuka soal temuan adanya komponen motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton di dalam pesawat yang baru didatangkan dari Prancis itu.  Apalagi, dalam pesawat yang baru didatangkan tersebut terdapat direksi Garuda Indonesia yang baru saja melakukan serah terima pesawat tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, sangat penting agar pihak Garuda menginformasikan secara terang benderang milik dan untuk siapa barang-barang tersebut. "Saya kira akan lebih baik jika informasi ini dijelaskan secara terbuka agar tidak ada kekeliruan pemahaman," kata Febri saat dikonfirmasi Rabu, 4 Desember 2019.

KPK sendiri, kata Febri, belum mendapatkan laporan dari masyarakat dan belum mengetahui jelas barang-barang tersebut diperuntukkan kepada siapa. Begitu juga, apakah masih berkaitan dengan pemesanan pesawat oleh Garuda Indonesia atau tidak.

Di samping itu, lanjut Febri, ada aturan soal gratifikasi oleh penyelenggara negara. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya pihak Garuda terbuka mengenai hal tersebut, sehingga tak menimbulkan kesalahpahaman di publik. 

"Jika ada kekhawatiran benda tersebut sebagai pemberian kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, maka tentu ada risiko gratifikasi di sana. Kami harap hal itu tak perlu terjadi, karena sebaiknya sejak awal jika ada upaya pemberian gratifikasi maka sepatutnya ditolak. Atau jika diberikan secara tidak langsung dan dalam keadaan tidak dapat menolak saat itu juga, maka menurut undang-undang, wajib dilaporkan ke KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja," tuturnya.

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sudah buka-bukaan terkait selundupan barang berisikan spare part motor Harley Davidson dan dua sepeda motor Brompton di pesawat Garuda Indonesia, Airbus A330 900.  VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, mengatakan, alasan mengapa komponen motor Harley dan dua motor Brompton disita karena belum membayar pajak. Kasus tersebut masih didalami pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

"Seperti kita ketahui ada barang harus membayar biaya pajak, tapi ada juga yang tidak boleh masuk seperti barang bekas dalam kaitan itu petugas yang membawanya tapi kenapa belum bayar pajak karena masih diperiksa oleh Direktroat Jenderal Bea Cukai," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Namun, mengapa Menteri BUMN  tetap belum percaya. Pasti ada yang gawat,  Menteri BUMN Dua Kali Ultimatum Bos Garuda.

Pelanggaran Kepabeanan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menemukan pelanggaran kepabeanan di pesawat Garuda Indonesia. Hal tersebut ditemukan saat pesawat Garuda Indonesia nomor GA9721 tipe Airbus A330-900 seri Neo mendarat di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF).

Melansir keterangan dari Kementerian Keuangan, Selasa (3/12/2019), Bea Cukai Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan sarana pengangkut (plane zoeking) kepada seluruh pesawat dari luar negeri yang masuk ke PT GMF. Mereka melakukan plane zoeking terhadap pesawat Garuda Indonesia yang datang dari pabrik Airbus di Prancis pada 17 November lalu.

Pesawat yang mendarat di hanggar PT GMF ini mengangkut 10 orang kru dan 22 orang penumpang. Hal ini tertulis di dokumen general declaration dan passenger manifest. Garuda Indonesia sudah meminta izin kepada pihak Bea Cukai. Namun, mereka meminta izin hanya untuk keperluan seremoni.
Pendaratan pesawat di hanggar PT GMF dilakukan khusus untuk keperluan seremoni karena pesawat tersebut bertipe baru dan belum pernah dimiliki atau dioperasikan oleh Garuda Indonesia sebelumnya.

Garuda Indonesia meminta kepada Bea Cukai untuk melakukan proses pemeriksaan kepabeanan pada saat pesawat tiba untuk meminta izin. Saat diperiksa, tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan saat Bea Cukai memeriksa bagian kabin cockpit.

Lalu saat memeriksa lambung pesawat, ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat. Bea Cukai menemukan 18 boks coklat terdapat 15 koli claimtag atas nama SAW berisikan part motor Harley Davidson bekas.

Tidak hanya itu saja, terdapat 3 koil claimtag atas nama LS berisikan 2 unit sepeda Brompton baru beserta aksesoris sepeda.

Kepala Bea dan Cukai Soekarno - Hatta, Finari Manan mengatakan proses pemeriksaan terus berjalan. "Hasil pemeriksaan claimtag berisi Harley Davidson atas nama SAW dan claimtag berisi dua sepeda Brompton atas nama LS," ujar Finari kemarin.

Finari enggan menjelaskan secara detail siapa kedua orang itu. Dia hanya mengatakan jika SAW dan LS adalah dua dari 22 penumpang yang ikut dalam pesawat baru Garuda yang bertolak dari Prancis dan mendarat di Bandara Soekarno - Hatta pada Minggu 17 November lalu. "Nama yang ada di claimtag barang-barang tersebut, passengers manifest," katanya.

Finari mengatakan terungkapnya dua barang ini setelah Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan terhadap bagasi penumpang berupa koper. "Ditemukan barang-barang keperluan pribadi penumpang," katanya.

Moge bekas ini masuk ke Indonesia diduga diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia yang didatangkan dari Toulouse, Prancis. Pesawat Airbus A330-900 ini bertolak dari Toulouse Sabtu 16 November dan tiba di Bandara Soekarno - Hatta Minggu siang 17 November 2019.

Saat landing pesawat airbus perdana ini disambut acara seremonial dari Garuda di hanggar nomor 4 milik GMF. Kedatangan pesawat ini sudah ditunggu tim Penindakan dan Pencegahan Bea Cukai Soekarno - Hatta yang telah mengantongi info adanya kargo berisi moge Harley Davidson & beberapa barang mewah seperti beberapa sepeda merk Brompton yang akan diselundupkan tanpa dideclare pada manifes pesawat.

"Kargo berupa moge Harley yang dipreteli menjadi beberapa koli untuk mengelabui petugas itu beserta barang lainnya diturunkan dari pesawat dan dimasukkan ke dalam truk box milik GMF," kata sumber Tempo di Kementerian Keuangan. (dtf/vvn/det/tmp/okz)

Foto: Indopolitika.com

Dua Kiai NU Dihina, Kiai Ma'ruf Memaafkan

On Thursday, December 05, 2019

KH Ma'ruf Amin

SURABAYA (DutaJatim.com) - Warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi ujian kesabaran yang cukup berat. Namun sabar harus menjadi ghirah umat  sebab itu anjuran dalam agama Islam. Betapa tidak, dalam waktu hampir bersamaan dua kiai NU dihina di media sosial. Bahkan KH Ma'ruf Amin adalah Wakil Presiden RI.

Dua Kiai NU Dihina, Kiai Ma'ruf Memaafkan. Ya, Kiai Ma'ruf dan Gus Muwafiq digambarkan seperti "babi". Sebuah penghinaan yang sangat keterlaluan. Suka menghina ini biang perpecahan dalam Islam. Perbuatan yang jelas tidak Islami. 

Karena itu, mungkin,  Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin tetap memaafkan orang yang menghinanya:  Jafar Shodiq bin Sholeh Alattas. Orang yang menyebut dirinya seperti "babi" dalam sebuah ceramah yang viral di media sosial. Bila Kanjeng Nabi Muhammad SAW memaafkan orang yang menghinannya, tentu Kiai Ma'ruf juga meneladani Rasulullah SAW. 

"Berlebihan itu tidak baik. Kalau bagi saya itu memang harus memaafkan, karena bagaimana yah, [Ja'far] di-pressed (ditekan). Ya kebablasan saya kira itu," ujar Kiai Ma'ruf di kantor wapres, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Kiai Ma'ruf menduga video yang viral itu telah ada sejak masa kampanye Pilpres 2019. Saat itu diakui Kiai Ma'ruf banyak konten di media sosial yang menjelekkan dirinya maupun Presiden Joko Widodo. Namun, Kiai Ma'ruf, yang juga menjabat Ketua Umum MUI nonaktif ini, mengaku tak berniat melaporkannya ke polisi. Dia berharap Ja'far mau memperbaiki isi ceramahnya agar tak berisi soal kebencian. "Tentu tidak [melaporkan]. Mudah-mudahan dia menyadari dan mengubah narasinya, jangan narasi permusuhan, kebencian. Itu tidak baik, semoga tidak diulangi lagilah seperti itu," katanya.

Video yang menunjukkan ceramah Ja'far Shodiq bin Sholeh Alattas viral di media sosial. Video itu sendiri bersumber dari chanel YouTube 'Chanel habib ja'far shodiq bin sholeh alattas' yang diunggah pada 30 November 2019.

Saat itu, Ja'far tengah menceritakan kisah Nabi Musa AS versi Islam. Bahwa, ada murid dari Nabi Musa AS yang diubah Allah SWT menjadi babi. Alasannya, kata Ja'far, karena menjual agama untuk duniawi. Ia pun mencontohkannya dengan ustadz bayaran zaman sekarang. "Berarti ustadz-ustadz bayaran apa? (dijawab oleh jamaah: 'babi'). Saya tanya Ma'ruf Amin babi bukan? (babi). Babi bukan? (babi). Babi lah," cetus Ja'far. 

Gus Muwafiq Juga Dihina

Bukan hanya Kiai Ma'ruf Amin, ada pula postingan foto kepala Gus Muwafiq yang diganti bentuk kepala "babi". Hal ini  memantik kemarahan kader PC Ansor Bangil.


Gus Muwafiq

Namun pihak PC Ansor langsung mengklarifikasi ke pihak yang lakukan postingan di wilayah Bangil. "Kami sudah klarifikasi ke pihak yang melakukan itu. Tapi mereka tak mengakui,” kata Gus Muafi, Ketua PC Ansor Bangil, Kamis (5/12/2019).

Dia menyesalkan tak sportifnya pihak yang sengaja memperkeruh situasi di masyarakat. Bahkan upaya mediasi yang dilakukan oleh Polres Pasuruan dengan pihak ‘radikal’ pada Rabu (4/12) malam, juga menemui jalan buntu.

Tak hanya itu pihak tersebut tetap ngotot kalau tak melakukan postingan pelecehan itu dengan nada ‘menantang’.  Gus Muafi menegaskan bahwa pihaknya tak main-main untuk bertindak tegas sesuai dengan prosedur.

“Kami sudah ingatkan pada mereka. Kami akan melakukan tindakan tegas, meski upaya tabayun sudah kami lakukan. Postingan yang dilakukan oleh mereka sudah sangat keterlaluan. Kami sudah bersikap baik, tapi justru mereka menantang,” katanya.

Langkah hukum pun akan ditempuh kalau pihak yang melecehkan tak mengakui akan keselahannya. “Jam 09.00 WIB kami diundang ke Polres untuk klarifikasi. Jika tidak ada solusi terbaik, tentunya kami pastikan akan lakukan langkah hukum dengan melaporkannya ke polres agar ada tindakan,” kata Gus Muafi. 

Ekspresi Iri?

Sebelumnya Front Pembela Islam (FPI) juga akan mempolisikan Gus Muwafiq sebab dituduh menghina Nabi Muhammad SAW. Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans meminta Front Pembela Islam (FPI) agar tidak mencari panggung dengan melaporkan pendakwah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq ke Bareskrim Mabes Polri.

“Mereka tak lagi bicara soal konten (isi ceramah), tapi mencari celah untuk menyerang orang-orang yang selama ini dekat dengan Istana (Negara). FPI jangan cari panggung,” tegas Gus Hans Rabu (4/12/2019)

"Saya melihat ini masih ada kaitannya dengan Pilpres 2019, Istana, dan luar lingkaran Istana. Selama ini kan beberapa kali Gus Muwafiq diundang ke Istana,” tandas cicit ulama pendiri Ponpes Darul Ulum Jombang, KH Tamim Irsyad tersebut.

Lantaran Gus Muwafiq kerap diundang ke Istana, lanjut Gus Hans, membuat orang-orang di luar lingkaran Istana mencoba mencari ‘keplesetnya’. “Tapi enggak ketemu, lalu dengan hal seremeh ini kemudian dipakai alat untuk menyerang kelompok di lingkaran Istana,” paparnya.
Apalagi, kata Gus Hans, FPI dan kelompoknya sedang mencari common enemy untuk menyolidkan internal mereka, setelah energinya berkurang pasca Partai Gerindra dan Prabowo Subianto bergabung Istana.

“Mungkin karena temannya semakin berkurang, akhirnya apapun dijadikan alat politik untuk ngetes solidaritas internal mereka. Reuni 212 kemarin kan enggak terlihat berhasil,” ucapnya.

"Mereka memang butuh isu untuk menyatukan barisan dan kebetulan ketemunya ini (ceramah Gus Muwafiq). Tapi sayang, isunya kurang nendang, yang dibuat trigger-nya kurang nendang,” imbuhnya.

Adakah saran untuk Gus Muwafiq agar ke depan materi dakwahnya tidak lagi memicu protes? “Apa yang disarankan? Isi dakwah yang disampaikannya biasa saja, enggak ada masalah. Soal kenapa sampai dipolisikan, ya namanya orang lagi sakit tenggorokan,” katanya.

Langkah terbaik mencontoh Kiai Ma'ruf. Dua Kiai NU Dihina, Kiai Ma'ruf Memaafkan

Laporan Ditolak

Seperti diberitakan, anggota DPP FPI, Amir Hasanudin melaporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim Mabes Polri namun laporan tersebut ditolak lantaran ada berkas yang kurang, yakni soal terjemahan bahasa Jawa.

“Terjemahan. Soalnya pidatonya kan bahasa Jawa,” ujar kuasa hukum pelapor, Azis Yanuar, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019).
Karena itu, kata Aziz, pihaknya akan menyertakan kembali syarat yang diminta Bareskrim dan setelah itu baru mendapatkan nomor laporan.

Pendakwah kelahiran Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jatim yang kini tinggal di Yogyakarta, DIY itu dilaporkan terkait potongan ceramahnya yang viral dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Dia menyebut Nabi Muhammad SAW lahir biasa saja, tidak besinar seperti yang digambar sejumlah orang selama ini. Sebab, jika terlihat bersinar maka ketahuan bala tentara Abrahah.

Gus Muwafiq juga menyebut Nabi Muhammad SAW saat kecil rembes karena diasuh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah menuai gelombang kritik dari sejumlah pihak, Gus Muwafiq lantas meminta maaf dan menegaskan tidak sedikit pun bermaksud menghina Nabi Muhammad Saw dalam ceramahnya itu. (dtc/brj/mp)•

Hina Wapres KH Ma'ruf Amin, Habib Jafar Ditangkap

On Thursday, December 05, 2019

Tangkapan layar video Jafar yang viral itu.

JAKARTA (DutaJatim.com) - Habib Jafar Shodik Alattas memang keterlaluan. Sangat tidak patut dia menghina KH Ma'ruf Amin, ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Wakil Presiden, dengan menyamakannya dengan "babi". 

KH Ma'ruf Amin sudah memaafkannya, tapi negara tentu tidak bisa membiarkan orang menghina Wakil Presiden. Selain itu, apa yang dilakukan Habib Jafar membuat resah umat Islam, khususnya warga NU. Karena itu, Habib Jafar pun pantas ditangkap untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya. Dan benar, Hina Wapres KH Ma'ruf Amin, Habib Jafar Ditangkap.

Aparat Bareskrim Polri menangkap Habib Jafar Shodik Alattas, yang diduga pelaku penghinaan terhadap Wapres Ma'ruf Amin, di kediamannya di RT 05, Jatirahayu, Depok, Jawa Barat, Kamis 5 Desember 2019 dini hari. Laporan penangkapan terhadap Jafar tercatat dengan nomor LP/A/1019/XII/2019 Bareskrim.

Kapolres Depok AKBP Azis Syafruddin mengatakan, pihaknya tidak menangkap, tapi hanya melakukan pengawalan. "Bukan saya yang menangkap,” kata Azis Kamis (5/12/2019).

Saat dihubungi terpisah Ketua RT05 Depok, Witutu, membenarkan penangkapan terhadap Jafar, Kamis (5/12/2019). Ia mengaku dimintai aparat kepolisian dari Bareskrim Mabes Polri menujukkan rumah Jafar. “Jam 23.30 WIB itu dari kepolisian Mabes Polri. Itu permisi ke rumah, menanyakan ada enggak warga saya yang bernama Jafar Shodik,” kata Witutu.

Selanjutnya sekitar pukul 00.00, Jafar datang. Dia pun mengajak Jafar ke rumahnya lalu setelah itu ditunjukkan Sprint, surat perintah tugasnya.  "Setelah itu dibawa ke Mabes,” katanya.

Sebelumnya, ceramah Jafar Shodik ramai tersebar di media sosial. Ceramah itu diadakan pada Januari 2019 di Kalbar dan potongannya diposting di YouTube pada 30 November 2019. 

Dalam ceramahnya, Jafar menjelaskan bahwa ustaz bayaran sama dengan babi. Dia lalu bertanya kepada jamaah,"Jadi Ma'ruf Amin babi bukan?" yang dijawab jamaah,"Babi."  (kmp/wis)

Disiapkan Sistem PNS Bisa Libur Tiga Hari

On Tuesday, December 03, 2019

Waluyo Martowiyoto 

JAKARTA (DutaJatim.com) - Pegawai negeri sipil (PNS) benar-benar dimanja. Tapi ada tujuannya. Agar kinerja meningkat. Pelayanan masyarakat menjadi lebih baik. Sekarang tengah Disiapkan Sistem PNS Bisa Libur Tiga Hari.

Saat ini Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sedang mempelajari skema jam kerja bagi PNS. Mereka disiapkan mendapatkan tambahan libur selain Sabtu dan Minggu. Jadi libur bisa tiga hari Jumat Sabtu Minggu.

Komisioner KASN, Waluyo Martowiyoto, mengatakan, libur tambahan ini ada konsekuensinya agar tidak mengurangi jam kerja. Untuk itu jam kerja tiap harinya diperpanjang.

"Dua minggu seharusnya 10 hari kerja 80 jam. Bisa kita ubah 9 hari kerja 80 jam, 80 jamnya tetap, tapi 9 hari kerja sekitar dua minggu," kata dia pada kegiatan Kickoff Meeting Pilot Project Manajemen Kinerja PNS di KemenPAN-RB, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Dia mengatakan konsep ini namanya compressed work. Jumlah hari kerja per minggu dikurangi dan jumlah jam kerja perhari otomatis lebih panjang. "Sehingga mungkin setiap hari Jumat ganjil atau genap bisa libur. Ini compressed work," katanya.

Dia juga mengaku sedang menyiapkan konsep Flexible Working Arrangement (FWA), di mana PNS dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tempat, waktu, dan cara kerja yang fleksibel. Namun ada pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum konsep tersebut diimplementasikan, yaitu dengan melihat kinerja para PNS saat ini.

"Sebetulnya kita siapkan ini bagian dari flexy time, kemudian flexy working space. Ini yang nantinya sebetulnya kita harap bersama. Tapi flexible working ini tidak akan bisa bekerja sebelum pelaksanaan manajemen kinerja itu berjalan dengan efektif," katanya.

Tambahan libur di luar Sabtu dan Minggu nantinya ada pilot project hanya 20% PNS dengan kinerja paling baik."Namanya kan kita membangun sistem," katanya.

Penilaian itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). (wis/det)

Granat Asap Meledak di Monas 2 Orang TNI Luka

On Tuesday, December 03, 2019



JAKARTA (DutaJatim.com) - Polda Metro Jaya terus menyelidiki ledakan granat asap di kawasan Monas Jakarta Selasa 3 Desember 2019. Ledakan itu melukai dua anggota TNI. Hingga saat ini dua korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan di RS.

"Dua korban itu bisa disebut saksi kunci," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Yusri mengatakan dua korban itu masih dirawat di rumah sakit. Kedua korban sudah dijenguk Kapolda dan Pangdam.  Bila kondisi korban pulih, polisi akan meminta keterangan dari kedua anggota TNI tersebut. Korban, menurut Yusri, menderita luka di tangan.

Ledakan granat nanas terjadi di kawasan Monas, sekitar pukul 07.15 WIB. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan sumber ledakan berasal dari granat asap.  "Ini diduga granat asap yang meledak," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy di Monas, Jakarta Pusat.

Dua personel TNI yang diketahui bernama Serka Fajar dan Praka Gunawan terluka akibat ledakan itu. Kini keduanya menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

Salah satu saksi, Iwan Ridwan, mengaku mendengar ledakan tersebut hingga dalam gedung Mahkamah Agung (MA). "Sampai (terdengar). Sampai sini ruangan bawah depan. Kalau bagian belakang nggak," kata Iwan Ridwan (43), seorang sopir yang berada di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

Iwan mengatakan ledakan tersebut cukup kencang. Dia menyebut ledakan tersebut mirip bunyi ban pecah. "Kayak suara ban meledak aja. Ban pecah," katanya.

Lini masa sempat diramaikan kabar ledakan di Monas akibat ponsel meledak. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.  "Jadi ledakan itu terjadi diduga karena granat asap ya," kata Kombes Yusri Yunus.

Yusri memastikan bahwa penyebab ledakan itu bukan dari ponsel. Meski begitu, Yusri menyebut pihaknya masih menyelidiki insiden ledakan itu. Polisi juga masih mencari tahu granat asap itu milik siapa. "Ini masih didalami," tegas Yusri.

Polisi juga belum mengetahui berapa banyak jumlah granat asap yang meledak pada saat itu. Polisi masih menunggu untuk bisa mengintrogasi 2 anggota TNI yang menjadi korban dari ledakan itu. (det/wis) 

Reuni 212 Lancar, Anies Minta Jaga Persatuan dengan Keadilan, Rizieq Singgung Pengasingannya dan Kasus Ahok

On Monday, December 02, 2019


JAKARTA (DutaJatim.com) - Puluhan ribu massa memadati kawasan Monas Jakarta untuk menghadiri acara Reuni 212 Senin 2 Desember 2019 dini hari hingga pagi tadi. Acara yang berlangsung lancar dan damai itu diisi salat Tahajud dan salat Subuh berjamaah serta sambutan dari sejumlah tokoh nasional, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Habib Rizieq Shihab secara teleconference dari Arab Saudi.

Secara umum Reuni 212 Lancar, Anies Minta Jaga Persatuan dengan Keadilan, Rizieq Singgung Pengasingannya dan Kasus Ahok.

Salat Tahajud dipimpin oleh Imam Syekh Amar dari Palestina yang dimulai pukul 03.00 WIB.



Peserta reuni terlihat khusyuk melaksanakan ibadah salat Tahajud meski cuaca di sekitar lapangan Monas cukup dingin dan angin berdesir.  Panitia setempat melalui pengeras suara mengumumkan setelah salat Tahajud, kemudian dilanjutkan istighatsah yang disampaikan oleh Buya Kurtubi dari Banten. Setelah itu, dilanjutkan dengan dzikir menjelang dilaksanakan salat Subuh berjamaah  dan pembacaan ayat suci Al Quran.

Persatuan Berkeadilan

Saat memberikan sambutan, Anies Baswedan mengatakan Indonesia sering dipuji karena keberagamannya. Karena itu, menurun Anies, Indonesia dipuji karena unik mengingat memiliki persatuan dalam keadilan.

"Pesan saya singkat saja bahwa Repulbik Indonesia sering dipuji karena keberagamannya, tapi sesungguhnya yang unik dari Indonesia bukan hanya keberagaman, sebab banyak bangsa lain tidak kalah beragam dari Indonesia," kata Anies saat memberikan sambutan pada Reuni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).
Anies menjelaskan persatuan Indonesia sangat penting. Dia mencontohkan persatuan tersebut dengan peserta yang menghadiri Reuni 212. "Semua yang ada di tempat ini cermin persatuan Indonesia," katanya.

Anies menegaskan persatuan tidak bisa tercipta begitu saja. Dia tercipta karena adanya keadilan. "Persatuan tidak dijaga dengan retorika, tapi harus dengan menghadirkan keadilan," katanya.

Maka keadilan harus terus dipertahankan. Saat ini tanggung jawab anak bangsa adalah menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan keadilan dapat tercipta karena ada perlakukan yang sama dan kesetaraan. Dia juga berkomitmen untuk menghadirkan keadilan itu di Jakarta.
"Ketika kesetaraan, kesempatan ada, ketika perlakuan yang sama ada pada setiap warga negara maka akan ada keadilan, maka kita akan memiliki persatuan. Inilah yang menjadi fokus perhatian kami di Jakarta. Kami bukan hanya membangun infrastruktur fisik, justru kami ingin menegakkan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta," katanya.

Pengasingan & Kebohongan

Sedang Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menyampaikan pidato dalam video yang diputar di acara tersebut. Dalam pidatonya Rizieq terus menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai kebohongan berkaitan dengan pencekalan. Menurut Habib Rizieq apa yang menimpanya saat ini adalah pengasingan.

"Sekali lagi setop kebohongan. Bangsa ini membutuhkan kejujuran pemimpinnya. Siapa pun yang ingin bertanya tentang pengasingan saya kapan dihentikan, jangan tanyakan ke saya," kata Habib Rizieq.


Menurut Rizieq, pertanyaan mengenai kapan pencekalan itu disudahi bisa ditanyakan langsung ke pemerintah Indonesia. "Jangan tanyakan ke DPP FPI, jangan tanyakan ke GNPF Ulama, jangan tanyakan ke PA 212, jangan pula tanyakan ke pemerintah Arab Saudi. Tanyakan ke pemerintah Indonesia yang mengelar sinetron pengasingan dengan kemasan pencekalan ini," kata Rizieq.

Rizieq menegaskan dirinya telah mengikuti prosedur begitu mendapatkan informasi dirinya dicekal, tidak bisa pulang ke Indonesia. Dia telah menghubungi otoritas RI yang ada di Saudi tapi hingga sekarang tidak ada hasilnya.

Dia juga bicara mengenai kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Rizieq mengatakan Ahok bisa lengser lantaran adanya kebersamaan umat Islam.

"Ingat bagaimana Ahok si penista agama lengser dan longsor, oleh karena apa? Karena adanya anugerah pertolongan Allah SWT lantaran keikhlasan dan kebersamaan umat Islam Indonesia dalam berjuang melawan arogansi rezim dhalim," katanya.

Padahal, menurut Rizieq, Ahok dilindungi oleh sejumlah kekuatan. Dia menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga media nasional ikut mendukung Ahok.

"Belajar dari itu semua di sana ada pertolongan Allah SWT padahal kita sama-sama tahu Ahok si penista agama itu dinaungi presiden dijaga kapolri dibela Panglima TNI, dilindungi KPU dan KPK, diusung partai-partai besar, dikampanyekan semua media nasional bersama para pengamat dan berbagai lembaga polling, didanai konglomerat 9 naga merah," katanya.

Massa yang mengikuti aksi Reuni 212 pun akhirnya mulai membubarkan diri setelah acara berlangsung lancar dan damai . Lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, macet.

Pantauan di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pukul 08.50 WIB, Senin (2/12/2019), terlihat massa dari dalam Monas keluar dan menyeberang jalan menuju ke arah Jalan Abdul Muis. Mereka membubarkan diri untuk kembali ke daerah masing-masing. (wis/det)