-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Santri Gelombang 2 Ponpes Amanatul Ummah Giliran Masuk Asrama

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 03.32 WIB Last Updated 2020-08-07T20:32:43Z

 

Santri masuk asrama dengan protokol kesehatan yang ketat.

MOJOKERTO (DutaJatim.com) - 
Setelah berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jawa Timur menuju era kebiasaan baru,  kini Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto, secara bertahap  mengembalikan santrinya ke asrama. Kali ini pengembalian tahap kedua  santri masuk asrama pada Jumat 7 Agustus 2020.

Tahap kedua ini ditujukan kepada santri yang di daerah asalnya baru saja ada kelonggaran PSBB,  serta ada beberapa faktor dari keterlambatan datang saat tahap pertama, mulai dari faktor transportasi, serta faktor ekonomi misalnya karena mahalnya rapid test. 

Tes cepat Corona itu merupakan syarat mutlak bagi santri yang masuk asrama-- selain hasil cek kesehatan lengkap. Tujuannya agar semua santri yang tinggal di asrama sehat bebas Covid-19.


Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Cepat Istimewa atau Excellence, Muhibburohman, mengatakan, di tahap kedua ini selain ditujukan kepada santri yang di wilayahnya baru mengakhiri PSBB,  ada pula karena beberapa santri  berasal dari luar Pulau Jawa.

Gus Muhib-- sapaan akrabnya--  menambahkan bahwa dari konfirmasi koordinator kegiatan, jumlah santri yang dijadwalkan datang pada tahap kedua ini sebanyak 15 santri. Sebelumnya pada tahap pertama ribuan santri baru dan lama sudah masuk asrama.

Sama dengan tahap pertama, meski jumlahnya tidak sebanyak tahap pertama, di gelombang kedua ini, pihak ponpes tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan sangat ketat.

"Jadi jumlah santri yang datang sekitar 15, ada yang berasal dari regional Jatim dan ada juga yang dari luar Pulau Jawa, seperti dari NTT dan NTB,"tuturnya

Di tempat yang sama walisantri dari Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa pihaknya merasa senang karena dari pihak yayasan memperhatikan protokol kesehatan santri yang baru datang secara ketat.


"Kami tidak khawatir dengan kesehatan santri, karena pihak pondok sudah menerapkan protokol kesehatan secara maksimal,"  kata Dian, walisantri asal Sumenep Madura.

Walisantri dari Farel siswa SMA BP kelas 11 ini memilih Ponpes Amanatul Ummah sebagai tempat pendidikan putranya, dengan alasan kualitas pendidikannya sudah diakui secara nasional bahkan internasional. Artinya,  sangat istimewa dari sisi akademis.


"Kami membawa harapan besar kepada Amanatul Ummah sebagai tempat pendidikan, harapannya putra kami nanti bisa menjadi orang besar sesuai dengan harapan Kiai Asep juga,"terangnya.

Selanjutnya Dian memberi saran agar Ponpes Amanatul Ummah terus mengembangkan sarana prasarana fasilitas pendidikan. Selain itu juga inovasi dalam sistem belajar mengajarnya. 

"Sekarang sudah sangat bagus, tapi tetap harus ada peningkatan sesuai perkembangan dunia pendidikan," katanya. (Rofii)
×
Berita Terbaru Update