Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

New Normal di Ponpes Amanatul Ummah, Kiai Asep Beri Wejangan Santri- Walisantri dan Ajak Istighotsah

Tuesday, July 14, 2020 | 05:58 WIB Last Updated 2020-07-14T03:53:04Z





SURABAYA (DutaJatim.com) - Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MAg memberi wejangan kepada sejumlah santri dan walisantri di Kompleks Pondok Pesantren ini di Siwalankerto Surabaya Senin 13 Juli 2020. 


Para santri yang memasuki tahun ajaran baru ini juga mengikuti acara Istighotsah yang digelar Selasa 14 Juli 2020 pagi ini. Kiai Asep--panggilan Beliau--juga membimbing langsung serta memotivasi siswa baru agar bersemangat, tidak bermalas-malasan, agar menjadi pemuda harapan bangsa dan negara. Selain itu, acara Selasa pagi adalah penempatan siswa baru.  

Para santri dan walisantri selama proses pengenalan di lingkungan pondok harus mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat. Salah satunya harus menunjukkan hasil Rapid Test NonReaktif.


Tampak semua peserta acara, baik santri maupun walisantri, memasuki lokasi dengan melalui bilik penyemprotan disinfektan yang sudah disediakan oleh pihak pondok. Selain itu semua harus cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir serta memakai masker atau face shield. Semua guru juga terlihat memakai face shield saat membimbing para santri.



Para santri dan walisantri terlihat mengikuti wejangan Kiai Asep dengan serius. Kiai Asep memberikan tips dan doa-doa agar secara Istiqomah dibaca agar para santri dan keluarganya serta bangsa Indonesia bisa selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT khususnya dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Mereka juga berdoa bersama dipimpin oleh Kiai Asep.

Kiai Asep meminta para santri agar rutin cuci tangan, bisa pula memakai handsanitizer. Selain itu juga meningkatkan  imunitas dengan mengkonsumsi makanan bergizi. 

"Ada yang murah seperti tahu tempe kecambah. Juga makanan bergizi lain. Ini vaksin yang luar biasa untuk cegah Corona. Lalu juga harus  dibentengi dengan imanitas. Imunitas dan imanitas. Artinya semua orang Indonesia harus beriman. Sila pertama dalan Pancasila adalah Ketuhanan  Yang Maha Esa. Sila yang jadi pancaran sila -sila lain. Karena itu jangan meringkas jadi Eka Sila hingga ke gotongroyong. Nanti semua boleh asal gotong royong itu bahaya. LGBT boleh asal gotong royong," kata Kiai Asep.  

Ini bahaya sekali. Saya minta TNI Polri bersama rakyat membendung hal yang juga bahaya ini," tambah Kiai Asep.

Harus Miliki Imanitas

Karena itu semua masyarakat harus beriman. Beriman kepada Allah SWT, malaikat,  rasul. 

"Kita harus percaya dan memahami hadis nabi. Dan itu benar. Harus ada imanitas. Sebab dampak Corona ini besar. PHK jutaan pekerja juga harus diatasi. Kalau dibiarkan akan berbahaya. Dan saat ini kita mulai new normal. Khususnya di Amanatul Ummah ini," kata Kiai Asep.



Selanjutnya Kiai Asep meminta semua yang hadir dalam acara itu memperbanyak membaca istighfar agar kesusahan berubah jadi bahagia. Agar kesulitan diberikan jalan keluar oleh Allah SWT.

Semua ini ada pada Hadis Nabi. Juga membaca Laaila ha illallah. Hal itu bisa menangkal berbagai macam petaka termasuk Corona. 

"Perbanyak juga membaca lahaula  walaa quuata illabilla hil aliyil adzim. Ini bisa menangkal berbagai hal yang membahayakan. Nah agar semua bacaan kita diterima oleh Allah SWT  kita harus baca sholawat sebanyak-banyaknya," kata Kiai Asep.  (gas)
×
Berita Terbaru Update