-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Sumberkerep Lamongan Menjerit

Selasa, 06 Oktober 2020 | 18.17 WIB Last Updated 2020-10-06T11:17:47Z

 

Petani Desa Sumberkerep Kec. Mantup membutuhkan ketersediaan pupuk subsidi menjelang musim tanam ini.

LAMONGAN (DutaJatim.com) - Para petani di Desa Sumberkerep Kecamatan Mantup Kab. Lamongan menjerit. Hal itu karena mereka kesulitan mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran itu karena diduga ulah nakal oknum agen kios pupuk.


Modusnya, jatah pupuk dari pemerintah itu bukannya dijual ke petani yang jadi kelompoknya, melainkan dijual ke lain kelompok atau di luar wilayah RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok)- nya. Hal itu diketahui pada bulan Maret 2019 dan sampai sekarang pupuk masih langka. 


Penjualan pupuk secara ilegal ini keuntungannya lebih banyak karena harganya lebih mahal dibandingkan dijual ke petani yang jadi kelompoknya sendiri.


Bahkan ada agen pupuk sempat dipanggil oleh UPT dan PPL Pertanian Mantup Wilker Kecamatan Ngimbang. Pihak kios mengakui telah menjual jatah pupuk petani Desa Sumberkerep ke wilayah desa lain yang bukan wilayah RDKK-nya.


"Iya, sepertinya itu permainan salah satu oknum agen kios pupuk di Desa Sumberkerep Ngimbang, sehingga pupuk bersubsidi sampai saat ini langka," kata salah satu petani desa Sumberkerep, Kasan, Selasa (6/10/2020).


Padahal, papar dia, sekarang ini petani lagi butuh pupuk untuk persiapan awal musim tanam padi. Namun, pupuk malah sulit ditemukan di toko, yang ditunjuk sebagai agennya.


"Seperti di desa kami ini, agennya adalah UD Nikos Jaya. Namun, di toko itu selalu tak ada pupuk," katanya. 


Menurut Kasan, oleh pihak agen  pupuk, Kelompok Tani (Koptan) disuruh menyiapkan uang dulu. "Tujuannya untuk menebus pupuk yang ada di distributor," papar Kasan yang didampingi Tim Investigasi LSM LPKPK Rohman.


Karena sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, paparnya, berbagai cara dilakukan oleh petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. Bagi petani Desa Sumberkerep yang punya uang, sampai membeli pupuk ke wilayah Kabupaten Gresik, meski harganya berlipat -lipat lebih mahal. Yakni, pupuk Urea dan Phonska dengan harga Rp 309 ribu.


"Bagi yang nggak punya uang, padinya hanya dirabuk (pupuk kandang), bahkan ada yang hanya pasrah," paparnya.


Sementara di tempat berbeda Koordinator agen pupuk bersubsidi se- Kecamatan Mantup H. Ra'is saat dikonfirmasi menjelaskan, jatah pupuk bersubsidi Desa Sumberkerep masih banyak akan tetapi tidak ditebus (diambil) oleh agen kios pupuk bersubsidi UD Nikos Jaya. 


Lebih lanjut dikatakan oleh H. Ra'is, kejadian ini sangat disayangkan, karena korbannya adalah anggota Koptan yang semestinya sesuai aturan terpenuhi akan kebutuhan pupuk selama masa tanam. Ia menegaskan agar pihak terkait mendengar dan selanjutnya melakukan klarifikasi ke lapangan dan memberikan peringatan kepada pihak yang melanggar aturan.


"Kalau dipandang perlu ada sanksi backlist/tidak boleh nyuplai lagi ke petani yang diberikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lamongan. Ini agar ada efek jera atas tindakan yang merugikan para petani di desa Sumberkerep," katanya. (ful)
×
Berita Terbaru Update