-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jalan Rusak di Lamongan Tak Kunjung Diperbaiki Akhirnya Memakan Korban

Minggu, 18 Oktober 2020 | 17.15 WIB Last Updated 2020-10-18T10:15:24Z

 

Korban luka parah akibat jatuh di jalan Desa Tawangrejo yang rusak parah.


LAMONGAN (DutaJatim.com) -Jalan poros Kadet Suwoko di Desa Tawangrejo Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan akhirnya memakan korban. Warga setempat sudah lama mengeluhkan kondisi jalan itu yang rusak parah tapi tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah hingga memakan korban.


Hal itu setelah jalan rusak itu mengakibatkan kecelakaan pada 7 Oktober 2020 lalu. Korbannya warga Desa Turi yang mengendarai motor dan terpelanting setelah melintas di jalan yang rusak tersebut. 


" Korban mengalami luka parah," kata  Hadjir warga setempat Minggu 18 Oktober 2020. "Apa menunggu ada korban lagi baru diperbaiki ya," kata alumni Unisla tersebut.


Huda,  warga lain juga menyebut senada. "Kondisi jalan yang rusak itu sudah sangat memprihatinkan. Selain berkerikil tajam pada permukaan jalan, warga sekitar setiap hari kerap juga menghirup debu  yang beterbangan dari jalan itu. Bahkan debu tersebut menumpuk di lantai dan pekarangan rumah warga sekitar," katanya.


Untuk mengurangi debu, kata dia, warga sekitar tiap hari melakukan penyemprotan ke badan jalan dengan menggunakan SR (sambungan rumah) air bersih masing-masing rumah. Namun masih saja tidak bisa menghilangkan  debu yang tebal yang ada di lantai rumah milik warga sekitar jalan.


Selain itu, menurut keterangan Huda kecelakaan ringan juga kerap terjadi, tepatnya arah pertigaan, "Iya mas di jalan tepatnya pertigaan seringkali terjadi pengendara jatuh lalu bangkit lagi. Hal ini dikarenakan roda sepeda motor kena kerikil dan roda tergelincir akhirnya pengendara jatuh", terangnya.


Sementara itu Dachlan anggota Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Lamongan menduga  jalan desa Tawangrejo sepanjang kurang lebih 200 meter yang rusak itu tak segera diperbaiki mungkin karena adanya refocusing anggaran.


Namun, dirinya mengatakan bahwa setelah musibah banjir tahun 2019 lalu jalan ini dilakukan peninggian katel dan atasnya dikasih sirtu. Tapi  hal itu atas uluran tangan dermawan pribadi oleh H. Ach. Fauzi pengusaha CV. Dua Paus. 


"Bahkan karena kepeduliannya warga sekitar badan jalan terdampak banjir dikasih beras premium 25 Kg tiap rumah," katanya Minggu (18/10/2020). 


Selain itu, pengusaha CV Dua Paus juga memasang orang untuk melakukan penyemprotan jalan setiap hari agar tak berdebu. 


"Itu dilakukan sampai detik ini masih dilakukan dan per bulannya dikasih honor Rp 1 juta. Hal ini sambil menunggu bantuan pembangunan jalan beraspal tersebut direalisasikan. Warga masyarakat sekitar sangat berharap sekali agar pembangunan jalan itu dimasukkan pada usulan skala prioritas oleh pemerintah kabupaten Lamongan dalam hal ini melalui Bidang Perbaikan Jalan Poros Desa Dinas PU Bina Marga Lamongan," katanya.


Dia mendapat  informasi  bahwa semula pembangunan  jalan tersebut akan direalisasikan pada bulan Agustus 2020. "Tapi sampai saat ini tak kunjung ada sebuah kepastian untuk direalisasikan", pungkas Dachlan perwakilan warga masyarakat dengan penuh harapan. (ful)
×
Berita Terbaru Update