PROMOSI PRODUK

Kiai Wahab Idola Wapres Kiai Ma'ruf

On Friday, January 24, 2020


JOMBANG (DutaJatim.com) - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jombang,  Jawa Timur Kamis (23/1/2020), Wapres Prof KH Ma'ruf Amin, berziarah ke makam pahlawan nasional,  KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971), di kompleks Pesantren Tambak Beras, Jombang. 

Kiai Wahab adalah salah satu tokoh idola Wapres Ma'ruf Amin.  Keduanya punya banyak kemiripan karakter.  Sama-sama pernah menjadi Rais Am Syuriyah PBNU: Kiai Wahab pada periode 1947-1971, Kiai Ma'ruf periode 2015-2019. Sama-sama ahli fikih dan pernah memimpin partai politik. Juga sama-sama tipe penggerak organisasi.

"Sosok KH Wahab Chasbullah, buat saya, merupakan role model ideal Rais 'Am PBNU. Ada empat kriteria minimal yang harus dimiliki Rais 'Am: faqih (ahli fikih), munadhdhim (organisatoris),  muharrik (penggerak), dan mutawarri' (terjaga pergaulannya). Kiai Wahab memiliki keempatnya," tulis Kiai Ma'ruf dalam endorsment buku "Tambak Beras: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah" (2017).

Kiai Wahab juga dikenal sebagai santripreneur. Sebelum istilah itu ada, Mbah Wahab sudah jauh hari memelopori santri harus berjiwa wirausaha.




Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja di Jombang untuk  membuka Rakernas Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, Santri Digital Fest, di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/1/2020).

Dalam kesempatan itu Wapres KH Ma'ruf Amin mendorong santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.

“Saya harapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, dan pesantren itu sendiri agar memajukan kemandirian ekonomi, sosial, dan memacu perkembangan skill teknologi dan skill pemasaran melalui pendekatan kratif, inovatif, dan strategis,” kata Ma'ruf  Amin.

Dalam konteks inilah, menurut Ma'ruf, tema Rakernas IPPNU “Santri Goes beyond Digital Society” dinilai tepat. Dia menilai kemampuan pelajar dan santri harus ditingkatkan. Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam tatanan masyarakat di segala lini meliputi antara lain ekonomi, budaya, dan sosial.

"Kita perlu ingat pentingnya mendorong terus menerus kreativitas yang strategis dan dinamis dan penekanan agar santri dan pelajar benar-benar memahami tren digital saat ini," tanda dia.


OPOP Jatim

Kiai Ma'ruf juga menyampaikan dukungannya agar ekonomi pesantren sebagai bagian penguatan ekonomi kerakyatan dapat terus mengurangi kesenjangan antara pelaku ekonomi lemah dan pelaku ekonomi kuat. 

Dia menyebutnya sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia yang berbasis kolaborasi antara pelaku ekonomi kuat dan lemah. Bukan konfrontasi, juga bukan sekadar menungu trickle down effect.

"Program one pesantren one product (OPOP) Jatim juga berintikan kolaborasi. Pilarnya adalah sinergi antara koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Ekosistem pengembangan OPOP menggunakan metode antara lain training, mentoring, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi permodalan. OPOP Training Center telah didirikan di Universitas NU Surabaya atau UNUSA," ungkap dia.

Jaringan program ini terdiri kementerian, BUMN, perusahaan swasta, organisasi internasional, dan lembaga pendidikan.

Dia menyebutkan, sejumlah pesantren besar yang tergabung dalam program OPOP ini merata di seluruh Jawa Timur. Mulai Pesantren di Lamongan (Sunan Drajat), Tuban (Langitan), Pasuruan (Sidogiri), Mojokerto (Amanatul Ummah), Ponorogo (Gontor), Malang (Al Hikam), Probolinggo (Nurul Jadid), Sumenep (An Nuqoyyah, Al Amin), sampai Banyuwangi (Blok Agung).

"Pilar OPOP Jawa Timur bukan hanya individu santri menjadi santripreneur, melainkan juga institusi pesantren menjadi pesantrenpreneur, tetapi juga alumni pesantren yang tebarannya sangat luas dan jumlahnya terus bertambah, menjadi sosiopreneur. Muaranya adalah menghasilkan produk sesuai standar syariah dan halal, yang diterima pasar, berdaya saing, dan berbasis ekonomi digital," terang dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan gerakan OPOP yang dimulai Pemprov Jatim sejak 2019 ini, sampai 2023 menargetkan 1 juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan, baik barang atau jasa. Pada 2019 ditargetkan 100.000 santripreneur dan 150 produk unggulan. Pada tahun ini targetnya adalah 200.000 santripreneur dan 200 produk unggulan, sama seperti target tahun depan. Selanjutnya pada 2022 diharpak bisa muncul 250.000 santripreneur dan 200 produk unggulan. 

"Saya mendorong gerakan semacam OPOP ini juga bergerak di provinsi-provinsi lain. Saat ini, selain Jawa Timur, program OPOP juga berkembang dinamis di Jawa Barat sejak 2018," tutur dia.

Santri Gus Iwan

Wapres menegaskan gerakan ekonomi pesantren sudah lama berlangsung. Bila gerakan ini terus digerakkan, didampingi, difasilitasi, dan dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan, akan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang strategis bagi upaya meningkatkan kesejahteraan umum.

“Saya ingin ada Santri Gus Iwan Santri Bagus Pintar dan Wirausawahan, sehingga pesantren bukan hanya pusat pencetak ulama yang mutafaqqih fiddin tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dengan semangat kebangkitan Nahdlatut Tujjar yang didirikan kaum santri,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga meninjau Pameran “Gelar Karya Santri Nusantara”, terdiri 60 dari stand dan diikuti 20 santripreneur dari SMK Mini di bawah naungan pondok pesantren, 20 pesantrenpreneur dari perwakilan koperasi pesantren dan 20 sociopreneur alumni pesantren yang punya usaha. Mereka terpilih dari seluruh Jawa Timur yang terbina melalui OPOP.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Koperasi Teten Masduki, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.

Gubernur berpesan agar anak muda tak terkecuali kader IPPNU berhati-hati berada di lingkungan anak muda era post truth. Dalam industri ecommerce, Khofifah mengetahui peta kompetisi luar biasa dengan membanjirnya produk luar negeri.

Dirinya mengajak santri dan pesantren menghadapi persaingan ketat dan beradaptasi dengan percepatan teknologi. Gempuran pasar online, kata dia, turut berdampak pada ketidaksiapan sejumlah industri di Jatim dengan penurunan omzet sebagaimana kasus di sentra tas Tanggulangin.

“Saya ingin mengajak mereka bangkit. Kita ingin Wapres memotivasi IPPNU dengan potensi luar biasa, harapannya tumbuh Nahdlatut Tujjar, baik online atau onffline dengan sinergitas dan semangat yang NKRI-nya harga mati,” kata Khofifah.

Ketum IPPNU, Nurul Hidayati Ummah, mengatakan Rakernas yang mengangkat tema “Santri Goes beyod Digital Society” kali ini akan membahas sejumlah isu strategis terutama penguatan pengkaderan di internal organisasi.

Rakernas yang dihadiri 30 pimpinan wilayah dari Sabang sampai Merauke ini, kata dia, juga akan merumuskan kebijakan aplikatif di tingkat pimpinan pusat hingga ranting komisariat.

"Dalam kegiatan ini juga dihelat Gelar Karya Santri, menghadirkan karya-karya santri yang tergabung dalam program One Pesantren One Product di stan-stan bazar yang tersedia si lokasi Rakernas. Hal ini sebagai wujud kepedulian IPPNU terhadap santri yang memiliki karya luar baisa di era digital," kata Nurul.

Menurut dia, di era ini banyak kreasi dan inovasi santri nusantara yang perlu diberikan perhatian lebih agar santri bisa berkiprah di dunia digital. Perkembangan era digital, kata dia, merupakan tantangan sekaligus peluang santri untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju

"Kita ingin ke depan di era digital santri bisa menguasai pasar nasional dan internasional. Mohon doa dan bimbingan menciptakan generasi bangsa unggul untuk berkontribusi bagi Indonesia yang maju,” pungkas Nurul. (hud/bs)

Wapres KH Ma'ruf Amin Paparkan Empat Bingkai Jaga Kerukunan Nasional, Apa Saja?

On Friday, January 24, 2020



YOGYAKARTA (DutaJatim.com) - Kerukunan umat beragama unsur utama dari kerukunan nasional. Untuk itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibangun untuk menjaga kerukunan umat nasional.

"Kalau ini terganggu maka kerukunan nasional akan terganggu. Karena itu kerukunan umat beragama adalah kunci," tegas Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat bertemu dengan FKUB DIY di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa Indonesia yang terdiri dari berbagai ras, etnis dan agama tetapi bisa bersatu menjadi NKRI karena adanya dialog dan kesepakatan sehingga lahir titik temu yakni Pancasila.

"Karena ini termasuk kesepakatan. Oleh karena itu umat Islam menamakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai kesepakatan nasional. 

"Kita mampu sampai hari ini mengawal kesepakatan itu," ujarnya.

Wapres pun inginkan  kehidupan bangsa Indonesia itu dapat menjadi contoh bagi negara lain.

"Kita ingin Indonesia menjadi model. Bagaimana menjaga kedamaian, solidaritas, dan demokrasi di dunia ini," pintanya.

Sesungguhnya ketidakdamaian itu, kata Wapres, karena tidak ada dialog atau sesudah dialog tidak terdapat kesepakatan. 

Wapres menambahkan kesepakatan sering dicederai atau dibatalkan oleh pihak tertentu. Bagaimana menjaga kesepakatan itu agar menjadi damai dan tidak menjadi konflik sehingga Indonesia menjadi contoh. 

"Forum ini justru memberikan stimulan agar kita terus menjaga kerukunan," bebernya.

"Maka itu, kita membangun FKUB provinsi maupun kab/kota," imbuhnya.

Ada empat bingkai yang harus diperkuat untuk menjaga kerukunan nasional. 

Di hadapan para majelis tokoh lintas agama se-DIY, Wapres paparkan empat bingkai yang harus diperkuat untuk menjaga kerukunan nasional. 

Yang pertama, kata Wapres, bingkai politik yang disebut 4 pilar atau kesepakatan/konsensus nasional.

"Tidak hanya kesepakatan tapi juga implementasinya," ucapnya.

Yang kedua, terang Wapres, adalah penegakan hukum atau bingkai yuridis.  

"Memperkuat aturan yang bisa mencegah rusaknya keutuhan bangsa ini," paparnya.

Kemudian bingkai ketiga, jelas Wapres, sosiologis, yaitu kearifan lokal. 

"Yogya punya kearifan lokal yang kuat dan tidak ada konflik agama," pujinya.

Bingkai keempat, urai Wapres, adalah bingkai teologi. 

"Supaya agama-agama membangun teologi kerukunan bukan teologi konflik," terangnya. 

Intoleransi, Radikalis dan Kontra Radikalis.

Terkait adanya kelompok-kelompok intoleran sebagaimana yang disinggung Gubernur DIY, menurut Wapres, bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi muncul juga di banyak negara.

"Tantangan kita sekarang tadi sudah disebut Pak Gubernur yaitu adanya kelompok-kelompok intoleran. Bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga global. Kita tidak boleh memberikan kesempatan pada kelompok intoleran," pesannya.

Wapres menjelaskan timbulnya radikalisme mulai dari cara berpikir intoleran lahirlah radikalisme dan ujungnya terorisme. Oleh karena itu, sambung Wapres, pemerintah memandang perlu secara serius melakukan upaya penangkalan radikalisme. 

"Saya ditugaskan Bapak Presiden untuk menggalang upaya penangkalan ini. Karena itu saya mengoordinasikan seluruh K/L secara bersama-sama menangkal ini," bebernya.

Selain itu, Wapres juga menjelaskan pengertian dan penanganan kontra radikalisasi dan deradikalisasi.

"Ada dua yang harus dilakukan dalam upaya kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Kontra radikalisasi artinya ketika kelompok tertentu upaya melakukan radikalisasi maka kita perlu menangkal jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh cara berpikir radikal," urainya.

Untuk menangkal ini, menurut Wapres, cegah cara berpikir intoleran sehingga tidak  berkembang. Untuk itu harus ditanggulangi dari hulu ke hilir,  melalui lembaga pendidikan dari PAUD sampai ke pendidikan tinggi. 

"Ada berbagai upaya kontra radikalisme melibatkan semua kementerian yang membangun cara paham yang moderat. Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin," tandasnya. 

"Ini yang harus disosialisasikan Islam yang wasatiah, toleran.
Oleh karena itu salah satu yang harus dikuatkan dalam menjaga keutuhan bangsa ialah bingkai teologi," pesannya.

Mengakhiri sambutannya Wapres tak lupa memuji Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang telah berhasil menjaga kerukunan umat beragama.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur DIY selaku Forkompinda yang berhasil menjaga kerukunan umat beragama dengan sangat baik dan menjadi contoh bagi seluruh provinsi di Indonesia," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwa silaturahmi ini mengandung dua makna penting di Yogyakarta ini.

Pertama, kata Sri Sultan, forum ini dipandang tepat untuk  mengembalikan memori kolektif sebagai bangsa. 

"Republik Yogya (jaman dulu) telah merefleksikan perjuangan bersama tanpa membeda-beda  keyakinan, suku, ras, golongan, status sosial, dan lain-lain. Di kota inilah proses menjadi Indonesia diwujudnyatakan dalam semangat kebhinekaan tunggal ika yang disemaikan, dipupuk, dan dibangun bersama," kenangnya.

Kedua, urai Sri Sultan, memulihkan citra kota toleransi yang akhir-akhir ini sering dicederai oleh perilaku intoleransi dan tindak kekerasan oleh mereka yang keyakinannya tentang agama belum paripurna. 

"Padahal bukankah ajaran Islam ada untuk semesta dan memuat tema kemanusiaan," ucapnya.

Menutup sambutannya Sri Sultan menyampaikan permohonan agar Bapak Wapres sebagai sosok pimpinan Islam terkemuka menjadi leader modern Islam kemanusiaan," tuturnya. (hud)

Hasto Sebut Harun Masiku Bukan Tersangka tapi Korban, KPK Membantah

On Friday, January 24, 2020



JAKARTA (DutaJatim.com) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut  tersangka suap terkait PAW anggota DPR RI dari Fraksi PDIP periode 2019—2024, Harun Masiku (HAR), sebagai korban. Namun  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan Hasto tersebut.


Hasto sendiri menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi untuk tersangka Saeful (SAE) dari unsur swasta dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait dengan penetapan calon terpilih anggota DPR RI periode 2019—2024.
Ditemui usai menjalani pemeriksaan di KPK Jumat 24 Januari 2020,  Hasto mengatakan bahwa berdasarkan konstruksi hukum yang telah dibangun oleh Tim Hukum PDIP, Harun Masiku bukanlah tersangka, melainkan korban dalam perkara ini.

"Dari seluruh konstruksi hukum yang dilakukan oleh tim hukum kami, dia menjadi korban karena tindak penyalahgunaan kekuasaan itu," kata Hasto usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat siang.

Hasto juga mengaku dirinya dimintai keterangan sebagai saksi terhadap dugaan tindak pidana suap yang melibatkan eks anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang menjadi salah satu tersangka dalam perkara ini.

Selain itu, dia juga menjelaskan kronologis terkait dengan keputusan PDIP menunjuk Harun Masiku menjadi anggota DPR menggantikan calon terpilih anggota DPR RI dari PDIP Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Hasto diperiksa sekitar 5 jam dan mendapat 24 pertanyaan dari penyidik KPK.

Selain Hasto, penyidik KPK pada hari ini juga memeriksa dua orang staf DPP PDIP masing-masing bernama Gery dan Kusnadi.

Saat dikonfirmasi terpisah, Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pernyataan Hasto tersebut.

"Ketika kami tetapkan tersangka dengan bukti permulaan yang cukup bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pemberian dan penerimaan suap," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 24 Januari 2020.

Ali Fikri menekankan, KPK meyakini hal itu berdasarkan alat bukti yang ada. "Kami terus periksa saksi yang ada adalah terkait dengan tindak pidana korupsi, jadi bukan sebagai korban," katanya.

Menurut Ali, masih terlalu dini untuk menilai Harun sebagai korban sebab hingga saat ini penyidik KPK telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menjerat Harun sebagai tersangka dugaan suap.

"Karena tentunya bagi kami berdasarkan bukti permulaan yang cukup, pelaku adalah tindak pidana dalam hal ini adalah tindak pidana korupsi suap-menyuap, pemberi kepada penyelenggara negara," kata Ali.

KPK dalam perkara ini juga memeriksa dua anggota KPU: Eva Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy'ari. Keduanya diperiksa juga untuk tersangka Saeful.
Sehari sebelumnya, KPK pada hari Kamis (23/1) telah memeriksa dua pejabat KPU, yakni Kepala Bagian Teknis KPU Yuli Harteti dan Kasubag Pencalonan KPU Yulianto. Keduanya diperiksa untuk tersangka Saeful (SAE).

Sebelumnya, KPK pada Rabu (22/1) juga telah memeriksa Kasubag Persidangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riyani juga untuk tersangka Saeful.

Terkait dengan pemeriksaan Riyani, KPK mengonfirmasi yang bersangkutan terkait tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) para anggota KPU RI.

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus tersebut, yakni sebagai penerima adalah anggota KPU Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Sebagai pemberi adalah kader PDIP Harun Masiku (HAR) dan Saeful.

Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan I menggantikan calon terpilih anggota DPR Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu menerima Rp600 juta.(ndc/ant)

Diperiksa KPK, Hasto Ngaku Sebagai Saksi

On Friday, January 24, 2020


JAKARTA (DutaJatim.com)  - Akhirnya Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, Jumat 24 Januari 2020 hari ini.  Hasto diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penetapan anggota DPR pengganti antar waktu dari Fraksi PDIP dengan tersangka bekas caleg PDIP Harun Masiku dan komisioner  KPU Wahyu Setiawan.

Tampak  Hasto datang memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat pagi hari tadi. Ketika ditemui wartawan, dia menyatakan siap memenuhi tanggung jawabnya sebagai warga negara untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi di kasus ini.

"Hari ini saya memenuhi tanggung jawab warga negara dalam menjaga marwah KPK, memenuhi undangan untuk hadir sebagai saksi," kata Hasto di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Hasto masih enggan banyak komentar terkait pemeriksaannya pada hari ini. Ia berjanji akan memberikan keterangan kepada awak media setelah rampung menjalani pemeriksaan.

"Keterangan pers akan saya sampaikan setelah pemeriksaan tersebut," katanya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 Juta dari total Rp400 Juta. Sisanya atau senilai Rp200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

Sekongkol

Lalu apa peran Hasto dalam kasus ini? Dalam tulisan di Tempo.Co edisi Senin 13 Januari 2020 ada tulisan berjudul "Bersekongkol Menyelamatkan Hasto".

Dalam tulisan itu disebutkan  sepatutnya kita memberi hormat kepada tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi yang dengan gigih berupaya menangkap Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto.

 Di tengah merosotnya kepercayaan publik kepada KPK, mereka berani melawan berbagai tekanan ketika membongkar kasus dugaan suap komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, yang ikut menyeret Hasto.


Wahyu diringkus pada Rabu, 8 Januari lalu, bersama sejumlah orang yang dua di antaranya orang dekat Hasto. Ia diduga meminta duit Rp 900 juta untuk meloloskan Harun Masiku, calon legislator PDIP dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I yang gagal terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.


 Suap itu diduga untuk mempermulus pelengseran Riezky Aprilia, anggota DPR yang telah dilantik, melalui mekanisme pergantian antarwaktu di KPU. Riezky ditetapkan KPU sebagai anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas, yang meninggal. Riezky adalah peraih suara pemilu terbanyak setelah Nazar. Diduga sebagian duit yang diberikan kepada komisioner KPU berasal dari Hasto.

Namun upaya menciduk Hasto gagal total. Tim penindakan KPK yang mencoba masuk ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian Hasto, dihalang-halangi sejumlah polisi. 

Petugas komisi antirasuah sempat ditahan, bahkan diteror dengan uji urine seolah-olah mereka pemadat narkotik. Tim KPK pun tak bisa menyegel ruangan Hasto di kantor PDI Perjuangan karena dihalangi petugas di partai banteng.

Namun Hasto membantah kabar itu. Dia juga merasa dipojokkan dalam kasus ini oleh pemberitaan media massa. Lalu siapa yang benar? Tunggu saja hasil pemeriksaan KPK Jumat hari ini. (tmp/det)




Karyawan Huawei Indonesia Asal China Demam, Terindikasi Kena Virus Corona?

On Friday, January 24, 2020


Karyawan pakai masker hindari Corona.

JAKARTA (DutaJatim.com) - Virus Corona dikabarkan belum terindikasi masuk ke Indonesia. Virus yang berasal dari China itu sudah mengguncang dunia. Disebut menyebar hingga Amerika. Karena itu, pintu masuk ke Indonesia dijaga sangat ketat dengan alat deteksi suhu tubuh di bandara atau pelabuhan.

Namun demikian ada pula kabar seorang pekerja asal China disebut terindikasi Corona. Dia adalah karyawan PT Huawei Tech Investment Indonesia.

Untuk itu PT Huawei pun angkat bicara soal kabar salah seorang karyawan yang berasal dari China diduga terjangkit virus corona.  Manajemen membenarkan karyawannya itu mengalami demam--salah satu gejala pneumona Wuhan ini.

"Seorang karyawan dari China yang mengunjungi kantor kami di Jakarta mengalami demam. Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit," kata Manajemen Huawei Indonesia dalam keterangan tertulis saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020.

Namun, Huawei Indonesia saat ini belum dapat memastikan apakah karyawan tersebut terjangkit virus corona atau tidak hingga nanti mendapat konfirmasi dari pihak rumah sakit selaku otoritas dalam bidang kesehatan.

"Begitu kami menerima konfirmasi, kami akan menginformasikan kembali," kata Huawei Indonesia.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan karyawan menyusul virus corona, Huawei Indonesia membagikan masker kepada karyawannya.

"Mengenai pembagian masker di kantor kami, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur serta bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja kami," ujar Huawei Indonesia.

Sementara itu, sebagai pemilik gedung kantor Huawei Indonesia, yang berlokasi di Gedung BRI 2, Jalan Sudirman, Benhil, Jakarta Pusat, Bank BRI telah berkoordinasi dengan Huawei dan pihak terkait untuk melakukan investigasi.

Corporate Secretary Bank BRI, Hari Purnomo, dalam keterangan tertulis, mengatakan Bank BRI senantiasa mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI No.48 Tahun 2016.

"Saat ini BRI telah melakukan pengendalian risiko keselamatan bagi para pekerja BRI dengan memberikan masker bagi seluruh pekerja Kantor Pusat Bank BRI," ujar Hari. Dia juga menyebut karyawan Huawei terkena radang tenggorokan.  (ndc)

Yenny dan The WAHID Institute

On Thursday, January 23, 2020



JAKARTA (DutaJatim.com) - Yenny Wahid hari-hari ini menjadi pembicaraan publik karena putri presiden ke-4 RI itu ditunjuk oleh Presiden Jokowi melalui Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris independen Garuda Indonesia. Sebagai perempuan politisi, aktivis, dan putri seorang presiden, tentu, Yenny bisa mengemban tugas dari negara itu dengan baik. Artinya, bisa ikut membawa maskapai penerbangan milik negara itu menjadi perusahaan yang membanggakan bagi masyarakat.

Nama Yenny tidak bisa dilepaskan dari Gus Dur, ayahandanya. Selain PKB yang didirikan oleh Gus Dur, Yenny juga berhasil membesarkan The WAHID Institute, sebagai lembaga yang memiliki reputasi internasional. Lalu bagaimana kiprah Yenni di lembaga ini?

Berikut profil singkat  The WAHID Institute.

Berdiri sejak 7 September 2004, The WAHID Institute (WI) adalah lembaga yang berusaha mewujudkan prinsip dan cita-cita intelektual KH Abdurrahman Wahid dalam membangun pemikiran Islam moderat yang mendorong terciptanya demokrasi, multikulturalisme, dan toleransi di kalangan kaum muslim di Indonesia dan seluruh dunia. Dalam berbagai programnya, WI menggelar kegiatan di lingkungan aktivis muslim progresif dan dialog-dialog di antara pemimpin agama-agama dan tokoh-tokoh politik di dunia Islam dan Barat.


VISI 

Terwujudnya cita-cita intelektual Gus Dur untuk membangun kehidupan bangsa Indonesia yang sejahtera dan umat manusia yang berkeadilan sosial dengan menjunjung tinggi pluralisme, multikulturalisme, demokrasi, HAM yang diinspirasi nilai-nilai Islam. The Wahid institute berusaha memperjuangkan terciptanya dunia yang damai dan adil dengan mengembangkan pandangan Islam yang toleran dan moderat dan bekerja untuk terbangunnya kesejahteraan bagi semua manusia.



MISI

Mengembangkan, merawat dan menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang damai dan dan toleran.

Mengembangkan dialog-dilog antara budaya lokal dan internasional demi memperluas harmoni Islam dengan berbagai kebudayaan budaya dan agama di dunia.

Mendorong beragam inisiatif untuk memperkuat masyarakat sipil dan tata kelola pemerintah yang baik di Indonesia dalam penguatan demokrasi.

Mempromosikan partisipasi aktif dari beragam kelompok agama dalam membangun dialog kebudayaan dan dialog perdamaian.

Mengembangkan inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial.


PENDIRI 

KH Abdurrahman Wahid. 

Akbar disapa Gus Dur, mantan Ketua Umum pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini figur penting dalam gerakan demokrasi dan pemikiran moderat di lingkungan muslim Indonesia. Bacaan dan perhatiannya amat luas, dari politik hingga humor. Seperti sebelumnya, ketika putera mantan Menteri Agama RI ini menjadi Presiden RI (1999-2001), banyak langkah penting yang diambil, terutama demi menjamin hak-hak kelompok minoritas.


Dr. Gregorius James Barton.

Doktor lulusan Northwestern University Amerika ini mulai menekuni isu gerakan progresif muslim di Indonesia sejak akhir tahun 80-an. Salah satu yang menjadi tokoh penting dalam penelitiannya, KH. Abdurrahman Wahid. Sejak itu ia berkenal dengan Gus Dur dan menjadi sahabat dekat. Ia juga menulis buku Gus Dur : the authorized biography of Abdurrahman Wahid. Kini Greg Barton menjadi salah satu profesor peneliti di the Herb Feith Research untuk studi Indonesia di Fakultas Seni, Monash University. Ia juga menjadi Direktur Centre for Islam and the Modern World (CIMOW), Deputi kursi UNESCO untuuk Interreligious and Intercultural Relations Asia Pacific, dan aktif di the Global Terrorism Research Centre (GTReC).


Yenny Zannuba Wahid. 

Puteri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid ini mantan jurnalis Sidney Morning Herald dan the Age, Australia. Ia meraih gelar master di Harvard Kennedy School of Government. Pada 2006 menjadi staf khusus komunikasi politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di tahun 2009, didapuk sebagai Young Global Leader oleh World Economic Forum. Yenny banyak bergiat dala forum-forum dialog antaragama dan advokasi isu-isu toleransi di Indonesia.


Ahmad Suaedy 

Salah seorang aktivis progresif Tanah Air ini banyak terlibat aktif dalam pembelaan kelompok minoritas. Saat WI berdiri, pendiri dan inisiator sejumlah NGO ini dipercaya menjadi Direktur Eksekutif. Dalam lima tahun terakhir, alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu banyak terlibat dalam penelitian di tingkat nasional dan regional, khususnya menyangkut isu demokrasi dan minoritas. Saat ini ia menjadi Direktur Eksekutif Abdurrahman Wahid Center Universitas Indonesia

Profil lengkap the Wahid Institute bisa diunduh DI SINI.




Kapal Phinisi Angkut Wartawan Peliput Kunjungan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

On Tuesday, January 21, 2020



LABUAN BAJO  (DutaJatim.com) -Rombongan wartawan yang mengikuti kunjungan kerja Presiden Jokowi di Labuan Bajo NTT mengalami musibah Selasa 21 Januari 2020. 

Kapal Phinisi yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan laut. Kapal itu dihantam angin kencang hingga terbalik di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat berlayar dari perairan Pulau Bidadari menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo. Bersyukur semua penumpang berjumlah 16 orang selamat.

"Saat itu kapal melaju di laut tiba-tiba angin kencang menerpa kapal. Layar kapal yang sebelumnya digunakan saat berlayar belum sempat diturunkan sehingga kapal langsung terbalik dan terjatuh ke sebelah kiri," kata Kapolres Manggarai Barat, AKBP Handoyo Santoso, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Handoyo mengatakan para penumpang lalu dievakuasi pihak resort menggunakan tiga kapal. Kecelakaan laut ini terjadi pada pukul 12.00 Wita.

Awalnya, sekitar pukul 11.00 Wita,
Kapal KLM Plataran Phinisi Bali membawa sembilan orang tamu Pers Kepresidenan bertolak dari Dermaga Kayu Plataran Resort Labuan Bajo menuju ke Bidadari yang berjarak sekitar 0,5 mil. Para jurnalis hendak   melakukan kegiatan pengambilan gambar panorama indah di sana dengan menggunakan kapal layar.

Selanjutnya pukul 11.30 Wita kapal tiba di perairan Bidadari.  Posisi kapal langsung berputar haluan menuju ke arah Labuan Bajo.  Tanpa berhenti kapal terus berlayar.

Namun sekitar pukul 12.00 Wita, tiba-tiba saja angin kencang menerpa kapal di mana layar kapal yang sebelumnya digunakan saat berlayar belum sempat diturunkan. Kapal pun langsung terbalik dan terjatuh ke sebelah kiri.

 Saat itu juga kapten kapal dan crew kapal langsung mengeluarkan life jacket dan life raf untuk digunakan oleh para penumpang.

Pukul 12.15 Wita tiga speed boat milik Plataran menuju ke perairan Bidadari untuk mengevakuasi seluruh penumpang kapal yang selamat dan langsung dibawa menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo. (wis/det)


Para Jurnalis selamat dalam musibah itu.


Mereka yang menumpang kapal tersebut adalah:

- Kapten Kapal: Andy Ahmad

- 3 orang ABK: Densi Gau (40), Muhamad 
      Roni (20), Muhamad wahyu (20)

- 2 orang tamu: 1 orang istri ABK, 1 orang
      anak ABK

- 1 orang guide: Jack (41)

- 9 orang tamu Pers/media Kepresidenan:

1. Edho Ferdinazah, Laki-laki, (38)
2. Anindyka Pribadi, Perempuan, (28)
3. Sri Krismastianti Barumo Suryo K
    Perempuan, (28)
4. Agus Rahmat, laki-laki, (34)
5. Agus Susilo, laki-laki, (39)
6. Desca Natalia, Perempuan, (33)
7. Lisa Ekeham, Perempuan, (26)
8. Nita Sari, perempuan, (40)
9. Iwan, laki-laki (40)


Sumber foto: detik.com