-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Avanza Dihantam KA di Perlintasan Tanpa Portal, Tiga Meninggal Dunia

Friday, May 8, 2020 | 2:57 PM WIB Last Updated 2020-05-08T07:57:57Z

LAMONGAN (DutaJatim.com) -  Ini bukti setiap perlintasan kereta api harus ada portal dan penjaganya. Hal itu agar kejadian mengerikan KA menabrak mobil penumpang  tidak terulang lagi seperti terjadi di Lamongan Jumat siang tadi.

Kecelakaan maut  itu melibatkan mobil dan kereta api, yang terjadi  di perlintasan tanpa palang pintu di Kecamatan Deket,  Kabupaten Lamongan Jumat (8/5/2020) siang tadi.


Sebuah mobil Avanza W 1069 EG  dihantam  kereta api  mengakibatkan tiga penumpangnya meninggal dunia. Sedangkan  sopirnya berhasil selamat dari kejadian nahas tersebut.

Kanit Laka Lantas Lamongan  Iptu Sudirman mengatakan, kronologi kejadian bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Pujo Hartanto (45) warga Kebomas, Gresik, melaju dari arah timur ke barat bersama Ari Yulianto, Ibrahim Kurniawan (46) dan Heri Suseno (52) untuk Salat Jumat.


Saat mobil belok kiri untuk melintasi perlintasan rel kereta api yang tidak ada petugas maupun palang pintu, datang kereta api dari arah timur ke barat. Kontan saja  kereta api itu menabrak mobil hingga terpelanting ke jalan raya. Kondisi mobil  hancur.


“Karena tidak bisa menguasai setir, sehingga tertabraklah Avanza tersebut dan terpelanting ke kanan ke jalan raya,” kata Iptu Sudirman  Jumat siang.


“Kecelakaan ini menimbulkan korban empat orang. Satu sopir bernama Pujo masih hidup, lalu yang meninggal penumpang bernama Ari, Ibrahim dan Heri,” katanya.

Ketiga penumpang itu meninggal dunia di lokasi kejadian. Semua korban dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Sudirman mengatakan, lokasi itu merupakan perlintasan kereta api yang rawan terjadi kecelakaan. Pasalnya tidak ada palang pintu dan penjaganya.


Selanjutnya, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan PT KAI agar perlintasan dipasang palang pintu atau disiapkan  pengawas supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Mengingat perlintasan ini tidak ada portalnya dan kiranya perlu kerjasama dengan pihak kereta api, karena di situ sering kali terjadi (kecelakaan). Kalau memang memungkinkan dibuat portal, atau petugas yang mengawasi,” katanya. (ful/ssn)


Foto: Polisi dibantu warga mengevakuasi korban. (suarasurabaya.net)


×
Berita Terbaru Update