Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ribuan Jamaah Tahlilan 7 Hari Wafatnya Gus Sholah di Tebuireng

Sunday, February 9, 2020 | 00:02 WIB Last Updated 2020-02-08T17:02:51Z

Rombongan peziarah berdoa untuk Gus Sholah di Kompleks Pemakaman Tebuireng, Sabtu.

JOMBANG (DutaJatim.com) – Ribuan warga  dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Kabupaten Jombang, membaca tahlil dan berdoa bersama dalam acara peringatan tujuh hari wafatnya KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) di ponpes tersebut, Sabtu 8 Februari 2020. Tahlilan yang digelar di Masjid Pesantren Tebuireng tersebut juga dihadiri beberapa tokoh, di antaranya mantan menteri agama Lukman Hakim Saifuddin dan budayawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun.

“Acara doa bersama ini digelar selama tujuh hari. Dan hari ini jadi peringatan tujuh hari wafatnya KH Salahuddin Wahid,” kata salah seorang pengurus Ponpes Tebuireng, Teuku Azwani, saat ditemui di sela-sela acara Sabtu malam.

Acara tahlilan tersebut digelar setelah Salat Isya di Masjid Pesantren Tebuireng. Jamaah meluber hingga luar area masjid. Untuk ma’uidzah hasanah secara langsung disampaikan oleh Imam Suprayogo dari Malang. Beberapa kiai lain juga memimpin kegiatan tahlil dan doa bersama untuk almarhum Gus Sholah.

Bukan hanya jamaah putra, jamaah putri juga banyak yang hadir. Mereka duduk di tempat duduk yang sudah disediakan oleh pengurus pesantren di bawah tenda.

Pantauan di lokasi, jamaah sudah berdatangan sejak pagi. Ribuan peziarah sudah mulai berdatangan ke area makam. Mereka tampak antusias mendoakan Gus Sholah. Mereka juga ikut acara tahlilan yang digelar pada malam harinya.

Tampak sejumlah tamu penting yang datang secara rombongan maupun pribadi untuk berziarah. Salah satunya rombongan pengurus DPP dan DPW Jawa Timur dari Partai Nasdem. Rombongan ini terlihat menggunakan 2 bus dan beberapa mobil pribadi. Selain itu juga ada rombongan dari pejabat Bank Indonesia Jawa Timur. 

Ketua DPP DPP Partai Nasdem, Charles Meikyansah, mengatakan, kedatangan pengurus Partai Nasdem ini bertujuan menjaga hubungan baik partai dengan tokoh pesantren dan ulama. "Gus Sholah tokoh bangsa. Kami sangat kehilangan figur Gus Sholah yang sangat menjunjung tinggi pluralisme," kata dia. 

Selain berziarah di makam Gus Sholah, rombongan pengurus DPP dan DPW Partai Nasdem Jatim juga bersilaturahim ke Pesantren Denanyar dan berziarah ke makam KH Bisri Syansuri, serta Pesantren Tambakberas dan berziarah ke makam KH Wahab Hasbullah.  

Setelah menemui pihak keluarga di kediaman utama pesantren, para peziarah juga menyempatkan berdoa di makam Gus Sholah. Di kompleks makam tersebut juga dimakamkan, presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan 2 pahlawan nasional, KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim. 

Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengatakan, selain digelar di Pesantren Tebuireng Jombang, peringatan 7 hari wafatnya Gus Sholah juga digelar di rumah keluarga di Jakarta. "Bada Isya digelar pembacaan doa bersama," kata dia. 

Selama 6 hari pasca-wafatnya Gus Sholah, kata Gus Kikin, ribuan warga dan kalangan santri ikut menghadiri acara pembacaan tahlil yang digelar setiap hari setelah shalat Isya. 

Gus Sholah wafat pada Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 20.55 WIB di RS Harapan Kita, Jakarta, setelah menjalani operasi penyakit jantung. Almarhum merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng yang ketujuh mulai 2006 hingga 2020, sejak generasi sang kakek KH Hasyim Asy’ari (1899-1947).

Almarhum merupakan adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Gus Sholah lahir di Jombang pada 11 September 1942 dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Hj Solichah.
Selama hidupnya, banyak karya yang telah dihasilkan, terutama terkait pendidikan, baik pendidikan agama maupun umum. Gus Sholah mendirikan SMA Trensains (Pesantren Sains) Tebuireng dan SDI Tebuireng Ir Soedigno, Kesamben, Kabupaten Jombang.

Jumlah cabang Pesantren Tebuireng saat ini ada di 14 cabang di berbagai daerah. Semuanya didirikan oleh Gus Sholah. Sementara SMA Trensains didirikan pada 2014 dan diresmikan 23 Agustus 2014 oleh Lukman Hakim Saifuddin yang saat itu menjabat menteri agama. (nas)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update