-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pupuk Subsidi Langka, Petani Menjerit

Senin, 05 Oktober 2020 | 14.38 WIB Last Updated 2020-10-05T07:38:17Z

 


BANYUWANGI (DutaJatim.com)  – Petani di Kabupaten Banyuwangi menjerit gegara pupuk subsidi langka. Jeritan petani itu terlihat saat mereka bertemu Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, yang menggelar kegiatan serap aspirasi (reses) di Desa Gumuk Kecamatan Licin.


Dalam kesempatan itu petani kenumpahkan unek-uneknya soal langkanya pupuk subsidi kepada politisi PDI-Perjuangan tersebut.


Akibat pupuk bersubsidi langka di pasaran, petani harus tambah biaya. Mereka  terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya mahal untuk perawatan tanamannya. 


“Pupuk subsidi ini sudah tidak ada di pasaran. Ini pukulan bagi petani di tengah COVID-19. Akhirnya harus beli pupuk non subsidi yang harganya dua kali lipat dari pupuk subsidi,” kata Jauhari, salah satu petani setempat. 


Jauhari dan petani lainnya berharap wakil rakyat memperjuangkan aspirasi mereka. “Kami berharap bapak Made selaku ketua DPRD dapat memperjuangkan kami para petani. Agar pupuk subsidi ini ditambah. Agar nasib petani tidak semakin sulit,” katanya.


Menanggapi curhatan petani ini, I Made Cahyana Negara menyampaikan, kelangkaan pupuk bersubsidi diakibatkan kebijakan pemerintah pusat yang mengepras kuota pupuk subsidi nasional. “Hal ini terjadi di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Banyuwangi,” ungkapnya.


Eksekutif dan legislatif, kata Made, sebenarnya sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar menambah kuota pupuk subsidi di Banyuwangi. Hanya saja tambahan yang diberikan tetap tidak mencukupi untuk kebutuhan seluruh petani.


“Dari 61 ribu ton pupuk subsidi yang diusulkan, awalnya hanya 31 ribu ton saja yang disetujui. Kita minta agar ditambah, namun hanya 7 ribu ton saja tambahan yang disetujui,” katanya.


Kendati demikian, DPRD tetap berupaya agar kesulitan petani ini bisa mendapatkan solusi. Selain mengusulkan kembali kepada pemerintah pusat agar menambah kuota, pihaknya bersama Dinas Pertanian juga sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu petani.


“Kami mohon petani bersabar. Kita sudah berupaya meminta tambahan. Kita juga sudah menganggarkan Rp 10 miliar untuk membantu petani dalam bentuk bantuan pupuk organik cair. Memang harus ada pendampingan dari PPL karena banyak petani kita yang belum mengerti penggunaan pupuk organik,” tutup Made yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi ini. (ndc)
×
Berita Terbaru Update