PROMOSI PRODUK

Pemprov Jatim Targetkan Distribusi Air  SPAM Umbulan Mulai Beroperasi Desember 2019 Ini

On Monday, December 02, 2019


SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemprov Jatim Targetkan Distribusi Air  SPAM Umbulan Mulai Beroperasi Desember 2019 ini.

Untuk itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat mengadakan kunjungan mendadak ke proyek SPAM Umbulan di Desa Umbulan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan, Jumat (29/11/2019). 

Bersama Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono dan jajaran kepala OPD, Khofifah menyebut kunjungannya itu dilakukan dalam rangka  percepatan operasional distribusi  SPAM Umbulan yang merupakan proyek strategis nasional (PSN). 

Sejak ditetapkan sebagai PSN di tahun 2017 lalu, proyek SPAM Umbulan kini sejatinya sudah masuk tahap akhir pembangunan infrastuktur jaringan perpipaan. Pembangunan jaringan pipa kini di lima kabupaten dan kota sudah berprogres 96 persen. 

Dari total 96,5 kilometer panjang jaringan pipa dari Kabupaten Pasuruan hingga Kabupaten Gresik, kini tersisa 10.900 meter saja jaringan pipa yang belum tersambung. 

"Kita ingin mempercepat operasional air SPAM Umbulan untuk mengatasi kebutuhan air bersih   di lima kabupaten dan kota di Jawa Timur. Yaitu di Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik," kata Khofifah saat ditanya wartawan usai melakukan peninjauan di SPAM Umbulan.

Jika distribusi air SPAM Umbulan yang memiliki debit 4.000 liter per detik ini beroperasi, maka akan ada 1,3 juta penduduk yang terbantu masalah kebutuhan air bersihnya melalui 300.000 pelanggan baru PDAM. 

Oleh sebab itu, demi percepatan pemenuhan layanan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih, Khofifah menargetkan dalam waktu singkat, paling tidak minggu ketiga bulan Desember 2019, SPAM Umbulan bisa mulai dioperasikan dan mendistribusikan air bersih ke masyarakat secara bertahap.

"Maksimal minggu ketiga bulan Desember 2019 Insya Allah kita akan mulai operasionalkan distribusi air bersih dari proyek SPAM Umbulan. Distribusi air bersih akan dilakukan mulai Kabupaten dan Kota  Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya  dengan titik akhirnya di Putat Gede," tegas wanita yang juga mantan Menteri Sosial RI ini. 

Sedangkan dari Putat Gede sampai wilayah Kabupaten Gresik dikatakan Khofifah diharapkan masyarakat bersabar dulu hingga sisa penyelesaian 10.900 meter jaringan pipa yang kini belum tersambung. 

Sejatinya, sempat dijelaskan Khofifah, infrastruktur jaringan pipa di Kabupaten Gresik sudah selesai seluruhnya. Lantaran ada sambungan pipa di Surabaya yang masih  terkendala pemanfaatan lahan, maka jaringan pipa dari Putat Gede ke Kabupaten Gresik terputus dan belum bisa mendistribusikan air SPAM Umbulan.

Untuk itu, pemerintah provinsi Jawa Timur kini tengah melakukan upaya agar penyelesaian pemanfaatan lahan untuk menyambungkan 10.900 meter pipa tersebut bisa segera terlaksana. 

"Prinsipnya kami ingin percepatan operasional distribusi air bersih dari SPAM Umbulan bisa segera dilakukan, karena kebutuhan masyarakat kita terhadap air bersih ini tinggi sekali," tegasnya. 

Sebagaimana diketahui, pembangunan proyek strategis nasional SPAM Umbulan ini dilakukan dengan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Ada sebagian dana dari APBN, ada sebagian dari APBD Provinsi Jawa Timur dan ada dana dari pihak swasta. 

Jika sudah beroperasi seluruhnya, distribusi SPAM Umbulan akan dibagi ke lima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Provinsi Jawa Timur. Yaitu masing-masing untuk Kota Surabaya sebesar 1.000 liter per detik, Kabupaten Pasuruan 410 liter per detik, Kota Pasuruan 110 liter per detik, Kabupaten Sidoarjo 1.200 liter per detik, Kabupaten Gresik 1.000 liter per detik dan PDAB 280 liter per detik. (gas/hms)

Gamal Albinsaid Maju Pilwali Surabaya, Disokong Sandiaga Uno?

On Monday, December 02, 2019


SURABAYA (DutaJatim.com) – Bursa bakal calon wali Kota Surabaya penerus Tri Rismaharini alias Risma bermunculan menjelang pilkada serentak 2020.

Kali ini giliran mantan Juru Bicara (Jubir) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, dokter Gamal Albinsaid,  mengumumkan bahwa dia maju Pilwali Surabaya 2020.

Gamal termasuk cawali Kota Surabaya dari kalangan milenial, sebab  usianya baru 30 tahun. Dia lahir di Malang 8 September 1989. 

Namun di usia yang begitu muda itu, dia sudah berkiprah di forum internasional.
Inovasi dan prestasinya sudah diakui dunia.


Selain seorang dokter, Gamal juga dikenal sebagai inovator kesehatan. Dia seorang peneliti, pengusaha, maupun wirausaha sosial. Berbagai inovasi yang dikembangkan di antaranya Klinik Asuransi Sampah, serta berbagai platform inovatif semisal InMed, SiapaPeduli, hingga Impact Indonesia.

Berbagai inovasi tersebut mengantarkan Gamal menjadi satu-satunya di Asia, yang mendapat penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustianbaility Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris. Penghargaan itu  diserahkan langsung oleh Pangeran Charles. Gamal juga masuk dalam 50 Inovator Sosial paling berpengaruh di dunia.

Lantas mengapa  Gamal maju pilwali Kota Surabaya?  Yang jelas dia menginginkan perubahan atas Kota Pahlawan menuju yang lebih baik ketimbang sekarang. Dia siap mengabdikan seluruh kemampuannya untuk kemajuan Surabaya menjadi lebih dari saat ini. Termasuk menawarkan solusi soal lapangan pekerjaan.


“Kami memastikan pembukaan lapangan kerja, dan saya sudah memulai itu dengan program Impact Indonesia,” katanya saat cangkrukan bareng warga di Warung Wibi Jl. Kaliasin 1, Surabaya, Minggu (1/12/2019) sore.

Lalu apa Impact Indonesia? Dia  adalah platform untuk transfer of knowledge, pelatihan, pembinaan, inkubasi, dan akselerasi kewirausahaan sosial yang holistik, komprehensif, berdampak, dan berkelanjutan.

Menurut Gamal, penyediaan lapangan kerja menjadi masalah di semua wilayah di Indonesia, tak terkecuali Surabaya. “Di semua wilayah punya keseragaman data yang kami periksa, kurang lebih empat masalah utama yang muncul,” katanya.

Mengutip beberapa lembaga survei, kata Gamal, pertama yakni lapangan kerja, bahkan angkanya mencapai 25,5 persen. Lalu harga yang tidak stabil, kemudian di bawahnya ada kemiskinan, kesehatan, serta masalah pendidikan.

Lima masalah utama itulah, lanjut Gamal, yang saat ini dihadapi rakyat Indonesia, termasuk warga Surabaya. Hal itu juga sudah dibuktikannya saat bertemu dengan banyak pedagang pasar, blusukan ke rumah warga, hingga cangkrukan dengan anak muda Kota Pahlawan.

“Saya tanya apa masalahnya? Harga, bagi ibu-ibu di pasar. Ketemu anak muda, masalahnya cari kerja. Jadi program utama, kami memastikan pembukaan lapangan kerja,” katanya.

“Dan saya sudah memulai dengan program Impact, melatih anak-anak muda untuk membuat usaha. Kami dampingi mereka dapatkan modal, terdaftar badan hukumnya, dapat tempat usaha, kami bantu mereka mengembangkan dan mengelola bisnisnya,” katanya.

Bagi Gamal, apa yang dilakukannya selama ini adalah solusi nyata. Dia pun ingin menjangkau lebih luas. Karena itu harus menggunakan sarana politik sebab dengan politik yang baik bisa mengambil kebijakan untuk masyarakat luas.

Politik yang baik itu salah satunya dengan masuk pemerintahan.  Jika selama ini yang dibantu belasan hingga puluhan orang, maka nantinya akan lebih banyak lagi.

“Ketika nanti dipercaya masyarakat (menjadi wali kota Surabaya), saya yakin bisa memberikan dampak yang lebih besar untuk masyarakat,” katanya. 


Restu Ibu

Lalu pakai kendaraan politik apa? Apakah disokong  Sandiaga Uno? Gamal mengaku sudah bertemu banyak tokoh nasional.

Salah satu tokoh yang sudah dia temui memang Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. Dia juga mengaku sudah bertemu dengan tokoh-tokoh dari sejumlah partai politik.

Hal tersebut menurut Gamal bisa memberikan pandangan dan penilaian terkait niatnya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020.

"Saya ketemu bukan hanya dengan Pak Sandiaga saja,  saya ketemu dengan banyak tokoh dari banyak partai untuk meminta pendapat soal (Pilkada) ini dan banyak yang dari mereka berikan saya optimisme dan keyakinan bahwa saya harus mengambil momentum ini," ucap Gamal.

Walaupun sudah bertemu dengan Sandiaga, pria asal Malang ini enggan menegaskan apakah Sandiaga merestuinya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020 atau tidak.

"Saya pikir restu bukan ke Pak Sandiaga, tapi saya istikharah, dan kedua orang tua. Setelah istikharah, Bismillah, ibu saya juga mengizinkan," katanya.


Lebih lanjut dia menegaskan, keinginannya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020 tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan partai politik atau tokoh nasional tertentu.

"Ini permintaan dari masyarakat dan saya ingin mewakafkan diri saya," katanya. (nas)

Dorong Percepatan Rekonstruksi, Gubernur Khofifah Tinjau Kondisi Tanggul Ambles di Tuban

On Sunday, December 01, 2019



TUBAN (DutaJatim.com) - Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., didampingi Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si.; Ketua DPRD Kabupaten Tuban bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Timur; Kepala Bakorwil Bojonegoro; pejabat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan intansi terkait meninjau kondisi tanggul yang retak dan ambles di Desa Sembungrejo, Plumpang, Tuban, Minggu (01/12/2019) sore. 

Kepada awak media, Gubernur Jatim menyampaikan peninjauan dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan pemulihan tanggul. Mengingat kabupaten Tuban diperkirakan akan mengalami musim penghujan pada penghujung 2019 dan puncaknya di bulan Februari 2020. 


"Kami juga telah berkomunikasi dengan BBWS dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur untuk melakukan langkah antisipatif," ungkapnya.

Lebih lanjut, fenomena tanggul retak tidak hanya terjadi di Kabupaten Tuban, melainkan juga di Kanor Bojonegoro, Lamongan, dan Madiun. Karenanya diperlukan langkah antisipatif sebelum dilakukannya perbaikan tanggul secara permanen.

Gubernur Jatim mengaku, telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan instansi terkait guna perbaikan serta pembangunan tanggul secara permanen agar dapatnya dimasukkan dalam APBN. 


Tidak hanya itu, dalam kondisi darurat diperlukan upaya pengamanan, salah satunya dengan meningkatkan daya tahan bronjong guna menahan kemungkinan naiknya debit air sungai. 

"Disini yang paling panjang retaknya. Kalau di Madiun selesai, sekarang tinggal Lamongan, Tuban, dan Kanor terakhir," terangnya. 

Gubernur Khofifah menerangkan, terdapat kesamaan penyebab rusaknya tanggul di beberapa wilayah yang dimaksud. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan percepatan rekontruksinya, meski masih dalam tahap darurat. Ketahahan proteksi harus kuat agar mencegah air meluber masuk desa. Dengan demikian dapat memberikan ketenangan dan rasa aman bagi warga desa sekitar tanggul.  

Gubernur  juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada warga desa yang telah bergotong-royong serta dukungan Pemkab Tuban dan BBWS yang intens.

Sementara itu, Wabup Tuban menyatakan tanggul di desa Sembungrejo pertama kali longsor di tahun 2015, dan kembali terjadi di awal Oktober 2019. Pemkab Tuban juga telah melarang warga menambang pasir dan menyedot air radius 600 meter dari titik longsor sejak satu bulan ini. Pengamanan 24 jam di sekitar tanggul juga dilakukan agar tidak ada warga yang melanggar. 

"Hal ini  dilakukan agar tanggul yang telah diperbaiki tidak ambles kembali," tegas Wabup. 

Pada kesempatan ini, Gubernur Jatim dan Wabup Tuban menyerahkan paket bantuan kepada sejumlah lansia dan warga kurang mampu yang tinggal di sekitar tanggul. Dialog juga dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada warga.


Untuk diketahui, upaya pengurugan tanggul Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Plumpang telah dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, tetapi tanggul kembali ambles. Pertama kali tanggul ambles diketahui terjadi pada akhir September 2019 dengan panjang retakan 80 meter dan penurunan 2,5 - 3 meter dari posisi awal. Pada 2 Oktober 2019, tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah melakukan upaya jojoh telo pada titik rekahan. 

Bupati Tuban Fathul Huda pada Jumat (8/11/2019) sore juga telah meninjau tanggul Sungai Bengawan Solo yang ambles di perbatasan Desa Sembungrejo dan Kedungrojo Plumpang. Selain faktor alam, amblesnya tanggul diduga kuat disebabkan praktik tambang pasir dan penyedotan air yang berada di tikungan sungai.

Bupati Huda mengungkapkan jika terjadi bencana, yang terdampak sampai 52 ribu hektar sawah. Belum lagi dengan pemukiman penduduk. Oleh karena itu, perlu penanganan cepat untuk memperbaiki tanggul ini. (Hud)

Lagi-lagi Jalur Maut Cangar Pacet Memakan Korban Jiwa

On Sunday, December 01, 2019



MOJOKERTO (DutaJatim.com)  -  Lagi-lagi jalur maut Cangar, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, memakan korban jiwa. Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur wisata pemandian air panas Padusan, Kecamatan Pacet, tersebut. Kali ini sebuah sepeda motor terjun ke sungai kering sehingga menewaskan tiga orang yang masih satu keluarga asal Kabupaten Mojokerto.

Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Edy Widoyono, mengatakan, tiga orang itu mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol S 4005 PZ. Sepeda motor yang dikemudikan Hartono (33), warga Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, itu melaju dari arah Kota Batu menuju Mojokerto melalui jalur alternatif Cangar-Pacet.

Korban membonceng istri dan anaknya, Nanik Supriyatin (29) dan Najwa (7). Sampai di turunan curam Desa/Kecamatan Pacet, sepeda motor kehilangan kendali. "Sepeda motor korban pun berjalan ke kanan lalu terjatuh ke sungai di sebelah timur yang sudah kering," kata Edy kepada wartawan, Minggu 1/12/2019).

Kecelakaan tunggal ini, lanjut Edy, mengakibatkan satu keluarga mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Pasalnya, tubuh ketiga korban terhempas ke dalam sungai yang kering dengan kedalaman sekitar 5 meter dari permukaan jalan. Korban pun seperti dibanting dengan sangat keras. Mereka akhirnya tewas saat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

"Suami dan istrinya meninggal dalam perjalanan ke RS Sumberglagah,Pacet. Sedangkan anaknya meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Pacet," kata Edy.
Selain mengevakuasi ketiga korban, polisi juga mengamankan sepeda motor mereka. Sepeda motor korban kini berada di Mapolsek Pacet.

Kecelakaan maut ini bukan yang pertama. Jalur Cangar Pacet sudah terkenal seram. Sepeda motor rem blong dan menabrak benteng pengaman sempat viral di media sosial dan ramai dibahas netizen. Lokasi kecelakaan itu di jalur Cangar Batu-Pacet Mojokerto. 

Di balik keindahan alamnya, jalur wisata Cangar-Pacet menyimpan potensi bahaya. Jalur alternatif Kota Batu-Kabupaten Mojokerto ini rawan kecelakaan akibat rem terbakar lantaran kondisi jalan yang menanjak atau tajam saat turun.

Keindahan alam di jalur Cangar-Pacet ini memang eksotis. Kanan kiri jalan aspal diwarnai hutan belantara. Sejuknya udara dan keindahan panorama pegunungan bakal memanjakan wisatawan yang melintas di sana.

Selain menjadi jalur ke sejumlah destinasi wisata, jalur ini menjadi alternatif menuju ke Kota Batu. Pasalnya, jika melalui jalur ini, bakal menghemat sekitar 2 jam perjalanan jika dibandingkan melalui Pandaan, Pasuruan.

Terdapat sejumlah titik yang menjadi momok bagi para pengguna jalan karena menjadi lokasi rawan kecelakaan. Seperti turunan AMD di Pacet, Mojokerto. Turunan ini mempunyai kemiringan sekitar 45 derajat. Di turunan ini, sisi kirinya berupa tebing, sementara sisi kanan berupa jurang yang lumayan dalam.

Turunan di rest area Sendi, Pacet, juga tak kalah mengerikan. Di lokasi ini juga kerap terjadi kecelakaan tunggal akibat rem blong. Tak hanya kendaraan roda 2, mobil wisatawan pun kerap celaka di titik ini.  Meski kemiringan di turunan ini tak securam jalur AMD, sisi kanan jalur berupa jurang. Sementara sisi kirinya berupa tebing. 

Karena itu, para pengguna jalan atau wisatawan diminta ekstra hati-hati bila melalui jalur ini. Bahkan, disarankan mencari jalur lain yang lebih amat, khususnya bagi yang sama sekali tidak tahu medan jalur tersebut. "Kalau saya, lebih baik balik ke Mojosari langsung ke Japanan dan ke Batu Malang. Bisa juga lewat Trawas menuju Prigen tapi juga lumayan menantang jalannya. Pokoknya jangan lewat Cangar," kata Rahmad, wisatawan, saat ditemui bersama keluarganya di Pacet Minggu 1 Desember 2019. (wis/det) 

Avanza Seruduk Truk di Tol Cipali 6 Tewas

On Sunday, December 01, 2019


SUBANG (DutaJatim.com) – Mengendarai mobil di tol panjang harus ekstra hati-hati. Sebab seringkali pengendara ngebut dengan kecepatan sangat tinggi. Akibatnya bila ada apa-apa di depannya pasti sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya.  Maka, terjadilah seperti ini: 
Avanza Seruduk Truk di Tol Cipali 6 Tewas

Kecelakaan maut itu terjadi di Ruas Jalan Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) Kilometer 113 .200 Jalur B, Minggu 1 Desember 2019 pagi.

Kecelakan melibatkan minibus Avanza nopol B 1076 PYC dengan truk pengangkut sepeda motor nopol B 9556 UIO. Enam orang tewas dan satu orang mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Panit PJR Cipali Iptu Karyana mengatakan kecelakaan itu terjadi pada pukul 05.00 WIB. Kedua kendaraan melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta di jalur lambat, namun setibanya di TKP kendaraan Avanza menyeruduk kendaraan yang tepat berada di depannya. Dugaan sementara pengemudi minibus Avanza tidak bisa mengendalikan laju kendaranannya. "Sehingga menabrak truk Mitsubishi ransus carrier," katanya.

Kencangnya laju kendaraan membuat minibus Avanza mengalami kerusakan parah. Bahkan masuk ke bagian belakang truk. Hampir seluruh badan kendaraan ringsek.
"Jadi minibus nempel di bagian belakang truk dan terseret hampir 100 meter. Posisi terakhir kedua kendaraan terhenti di bahu jalan," katanya.

Akibat kecelakaan ini, enam penumpang minibus tewas dan satu orang luka berat. Di antara korban ada yang masih anak-anak. Semua korban dievakuasi ke RSUD Ciereng Subang. 

Kini kasus kecelakaan sudah ditangani pihak kepolisian dari Laka Lantas Polres Subang dan masih melakukan pendataan dan pemeriksaan. (det/ wis)


Foto: detik.com

 Inovasi Rekristalisasi Garam Antar Desa Bunder Raih Terbaik I Sinodes Tingkat Jatim

On Sunday, December 01, 2019


Tim Penilai Dinas PMD Jatim saat Verifikasi Lapangan.

PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Inovasi Rekristalisasi Garam Antar Desa Bunder Raih Terbaik I Sinodes Tingkat Jatim. Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Madura, berhasil meraih terbaik I Kompetisi Inovasi Desa (Sinodes) untuk  Bidang Kewirausahaan (pengembangan ekonomi local ) tahun 2019. Kompetisi ini digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi Jawa Timur.

Kepastian Desa Bunder meraih terbaik I dalam Sinodes itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi Jawa Timur NO. 411.2/1435/112.2/2019, tanggal 26 Nopember 2019, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur Ir Muhammad Yasin MSi. Sinodes kali ini diikuti oleh sekitar 60 desa dari seluruh kabupaten dan kota se Jawa imur.

Pamekasan sendiri mengirim dua desa yakni Desa Bunder dan Desa Jarin Kecamatan Pademawu.  Namun yang berhasil meraih juara hanya Desa Bunder dengan program inovasi rekristalisasi garam menuju eduwisata garam. Pelaksanaan verifikasi lapangan Sinodes ke Desa Bunder dilakukan pada 11 Nopember lalu. Tinjauan lapangan ini untuk sinkronisasi data fortopolia yang dikirim oleh Pemkab Pamekasan pada panitia di Propinsi. 

Sejumlah tim penilai dari Dinas PMD Jatim turun ke Desa Bunder melihat dan melukukan dialog langsung dengan aparat dan pelaksana inovasi desa.

“Alhamdulillah dari hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim propinsi, kami diputuskan menjadi terbaik I untuk bidang kewirausahaan pegembangan ekonomi local. Sedangkan terbaik II diraih oleh Desa Purwodadi Kabupaten Pasaruan dengan program inovasi pengembangan lumbung pangan desa,” tutur Taufik Hidayat, Direktur BUMDes Bunder Pademawu, Minggu (1/12/2019) siang ini.

Taufik mengungkapkan dari sekitar desa 60 peserta dari kabupaten se Jawa Timur, panitia memilih 10 terbaik sesuai dengan pembidangannya. Dari 10 terbaik itu lalu dilakukan tinjauan lapangan atau verifikasi lapangan pada tanggal 11 sampai 19 Nopember lalu, kemudian menetapkan 5 terbaik sesuai pembidangan.

Dengan keberhasilan menjadi terbaik I, kata Taufik, maka Tim Sinodes Desa Bunder mendapat undangan untuk menerima hadiah dan penghargaan yang akan dilakukan bersamaan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) pada tangal 2 sampai 5 Desember 2019  mendatang di Kota Batu. 

Program inovasi desa yang mengantarkan Desa Bunder meraih juara terbaik I adalah program rekristalisasi garam. Rekristalisasi garam adalah upaya untuk mengolah kembali garam rakyat yang berkualitas jelek menjadi berkualitas baik dan haragnya juga baik. 

“Garam rakyat yang asalnya kelas 3 setelah rekristalisasi naik  peringkat ke kelas 2 hingga kelas 1. Dengan kenaikan kualitas ini, maka otomatis harga belinya juga menjadi naik dan menguntungkan petani garam. Dari semula harganya Rp 200 ribu/ ton, setelah rekristalisasi naik jadi Rp 2,5 juta/ ton, ” ungkapnya. 

Rekristalisasi garam ini, kata Taufik, berjalan baik berdasarkan  bantuan permodalan dari BUMDes Mutiara Segara yang dimiliki Desa Bunder. Selain memberikan bantua modal, BUMDes itu juga melakukan pembelian garam rakyat hasil rekristalisasi itu dengan harga yang tinggi dan menguntungkan masyarakat. Dia berharap Pemkab Pamekasan mendukung guna langkah pengembangan selanjutnya. 

Selama ini memang ada kendala di antaranya soal ijin dari BP POM, kesulitan untuk mendapat ijin SNI. 
”Jika dikembangkan dengan serius inovasi ini, akan menjadi luar biasa efek positifnya, karena 70 persen warga Bunder itu petani garam, “ pungkasnya. (mas)

Gubernur Khofifah Tinjau Langsung Operasi RS Terapung di Kangean

On Sunday, December 01, 2019


SUMENEP (DutaJatim.com) - Gubernur Khofifah Tinjau Langsung Operasi RS Terapung di Kangean.  Di sela-sela melakukan kunjungan kerjanya di Pulau Kangean, Kab. Sumenep, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri untuk meninjau dua unit Rumah Sakit Terapung Kesatria Airlangga (RSTKA) yang bersandar di Dermaga Pulau Kangean, Kab. Sumenep, Madura, Sabtu (30/11) siang.

Didampingi Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso, General Manager PLN UID Jatim Bob Saril, Kepala Dinas  ESDM Prov. Jatim Setiajit, dan Bupati Sumenep Busyro Karim, Gubernur Khofifah melihat proses layanan kesehatan di ruang operasi yang sedang berjalan di  dua unit RSTKA hasil bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bekerjasama dengan  Kementerian  Kesehatan (Kemenkes) RI. 

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun berkesempatan melihat pelayanan kesehatan yang diberikan RSTKA kepada warga Kangean, Kab. Sumenep. Mulai dari pengobatan gratis, bedah minor (lipom bedah), pemeriksaan pasien pasca operasi, serta pemeriksaan screening deteksi. 

Tak hanya itu, mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu pun berkesempatan melihat ruang operasi dan pasca operasi di kapal RSTKA bernama KM Gandha Nusantara 01 dan KM Gandha Nusantara 02. Gubernur  pun berkesempatan berdialog dengan Kepala RSTKA, dr. Agus. 

Gubernur Khofifah sempat menanyakan berbagai persoalan yang menjadi kendala dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Monggo kalau butuh tambahan energi listrik,  ini mumpung ada Direktur nya PLN. Karena kan ada radiologinya yang butuh power yang kuat," ujar Gubernur Khofifah.


Seusai meninjau dua unit kapal RSTKA, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa kunjungannya melihat dua unit RSTKA tersebut ingin mengetahui secara dekat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat Kangean. Termasuk untuk mengetahui kendala-kendala apa yang bisa dicarikan solusinya.

"Pertama memang kebutuhannya lebih besar dari yang sudah bisa dipenuhi. Dimana ada titik-titik, kapal ini butuh tempat merapat. Ada yang tidak cukup untuk bisa didarati kapal ini. Setelah beroperasi dua bulan kita akan evaluasi agar ke depan bisa lebih maksimal layanannya termasuk pulau- pulau mana saja  yang harus dilayani ," ujarnya.

Selain itu, masalah delay life atau terkait dengan operational cost perlu dikoordinasikan  dengan tepat. Untuk itu, tim medis dan  para medis yang bertugas di RSTKA  merekomendasikan pemprov Jawa Timur dengan membentuk UPT. 

"Jadi (perlu) dibahas ulang dan dikaji ulang. Untuk penambahan UPT, kemudian infrastruktur untuk merapatnya kapal juga misalnya," terangnya.

Mantan Menteri Sosial RI Kabinet Kerja Presiden Jokowi itu menyampaikan bahwa operasional RSTKA selama ini berjalan baik dan lancar. Dirinya berharap, kedua unit kapal tersebut dapat memaksimalkan layanannya kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Madura. 

"Alhamdulillah kita dapat support dari kementerian perhubungan dan kementerian kesehatan  untuk menyiapkan layanan kesehatan berbasis rumah sakit apung sehingga program yang merupakan   salah satu janji kampanye ini dapat kita wujudkan cepat . Kita ingin melayani dan melayari layanan kesehatan terutama di daerah Kepulauan Sumenep. Tahun 2020 sudah di dalam koordinasi Pemprov. Saat ini  operational cost nya masih berada di Kementerian Perhubungan," terangnya.

Sementara itu, dua kapal RSTKA sendiri merupakan bantuan dari Kemenhub RI bekerjasama dengan Kemenkes RI yang diserahkan kepada Pemprov Jatim bulan Agustus 2019. Kedua kapal tersebut difungsikan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dan  keduanya  juga bisa dimanfaatkan sebagai alat transportasi. Dua kapal tersebut akan dioperasikan di gugus-gugus kepulauan di Sumenep.

Satu kapal akan distand by-kan di Pulau Kangean untuk melayani Sapudi dan Raas. Satu lagi distandby-kan di Sapeken dan Masalembu. 

Tahun ini, kedua kapal tersebut masih dikelola oleh Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Dan 2020 mendatang, kapal tersebut akan dioperasikan oleh Pemprov Jatim, Dishub dan Dinas Kesehatan. Pembuatan kapal RSTKA sendiri baru pertama kali di Jatim dan diletakkan di Kab. Sumenep sebagai pilot project. 

Kedua kapal tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Kabupaten Sumenep 15 Agustus 2019 yang lalu.

Pengoperasian kapal ini ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan (MoU) antara tiga instansi, yakni Kemenhub, Kemenkes dan Pemprov Jatim.

Penyediaan Kapal Rumah Sakit Terapung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berada di kepulauan di Madura.

Kapal-kapal ini merupakan hasil hibah dari Kemenhub kepada Kemenkes dan Pemprov Jatim. Pelayanan kesehatan yang dilakukan bersifat promotif, preventif, dan kuratif sekaligus rehabilitatif. (gas/hms)


Opsi Baru Penerbangan Wisatawan Rusia ke Bali

On Sunday, December 01, 2019



MOSKOW (DutaJatim.com) - Warga Rusia kini semakin mudah untuk berwisata ke Indonesia, khususnya Bali. Banyak pilihan jalur penerbangan untuk mencapai Bali dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Dengan telah diluncurkannya rute baru penerbangan Moskow-Istanbul-Denpasar sejak 17 Juli 2019 oleh maskapai penerbangan Turkish Arlines, diharapkan dapat lebih meningkatkan arus wisatawan Rusia ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, pada acara Destination Gathering yang diselenggarakan KBRI Moskow bekerja sama dengan PAKS Travel, salah satu tour operator terbesar di Rusia dan Turkish Airlines di Moskow Kamis (28/11/2019).

Pertemuan dihadiri oleh 30 perwakilan dari berbagai agen wisata Rusia yang sebagian besar pernah berkunjung ke Bali. Menurut Tour Operator PAKS, pihaknya menerima konfirmasi dari 111 orang yang ingin hadir pada Destination Gathering ini, namun dibatasi hingga 30 agen wisata karena keterbatasan tempat.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Wahid mengemukakan bahwa Indonesia baru saja terpilih sebagai Best Country to Travel 2019 menurut artikel Conde Nast Traveller. Tidak mengherankan jika jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia terus meningkat. 

“Hal ini tidak terlepas dari upaya dan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah Indonesia, maupun tour operator, agen wisata, media dan perusahaan penerbangan dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Rusia,” kata Dubes Wahid.

Pada periode Januari-September 2019, jumlah kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia telah naik 19,7% atau sekitar 106 ribu orang, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 91,5 ribu orang. Pada tahun 2018 wisatawan Rusia ke Indonesia sebanyak 125,7 ribu orang, naik 6,95% dari tahun 2017. 

Destinasi wisata Indonesia, khususnya Bali, dapat masuk dalam radar wisatawan Rusia yang berkunjung ke Turki karena Bali masih menjadi destinasi utama turis Rusia ke Indonesia. Namun, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata selain Bali yang dapat dikunjungi warga Rusia. 

Dalam Destination Gathering tersebut Edi Suharto, Minister Counsellor Ekonomi KBRI Moskow, memaparkan destinasi-destinasi yang dapat menjadi pilihan wisatawan Rusia, yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Pantai Likupang dan Mandalika.

Untuk lebih mempromosikan destinasi wisata Indonesia di Rusia, kegiatan gathering semacam ini telah secara rutin dilakukan KBRI Moskow. Di sepanjang tahun 2019, KBRI Moskow telah menggandeng sejumlah tour operator Rusia seperti Coral, TUI, dan Pacific Holidays serta beberapa maskapai penerbangan seperti Qatar Airways, Rossiya, dan Singapore Airlines. 

KBRI Moskow juga berupaya mendorong peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia dengan melakukan berbagai program kegiatan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia, seperti sales mission, joint promotion program, partisipasi pada pameran pariwisata, familiarization trip serta penyelenggaraan Festival Indonesia yang rutin diselenggarakan KBRI Moskow sejak 2016. (gas) 

RI Tegaskan Komitmen Pemberantasan Ranjau Darat Anti-Personel

On Sunday, December 01, 2019

Dubes Todung Mulya Lubis saat menyampaikan sambutan.

OSLO (DutaJatim.com) - Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia dan Islandia, Todung Mulya Lubis, kembali menegaskan komitmen Indonesia bersama masyarakat internasional untuk melaksanakan kewajiban Konvensi dalam memberantas penggunaan ranjau darat anti personel (RDAP) di berbagai penjuru dunia. 

Komitmen tersebut disampaikan dalam kesempatan Review Conference Konvensi Pelarangan RDAP, yang berlangsung pada tanggal 25-29 November 2019, di Oslo, Norwegia. 

Dalam pernyataannya, Dubes RI juga menggarisbawahi bahwa Indonesia telah meratifikasi Konvensi Pelarangan Ranjau Darat Anti Personel (Anti Personnel Mine Ban Convention) melalui UU Nomor 20 Tahun 2006. Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan, memproduksi, dan mendistribusikan ranjau darat sebagai bagian dari kebijakan pertahanan nasional. 

Selain itu delegasi Indonesia juga telah menyampaikan perkembangan kontribusi Indonesia dalam implementasi ketentuan-ketentuan Konvensi baik di tingkat nasional, regional maupun  global. 

Di tingkat nasional, sejak tahun 2007 hingga 2019, Indonesia secara berkala telah melakukan penghapusan lebih dari 80 persen cadangan RDAP yang dimiliki. Sisa cadangan ranjau darat yang dimiliki Indonesia masih dalam jumlah yang diperbolehkan oleh Konvensi dan semata-mata digunakan hanya untuk kepentingan pelatihan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dan Pasukan Penjinak Bom.

Pada tingkat regional, Indonesia terus berkontribusi terhadap promosi implementasi Konvensi dan penanganan aspek kemanusiaannya di kawasan, termasuk melalui kerangka ASEAN Regional Mine Action Center atau ARMAC.

Sementara itu, dalam konteks global, Indonesia sebagai negara penyumbang terbesar Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, juga berkontribusi aktif dalam upaya penanganan RDAP di sejumlah negara yang sedang dilanda konflik.

Sebagai hasil dari Review Conference telah disepakati dokumen Oslo Declaration dan Oslo Plan of Action sebagai kelanjutan dokumen serupa pada Review Conference di Maputo tahun 2014. Dokumen merupakan roadmap negara pihak untuk lima tahun ke depan dalam upaya menciptakan dunia yang bebas RDAP pada tahun 2025.

Konferensi Internasional Pelarangan RDAP ini diikuti oleh perwakilan 164 Negara Anggota, Organisasi Internasional, Regional, non-government organizations (NGOs), perwakilan masyarakat madani, korban ranjau darat dan pemangku kepentingan relevan lainnya. Delegasi Indonesia pada kesempatan tersebut diwakili oleh Direktur Materiil Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan, perwakilan Kementerian Luar Negeri, KBRI Oslo, dan PTRI Jenewa.

Selama lebih dari 20 tahun sejak diimplementasikannya Konvensi Pelarangan Ranjau Darat Anti Personel, tercatat setidaknya 53 juta RDAP telah berhasil dimusnahkan, dan ratusan km2 lahan dibersihkan dari ranjau darat di berbagai penjuru dunia. Sementara itu, ratusan ribu korban ranjau darat mendapatkan bantuan dan pendampingan yang dikoordinasikan di bawah Konvensi ini. (gas)

An Islamic Thanksgiving

On Sunday, December 01, 2019


By Imam Shamsi Ali* 

EVERY last Thursday of November of every year is a  special day for Americans. It is a national day and is observed nationwide. It is called. “Thanksgiving Day.”

Thanksgiving Day was observed for the first time  by the Pilgrims (European Immigrants) after their first harvest in October 1621, which lasted three days and was attended by 90 Native Americans and 53 Pilgrims (New European Immigrants.)

As a part the American fabric society, American Muslims are taking part in that celebration. And so often times a question arises among the Muslims regarding Islamic rulings on such a celebration: Is it permissible or not in the religion?

This writing is not a fatwa. Simply because I don’t consider my self a Mufti. Instead, this writing is to share my personal view on the issue. And I am fully aware of the existence of other views on it. Again I highly appreciate the fact that Islam enables us to differ within the bounds of the truth. It is indeed a richness of our faith.

An Islamic Thanksgiving 

Let me begin by saying that when Islam comes to any locality it doesn’t intend to change or abolish its cultures and social norms as long as it is in lline with its basic principles. For this very reason you will see a very deep diversity among the Muslims when it comes to cultures and social behaviors. 

The more you travel around the world the more diverse faces of Islam you will see reflected in the social and cultural lives of Muslim societies. On this part of the discussion we may say there are South Asian Muslims, Southeast Asian Muslims, Middle Eastern Muslims, African Muslims, European Muslims, Latin American and, ofcourse, American Muslims.

This fact is based on what the Prophet (pbuh) himself declared: “I have been sent only to perfect the good character”. 

In other words, the mission of the Prophet (Islam) is to perfect and not to change or abolish  as long as those characters are in line with the basic principles of the faith. 

And so Thanksgiving as a part of the American culture, and that includes American Muslims, is a culture that can be adopted and embraced within our own values and understanding. And I call this type of thanksgiving an “Islamic Thanksgiving.”

The Islamic Thanksgiving is rooted in our teaching. The Quran for example reminds us in the following verses: 

“Be grateful to me and be ungrateful not” (Al-Baqarah: 152)

“And if you are grateful I will give you more (my favors). But if you are ungrateful, truly my punishment is severe” (Ibrahim: 7) 

The Quran uses the term “shukr” which literally means “thankfulness, gratitude or appreciation” in reference to Thanksgiving. As such, Thanksgiving then becomes and inherently important in the teaching. 

So here are some points explaining how Thanksgiving can be an Islamic one. 

First, we must build a mind-set that the celebration is in line with the the teachings of Islam. And Thanksgiving certainly as mentioned earlier is an Islamic injunction itself. So we do it not to Imitate others but in following the injunction of our faith. 

It reminds me of what the Prophet did in Madinah when he found out that the Jewish Community was fasting on the 10 of Muharram. And they did it in thanking Allah for saving Moses from his enemy (Pharaoh). 

Upon knowing the fact the Prophet ordered his followers to fast the same day. But in order to not imitate or to be accused or copying it from other people he also ordered his followers to observe fasting a day earlier (the 9th). 

Second, Thanksgiving in Islam must continue and must be done an on going basis. It is a life matter. As long as we live, we do thanksgiving. There is nothing wrong to doing it on the last Thursday of November. But don’t limit your self to that particular day. Being thankful or celebrating Thanksgiving is an on going responsibility both towards our Creator and fellow creations, humans and non humans. 

Third, there are three main important thanksgivings in Islam. 

1) Thanksgiving to Allah by acknowledging His unlimited kindness and blessings to us. Also by humbling ourselves in worship him with commitment and dedication. As the Prophet Muhammad responded to his wife when she asked him about his dedication in his worship. He said: “shouldn’t I be a thankful servant (of Allah?)”. 

2) Thanksgiving to our parents. In Islam parents are next to Allah in term of love and respect. Several verses in the Holy Quran remind Muslims to be dutiful and respectful to their parents. One of the best example is how the Holy gives an example of parents forcing their children to commit “shirk” (thawing partners with God in worship). As we know in Islam shirk is considered the worst sin. Yet still the Holy Quran commands the Muslims to accompany their parents with kindness and respect. 

3) Thanksgiving also means being grateful to our fellow creations, particularly to our fellow human beings. Being kind to others is not only an act of social good. In fact it is a part of our thanksgiving for being a part of our human family. The Prophet even told us: “a person who fails to appreciate his fellow humans also fails to appreciate Allah”. 

Sadly, these days Thanksgiving has shifted from it’s originally intended purpose, and that is to appreciate God and to be kind to one another. 

Thanksgiving has become more commercial and has enhanced the tendency of being materialistic. The so called “Black Friday” is a clear instance of that. And I personally don’t like it. 
For me a Blessed Friday is far better than a Black Friday. Don’t you agree?  (*)

Jamaica Hills, 29 November 2019 

* Summary of my Friday Khutbah delivered at JMC (Jamaica Muslim Center in NYC) on November 29,

Pemkab Pamekasan Sediakan Rp 4,9 M untuk Calon Pengusaha Muda

On Sunday, December 01, 2019


Bupati Badrut Tamam menyerahkan bantuan bagi pengusaha muda.

PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Pada APBD tahun 2020 mendatang Pemkab Pamekasan menyediakan anggaran sebesar Rp 4,9 miliar untuk dialokasikan bagi program pembinaan, pendidikan, serta peningkatan keterampilan para calon pengusaha muda di Pamekasan.

Pembinaan terhadap calon pengusaha muda ini dalam rangka merealisasikan janji politik Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e, untuk menciptakan 10 ribu pengusaha  baru di Pamekasan dalam kurun waktu lima tahun kepemimpinan keduanya. 

”Memang betul dalam APBD tahun 2020 Pemkab Pamekasan menyediakan anggaran sebesar Rp 4,9 miliar untuk mensukseskan program pembentukan pengusaha muda baru pada APBD tahun 2020,” kata Plt Kepala Badan Keuangan Daerah, Sahrul Munir, Sabtu (30/11/2019).

Pembentukan pengusaha muda baru itu, kata Sahrul Munir,  merupakan program prioritas Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e yang menjadi janji pada saat Pilkada lalu. Target yang diinginkan adalah 10 ribu pengusaha baru dalam kurun waktu 5 tahun.

Sahrul Munir menegaskan anggaran sebesar  Rp 4,9 miliar itu akan dialokasikan untuk pembinaan dan pendidikan serta mendorong peningkatan keterampilan para calon pengusaha tersebut, melalui berbagai pelatihan.

Untuk merealisasikan program ini, kata Sahrul Munir,  Pemkab Pamekasan juga telah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk pendidikan manajemen dan pengelolaan bisnis, sedangkan untuk peningkatan keterampilan, bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

Selain menyediakan anggaran untuk kepentingan pendidikan keterampilan dan pembinaan,  lanjut Sahrul Munir, tahun anggaran mendatang Pemkab juga akan menyediakan modal bagi calon pengusaha muda yang kekurangan modal untuk berusaha, dengan catatan yang bersangkutan telah memiliki keterampilan dan jenis usaha.

Terkait dengan bantuan modal usaha ini, Sahrul mengaku kini Pemkab Pamekasan juga mulai mengirim beberapa orang pemuda untuk magang atau mengikuti kursus membuat sepatu di Mojokerto. Bagi mereka yang telah lulus nanti akan diberi bantuan modal  usaha untuk buka usaha sendiri.

Sekedar diketahui Bupati Badrut Tamam selama ini memang  memiliki perhatian serius bagi perlunya pengembangan keterampilan membuat sepatu di Pamekasan. Dalam berbagai kesempatan dia selalu menginginkan agar Pamekasan ada usaha pabrik atau usaha pembuatan sepatu. 

Sahrul mengatakan Bupati Badrut Tamam menginginkan untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah mulai tingkat SD, SLTP hingga SLTA diproduksi sendiri. Dia selama ini merasa sedih karena hingga saat ini kebutuhan sepatu bagi anak didik masih didatangkan dari luar daerah. Padahal hal itu merupakan ladang usaha yang besar dan menjanjikan. (mas)

Semen Indonesia Ekspor 3,38 Juta Ton Semen

On Sunday, December 01, 2019


Sigit Wahono, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan

JAKARTA (DutaJatim.com) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus mengoptimalkan pasar regional di tengah ketatnya persaingan pasar semen domestik. Pada periode Januari hingga Oktober 2019, Perseroan berhasil mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 3,38 juta ton dari fasilitas produksinya di Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono menyampaikan bahwa Perseroan tengah merampungkan integrasi seluruh fasilitas produksi dan distribusi pasca akuisi PT Solusi Bangun Indoensia Tbk (SBI).

“Semen Indonesia sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Maladewa, Filipina, dan Timor Lest. Pada tahun 2019 ini, Perseroan berhasil memperluas jaringan ekspor di kawasan Asia Timur, salah satunya China yang sedang mengalami kekurangan produksi semen,” katanya.

Saat ini, Perseroan telah mengoptimalkan seluruh fasilitas distribusi baik utilisasi maupun kapasitasnya untuk mendukung pengiriman produk ke kawasan regional. Selain itu, Peseroan aktif mengikuti berbagai forum pameran dan misi dagang untuk memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan dan menjajaki pasar baru di kawasan regional. Lebih lanjut, Sigit Wahono mengatakan bahwa pengelolaan pasar eskpor Perseroan dilakukan melalui PT Semen Indonesia Internasional.

Pasar Dalam Negeri

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Indonesia hingga Oktober 2019 masih mengalami pelemahan sebesar 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Total penjualan semen domestik sampai dengan Oktober 2019 tercatat sebesar 56,10 juta ton atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 56,97 juta ton.

Seiring dengan pelemahan pasar semen domestik, volume penjualan domestik Perseroan diluar SBI hingga Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 4,1% menjadi 21,54 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 22,46 juta ton. Sedangkan penjualan domestik SBI juga mengalami penurunan sebesar 2,2% menjadi 8,47 juta ton. (hud) 

Resmikan PLTD Raas dan 8 PLTS Kepulauan Sumenep, Gubernur Khofifah Harap 2020 Seluruh Kepulauan di Sumenep Sudah Teraliri Listrik

On Saturday, November 30, 2019



SUMENEP (DutaJatim.com) - Resmikan PLTD Raas dan 8 PLTS Kepulauan Sumenep, Gubernur Khofifah Harap 2020 Seluruh Kepulauan di Sumenep Sudah Teraliri Listrik.

Untuk menandai dimulainya pengoperasionalan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kepulauan Raas yang dibangun oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jatim dengan kapasitas 800 Kw ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah meresmikan pengoperasionalan PLTD tersebut Sabtu 30 November 2019.

Tidak hanya itu. Orang nomor satu di Jatim itu juga meresmikan 8 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditempatkan di Kepulauan Sumenep. 

Kedelapan PLTS tersebut terdiri dari PLTS Tonduk dengan kapasitas 200 kWp, PLTS Goa Goa (200 kWp), PLTS Masakambing (50 kWp), PLTS Pagerungan Kecil (50 kWp), PLTS Paliat (100 kWp), PLTS Sakala (100 kWp), PLTS Sabuntan (100 kWp), dan PLTS Saubi (150 kWp).


Peresmian kedua pembangkit listrik itu ditandai dengan penekanan LED oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa disaksikan Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto, Kepala Dinas ESDM Setiajit, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso, General Manager PLN UID Jatim Bob Saril dan Bupati Sumenep Busyro Karim di PLTD Kangean, Desa Bilis-Bilis, Kec. Arjasa, Kab. Sumenep, Sabtu (30/11/2019) pagi. 

Dengan diresmikannya PLTD Kepulauan Raas dan 8 PLTS di Kepulauan Sumenep diharapkan dapat memenuhi rasio elektrifikasi di Jatim mencapai 100 persen.

“Kami mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan PLN bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya dapat meresmikan pembangkit listrik  untuk pulau-pulau di sekitar Kabupaten Sumenep, Madura. Ini menjadi langkah untuk terus bergerak maju mewujudkan rasio elektrifikasi Jawa Timur 100 persen  dan seluruh masyarakat Jawa Timur dapat menikmati listrik,” ungkap Gubernur Khofifah.

Pemprov bersama Pemkab Sumenep dan PLN  berkomitmen untuk meningkatkan  elektrifikasi di  Kepulauan Sumenep secepat mungkin. Maksimal pada 2020 kedepan, 22 pulau yang belum maksimal teraliri listrik akan terlistriki semua. 

"Kalau habis gelap terbitlah terang, dan terang itu artinya mau tadarus Al Quran bisa lebih lama lagi karena listriknya cukup. Mau melakukan program UMKM juga bisa lebih semangat lagi karena listriknya cukup,  anak- anak belajarnya  juga lebih semangat, nelayan bisa menyiapkan cold storage agar ikannya bisa tersimpan lebih lama dan seterusnya, dan lebih strategis lagi untuk persiapan rumah sakit setelah selesei dibangun nanti," ujarnya.


Menyinggung soal program elektrifikasi di seluruh Kepulauan di Jawa Timur, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa secara nasional, khususnya yang dirancang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bahwa penerangan untuk seluruh wilayah (light for all) di Indonesia dirancang  selesei tahin  2024. Sedang untuk wilayah Jatim, RPJMD yang dirancang menetapkan  tahun 2022. 

"Kita berharap bahwa di tahun 2022,  seluruh wilayah Jawa Timur sudah akan terlistriki semua. Tetapi kita ingin melakukan percepatan. Kalau basis rumah tangga kita sebetulnya berharap tahun 2020 sudah selesai semua, terutama Kepulauan Sumenep tahun 2020 selesai," ujarnya. 

"Jadi memang disisir. Sinergitas program dari  pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sangat penting untuk memenuhi semua kebutuhan listrik di Jatim.  Khusus kepulauan Sumenep yang memiliki potensi ikan dan udang yang cukup besar, maka saya berharap dapat menjawab harapan  Pak Presiden dan  Gubernur BI pada temu BI Nasional  disampaikan bahwa disaat dunia mengalami penurunan pertumbuhan sesungguhnya yang termasuk tiga besar pertumbuhan ekonomi terbaik dunia adalah Indonesia. Potensi ikan merupakan primadona untuk menggenjot eksport Indonesia," jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Khofifah ingin adanya percepatan langkah-langkah kongkrit. Utamanya dalam memaksimalkan sektor Maritim di bidang perikanan.

"Kalau perikanan kita membutuhkan cold storage. Nah di daerah-daerah Kepulauan di Sumenep itu memproduksi macam-macam hasil lautnya luar biasa dan siap ekspor. Jikalau cepat teridentifikasi di titik tertentu membutuhkan cold storage dengan  dan membutuhkan kapasitas energi tertentu maka PLN akan bisa support, kemudian kita komunikasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bisa support cold storage," jelasnya.

Sehingga, jika Kementerian KKP menyiapkan cold storage, kemudian energinya dikerjakan PLN, maka Pemkab Sumenep dan Pemprov Jatim akan menyiapkan tambahan infrastrukturnya. 

"Ini kan luas sekali, memungkinkan bisa kita tingkatkan efektifitas pertumbuhan ekonominya dengan support energinya yang cukup dan infrastruktur yang memadai," imbuhnya.

Sementara itu, diresmikannya PLTD Pulau Raas dan 8 PLTS di Kepulauan Sumenep ini untuk mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen  di Jawa Timur pada 2020. Harapan itu menjadi cita-cita PLN UID Jatim dan sejalan dengan program Pemprov Jatim untuk melistriki seluruh wilayahnya hingga pulau terluar, terdepan dan tertinggal.

Hingga Oktober 2019, rasio elektrifikasi PLN untuk wilayah Jatim sudah mencapai 98,38 persen. . Berbekal hasil tersebut, PLN terus meningkatkan hingga akhir 2019. Salah satu wilayah dengan rasio elektrifikasi yang masih cukup rendah adalah Kabupaten Sumenep, Madura. Rasio elektrifikasi PLN Kabupaten Sumenep berada di angka 64.99 persen pada Oktober 2019. 

"Persoalan inilah yang mendasari  PT. PLN UID Jatim meresmikan 1 PLTD dan 8 PLTS untuk mendongkrak rasio elektrifikasi Kabupaten Sumenep," jelas Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso.

PLTS sendiri, sebut Supangkat, dipilih sebagai wujud konsistensi PLN dalam penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan. Selain itu, potensi tenaga surya di pulau-pulau sekitar Kabupaten Sumenep juga dinilai cukup bagus dan memadai. 

“Selain diresmikannya PLTD Raas dan 8 PLTS pulau di Kabupaten Sumenep, pada kesempatan ini PLN juga ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar melalui bantuan PLN Peduli berupa listrik gratis untuk warga kurang mampu dan perahu listrik untuk nelayan, bantuan pelayanan kesehatan gratis melalui RSTKA dari YBM PLN UID Jawa Timur serta bantuan pasang listrik gratis melalui program One Person  One Hope yang merupakan sumbangan sukarela dari para pegawai PLN. Total jumlah bantuannya mencapai Rp. 1,3 milyar. Harapannya ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Masih menurut Supangkat, setidaknya 2.000 KK di Pulau Madura akan mendapatkan bantuan PLN Peduli berupa listrik gratis senilai Rp. 1 milyar. Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian warga, sejumlah 10 buah perahu listrik diberikan kepada para nelayan untuk mendukung kegiatan mereka. Tidak berhenti sampai disitu, YBM PLN UID Jawa Timur melalui Rumah Sakit Terapung Kestaria Airlangga (RSTKA) juga memberikan bantuan pelayanan kesehatan gratis untuk warga sekitar. Dan melalui program one person one hope, pegawai PLN secara sukarela menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk dapat memberikan listrik gratis kepada 100 pelanggan agar dapat menikmati listrik. 

Upaya itu, sebut Supangkat untuk mewujudkan listrik menerangi hingga ke pelosok negeri terutama di Pulau Madura. Menurutnya, dibutuhkan kerja keras dari berbagai pihak. Penggunaan jalur laut untuk mengangkut berbagai material menjadi proses yang panjang. (gas/hms)


Pembukaan Muskerwil PWNU Jatim, Khofifah Ajak Pesantren Kuatkan OPOP Sebagai Pembangkit Ekonomi Masyarakat

On Saturday, November 30, 2019



SURABAYA (DutaJatim.com) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pesantren-pesantren NU untuk bersama-sama mendukung dan menguatkan program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Hal itu disampaikan Khofifah saat hadir dalam pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur dengan tema Konsolidasi Organisasi Percepatan Program Strategis Menuju Satu Abad Nahdhatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/11) malam. 

Di forum yang dihadiri oleh para ulama, pengasuh pondok pesantren, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Rois Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansyur, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar dan juga para ketua PCNU se Jawa Timur itu, Khofifah mengatakan bahwa OPOP digagas dalam rangka membangkitkan ekonomi dari basis pesantren.

"Kami berharap OPOP akan menjadi salah pintu masuk penguatan ekonomi ummat  terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Program OPOP sejalan dengan arahan Presiden Jokowi dalam rapat tahunan Bank Indonesia, bahwa saat ini yang terpenting adalah membuka seluas-luasnya lapangan kerja," kata Khofifah. 


Dalam rangka menyukseskan program OPOP, Khofifah menyebut pemerintah Jawa Timur menggandeng lintas sektor. Mulai BUMN, BUMD hingga sektor privat untuk membantu memberikan pendampingan usaha dan mempermudah penjangkauan permodalan. Selain itu juga untuk mengembangkan market akses dari produk produk yang dihasilkan santri, koperasi pesantren dan juga alumni pesantren. 

"Terutama pendampingan managerial skill para pelaku usaha OPOP kami prioritaskan agar mereka mendapatkannya dari sektor yang kami ajak kerjasama," tambah Khofifah. 

Lebih lanjut program OPOP yang ditarget bisa menghasilkan 1.000 produk unggulan dari pondok pesantren Jawa Timur itu adalah upaya Gubernur Khofifah dalam rangka merevitalisasi Nahdhatut Tujjar atau Kebangkitan para Pedagang. Dikatakan Khofifah Nahdhatut Tujjar adalah gagasan para ulama sebelum mendirikan Nahdhatul Ulama di tahun 1926. 

"OPOP adalah upaya kita merevitalisasi Nahdhatut Tujjar. Karena PR kita saat ini adalah mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan," kata Khofifah. 


Karenanya, ia mengajak seluruh pihak, khususnya pondok pesantren untuk turut serta mendukung program OPOP dalam rangka membangkitkan ekonomi Jawa Timur, mengentaskan kemiskinan dan memajukan sektor usaha di pesantren. 

Produk OPOP yang akan menyentuh 6000 ponpes se Jawa Timur itu juga menggandeng perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan usaha, managemen usaha dan juga inovasi produk. Saat ini juga sudah ada OPOP Training Center yang ada di Universitas NU Surabaya. Yang fungsinya memberikan pendampingan pelaku usaha  berbasis pesantren.

Produk usaha yang dikembangkan di OPOP bisa meliputi banyak jenis produk. Mulai makanan dan minuman, kerajinan tangan, fashion, dan juga produk digital IT. Semua jenis produk akan dikembangkan agar bisa memiliki daya saing sehingga memberi dampak pertumbuhan  ekonomi  baik lokal maupun regional serta memperkuat struktur bisnis pada pelaku usaha. (gas/hms)

Menteri Perhubungan dan Dirut Pertamina Tinjau Pembangunan Mega Proyek Kilang Tuban

On Saturday, November 30, 2019


TUBAN (DutaJatim.com) - Pembangunan kilang Tuban telah memasuki tahap early work yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 Ha. Saat ini, pembangunan tahap awal tersebut Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kilang sendiri dan tidak perlu impor.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Nicke Widyawati, menegaskan, bahwa  pada pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja sebanyak 20.000 saat konstruksi dan 2.500 saat operasi.

Proyek ini juga menciptakan multiplier effect lainnya, terutama di daerah sekitar lokasi di Tuban termasuk peningkatan pendapatan negara dan daerah, baik dari pajak dan juga penguatan devisa negara karena mengurangi ketergantungan impor crude dan produk.

Lebih lanjut Nicke menjelaskan, bahwa setelah mendapatkan penetapan lokasi, Pertamina bergerak cepat untuk menyelesaikan persiapan lahan termasuk menjalankan kesepakatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, di antarany penyiapan tenaga kerja lokal.

“Pertamina pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain telah menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di wilayah sekitar  untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu,” ujar Nicke saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi proyek Grassroot Refinery (GRR) Kilang Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019). 

Nicke berharap, nantinya para siswa tersebut bisa memiliki keahlian khusus (skilled) agar bisa bergabung di Proyek Kilang Tuban, baik menjadi tulang punggung pada saat pembangunan  maupun operasional kilang nanti. Melalui hal tersebut, Pertamina sekaligus mematahkan stigma bahwa putra daerah yang direkrut ke sebuah industri adalah tenaga kerja non-skilled.

Kilang Tuban merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Selain itu, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun. 

“Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro5, yang sangat ramah dengan lingkungan,” imbuh Nicke.

Untuk membangun megaproyek ini, tambah Nicke, Pertamina menginvestasikan sekitar USD 15-16 miliar yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Proyek ini menempati area seluas kurang lebih 900 hektar.

“Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional.  Dampaknya juga tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek, khususnya Tuban dan sekitarnya,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku senang saat meninjau lokasi proyek pembangunan kilang Tuban tersebut. Dia menegaskan proyek yang dibangun itu merupakan salah satu concern utama dari pemerintah.

“Saya luar biasa senang di sini, progres mega projek yang akan dibangun pertamina. Saya diperintahkan Presiden mengawal proyek-proyek yang menjadi inisiatif pemerintah. Apalagi ini yang berkaitan dengan pembangunan kilang minyak, dan kita tahu kita membutuhkan kilang-kilang. Bayangkan ada 260 juta penduduk Indonesia membutuhkan BBM,” kata Budi.

Budi menambahkan, saat ini Pertamina membutuhkan lahan untuk membangun kilang tersebut. Dan Budi langsung menegaskan memberi izin untuk penggunaan lahan di wilayah pesisir tersebut untuk nantinya dilakukan restorasi lahan bahkan reklamasi.

“Ini kan butuh tanah, jadi saya hari ini memberikan izin pada Pertamina untuk melakukan restorasi. Tapi nanti dimungkinkan dilakukan reklamasi 200 Ha. Sehingga dengan tanah itu cukup digunakan untuk keperluan,” katanya.

Budi juga mengapresiasi langkah Pertamina di mana dengan terbangunnya kilang ini nantinya akan menyerap sekitar 20 ribu tenaga kerja. “Dan pasti Tuban akan berubah menjadi sama hebatnya dengan Surabaya, menjadi satu pusat pertumbuhan di Jawa Timur,” kata Budi yang didamping Wakil Bupati Tuban, Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si.

“Bu Nicke silakan lakukan reklamasi. Kerja Pertamina luar biasa, semoga ini berhasil,” pungkas Budi. (Hud)

Pemprov Jatim  Raih Penghargaan  Wujudkan Graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) dari Mensos RI

On Saturday, November 30, 2019


SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemprov Jatim  Raih Penghargaan  Wujudkan Graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) dari Mensos RI.

Kiprah Pemprov  Jawa Timur  dalam melaksanakan Program pengentasan kemiskinan khususnya melalui Program  Keluarga Harapan (PKH) kembali telah membuahkan prestasi di tingkat nasional. Kesuksesannya tersebut membuat Jawa Timur memperoleh Penghargaan Provinsi yang berhasil mewujudkan Graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara kepada Gubernur Jatim yang diwakili Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Suban Wahyudiono dalam Malam Puncak Penganugerahan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2019 di Makassar, Rabu (27/11) malam.
Provinsi Jawa Timur dinilai berhasil mewujudkan graduasi dan komplementaritas PKH. Indikator utama penilaian dilihat dari presentase graduasi mandiri dan tertib NIK bagi anggota KPM yang tercatat dalam e-PKH.


Graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH termasuk di dalam kategori penghargaan karena dianggap sebagai salah satu indikator keberhasilan PKH. Ini artinya, tujuan utama PKH untuk perubahan perilaku menjadi produktif dan mandiri sudah berhasil tercapai. 

Sementara NIK menjadi aspek penting lainnya sebagai nomor pengenal yang menjadi basis teraksesnya KPM ke berbagai program komplementaritas bansos lainnya dan instrumen untuk memantau ketepatan dalam penyaluran bantuan. 

Dari total 11 kategori penghargaan yang diserahkan dalam kegiatan tersebut, Provinsi Jatim berhasil meraih 6 kategori penghargaan. Diantaranya Jatim sebagai Provinsi dengan Persentase Graduasi Tertinggi dan Pembubuhan NIK Terbanyak; Duta PKH 2019 diraih oleh Radita Karisma dari Kabupaten Jember; Koordinator Kabupaten Teladan diraih oleh Diana Tri Ratnaningtyas dari Kabupaten Gresik dan Rony Endik Himawan Kabupaten Malang.

Selain itu juga Pendamping Teladan diraih oleh Ceria Firdaus dari Kabupaten Pasuruan; Administrator Pangkalan Data (APD) Kabupaten/Kota diraih oleh Arief Rahardjo Poetra (Kota Surabaya); serta Anak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berprestasi diraih oleh Anton Kusuma (Kabupaten Malang: karya ilmiah, desain poster) dan Ayu Tria Andriyani (Banyuwangi:cabang olah raga Mountain Bike ).


Pemprov Jatim  Raih Penghargaan  Wujudkan Graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) dari Mensos RI


Gubernur Khofifah mengapresiasi seluruh pihak termasuk pendamping PKH dan seluruh  stakeholders  yang telah bekerja keras dan membantu penyaluran PKH hingga tepat sasaran pada penerima manfaat. 

“Penghargaan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Jawa Timur dan sekaligus penyemangat kinerja bagi SDM PKH yang belum berhasil mendapat Penghargaan. Selamat kepada juga kepada Kabupaten/Kota di Jatim yang telah meraih penghargaan dari Mensos. Ini merupakan kerja keras dari seluruh pihak yang menyukseskan program.pengentasan kemiskinan khususnya melalui  PKH di Jatim,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim.

Di Jatim sendiri, jelasnya, PKH Plus merupakan salah satu program utama dari Nawa Bhakti Satya, khususnya “Jatim Sejahtera”. Program ini merupakan pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan atau warga miskin dan rentan, yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin.

Program ini merupakan inisiasi dari dirinya dalam rangka pengentasan kemiskinan dan mengurangj diparitas dimana kemiskinan di pedesaan di Jawa Timur begitu tinggi sebesar 14,43 persen.

Tujuan PKH Plus, imbuhnya, adalah untuk meningkatkan taraf hidup, mengentaskan kemiskinan para lansia, dan keluarga kurang mampu melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial; serta mengurangi beban pengeluaran. Program ini memberikan perhatian khusus kepada lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan, dan penyandang disabilitas.
Khofifah juga berharap agar koordinator kabupaten (Koorkab) maupun pendamping PKH di setiap daerah bisa menuliskan testimoni keberhasilan KPM dalam pemanfaatan bantuan non tunai yang di wilayahnya masing-masing. Sebab, saat ini keberhasilan PKH memberikan bantuan dengan format pembayaran non tunai telah diadopsi Bank Dunia.

Kemensos Tanpa SDM PKH Tidak Berarti Apa-apa

Dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta yang hadir, Mensos Ari, begitu sapaan akrabnya, mengatakan bahwa SDM PKH memiliki andil besar terhadap kesuksesan Kemensos.

"Sahabat-sahabat saya SDM PKH, kalian adalah pejuang-pejuang bangsa, ujung tombak dari Kemensos. Tanpa kalian, program-program yang diamanatkan kepada Kemensos tidak akan berarti apa-apa", kata Ari.
Untuk itu, Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial secara khusus menyelenggarakan acara apresiasi untuk menghargai SDM PKH yang telah bekerja keras melakukan pendampingan di lapangan.

"Kehadiran kita malam hari ini, tidak hanya sekedar memberikan penghargaan tapi juga untuk merenungkan bahwa negara yang kita cintai ini, ke depannya, harus lebih maju", ujar Ari.
Sesuai dengan narasi yang dibuat oleh Presiden RI, Joko Widodo, lanjut Ari, Indonesia Maju, hanya bisa terealiasi jika semua pihak mau untuk maju bersama. Tidak ada negara maju yang meributkan soal identitas dan perbedaan.

"Kita perangi bersama karena musuh utama kita adalah kemiskinan. Segala bentuk radikalisme, terorisme, semua itu akarnya dari kemiskinan sehingga kita wajib mengentaskan kemiskinan, dan ini sudah ditunjukkan melalui peran hebat SDM PKH", paparnya. 

Hadir dalam acara malam puncak penganugerahan, anggota dewan Komisi VIII DPR RI, Samsu Niang, M. Rapsel Ali, Walikota Makassar, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota terpilih, Direktur Kementerian Keuangan, hingga mitra kerja Kemensos dari Himpunan Bank Negara (Himbara), serta mitra lembaga dan media massa. Selain itu, ruangan juga diramaikan oleh SDM PKH dari berbagai daerah, sehingga jumlah peserta keseluruhan mencapai sekitar 500 orang.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi seluruh pihak baik pemerintah pusat dan daerah serta peningkatan kinerja SDM PKH untuk mewujudkan KPM graduasi mandiri.

"Saya ucapkan selamat kepada Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/kota yang telah berhasil menggraduasi KPM PKH. SDM PKH yang menunjukan kinerja prositif dan mitra kerja yang berperan aktif untuk kemajuan program," kata Mensos. (gas/hms)