-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Buka Dua Trayek, Mulai Hari Ini DAMRI Sediakan Layanan Transportasi Gratis di Kota Batu

Minggu, 18 Oktober 2020 | 05.56 WIB Last Updated 2020-10-17T22:56:45Z

 



KOTA BATU (DutaJatim.com) -  Perayaan HUT ke- 19 Kota Batu diwarnai acara peluncurkan trayek jalur wisata Batu-Bromo. Untuk itu Pemkot Batu  menggandeng Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI). Fasilitas layanan ini sekaligus menjadi kado bagi Kota Batu yang kini berusia 19 tahun.

BUMN yang bergerak di sektor moda transportasi darat itu bakal menyediakan layanan gratis selama seminggu. 

Armada bus mulai dioperasikan pada Minggu  18 Oktober 2020 hari ini. Halte juga disediakan di Terminal Batu yang dikelola Pemprov Jatim.

Saat launching, Kasubdit Angkutan Multimoda Dirjen Perhub Darat, Ahmad Wahyudi berkeyakinan angkutan ini mempermudah konektivitas serta ramah melayani wisatawan menuju tunjuan wisata. Tentunya harga juga terjangkau, nyaman, aman dan sehat.
 
Wahyudi mengatakan, di tahun 2020 ada 11 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang terlayani moda transportasi darat milik BUMN ini. Sebelumnya, pada 2019 lalu, diluncurkan di 5 KSPN.

"Hari ini ada empat lokasi yang meliputi Denpasar, Banyuwangi, Bukit Tinggi dan Kota Batu," ujar Wahyudi  Sabtu (17/10/2020).

Ada dua rute yang akan dilalui, yakni dari Kota Batu menuju wisata religi Wali Lima melintasi Lamongan dan berakhir di Tuban. Serta trayek menuju Kawasan Wisata Bromo via Pasuruan. 

Tarif normal yang dikenakan untuk masing-masing rute, per orang cukup menyediakan uang senilai Rp 175 ribu. Namun karena ada subsidi hingga 70 persen, tarif transportasi hanya Rp 50-60 ribu. 

"Karena masih momen Hari Jadi Kota Batu, kami bebaskan hingga 5 hari kedepan terhitung mulai besok (Minggu, 18/10). Jam operasional juga masih uji coba dan akan dievaluasi setiap pekan hingga betul-betul prima," urai Wahyudi.
 
Ia menerangkan lebih lanjut, nantinya armada tidak langsung ke tujuan atau patas. Tergantung dari wisatawan. Namun, karakteristik  mayoritas wisatawan menginginkan tipe patas.

Nantinya setiap penumpang juga akan dipantau online GPS oleh kementerian. Sehingga jumlah penumpang juga terdata secara akurat. Mengenai jadwal pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Dishub Kota Batu. 

Kapasitas kursi juga akan dibatasi sebanyak 12 penumpang karena di masa pandemi Covid-19. Protokol kesehatan juga diberlakukan ketat sesuai arahan dari instansi terkait. Jika situasi normal kendaraan ini bisa mengangkut 19 penumpang.

"Sedangkan penambahan armada, juga akan dievaluasi dari antusias wisatawan. Bahkan jika banyak peminat akan kami komersilkan bekerja sama dengan pengusaha," ungkapnya.

Sesuai petunjuk dari DAMRI, hingga akhir Desember 2020 ini masih dikelola DAMRI dan Pemkot. Setelah itu pada Januari 2021 ada lelang untuk operator. Siapa pun bisa ikut lelang dan akan tetap mendapat subsidi dalam operasionalnya. 

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengaku kagum dengan kado spesial yang diberikan DAMRI pada HUT ke 19 Kota Batu. Hadirnya layanan transportasi wisata Batu-Bromo, diyakini meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat Kota Batu.

"Untuk bus DAMRI ini merupakan program Dirjen Perhubungan Darat untuk daerah pariwisata yang dianggap punya potensi. Tak hanya Kota anatu. Tapi ada juga Banyuwangi dan Jember. Ini percobaan ke Bromo," bebernya.

Dengan adanya transportasi wisata itu ia berharap mini bus tersebut bisa jadi fasilitias umum dan wisatawan ke Bromo dengan awal dua armada dulu.

"Sekarang dua armada dulu. Kemudian nanti dilihat antusais wisatawan. Kalau sudah over load bisa ditambah. Sementara selama satu minggu ini gratis," pungkasnya. (ndc)
×
Berita Terbaru Update