-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kencani PSK Tak Segera Klimaks, Pria Ini Dihajar Kasun

Sunday, November 15, 2020 | 10:33 AM WIB Last Updated 2020-11-15T03:37:03Z
Polisi bersama tersangka seorang kasun di Kecamatan Jombang.

JOMBANG (DutaJatim.com) - Ini pelajaran bagi orang yang doyan jajan di PSK (pekerja seks komersial). Bila masih saja doyan PSK, bukan hanya terancam penyakit kelamin tapi juga dihajar orang bila nasib lagi apes seperti dialami Achmad Saifudin ini.


Pria ini jajan PSK dengan tujuan mencari kenikmatan seksual tapi ternyata dia tak mendapat kenikmatan itu dan malah babak belur. Ceritanya Achmad sedang melakukan hubungan seksual dengan SAL, seorang PSK, di Jombang. Namun belum sempat mencapai klimaks atau orgasme, dia malah dianiaya orang. Pasalnya, pria 24 tahun itu tak kunjung mencapai klimaks alias terlalu lama. Dia pun dipukuli seorang kepala dusun (kasun) kenalan PSK tersebut. Achmad Saifudin yang babak belur pun dirawat di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.


Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (7/11/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Seharusnya malam itu Achmad tidur di rumah saja. Namun karena keluyuran Saifudin berhasrat membeli jasa PSK. Dia lalu bertemu SAL dan sepakat kencan singkat selama satu jam di kamar rumah warga Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang yang dia  sewa.


Namun hingga satu jam berlalu, Saifudin tidak juga klimaks. SAL pun kesal dengan pelanggannya tersebut. Diam-diam, wanita 34 tahun itu mengirim pesan singkat ke Agus Syarifudin (31), Kasun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Dia meminta bantuan Agus untuk mengusir pelanggannya tersebut.


"Yang pria ini sudah satu jam tidak keluar-keluar, ceweknya keberatan. Kemudian ceweknya minta tolong ke Pak Polo (kasun)," kata Kapolsek Jombang AKP Moch. Wilono kepada wartawan Sabtu (14/11/2020).


Wilono menjelaskan Agus saat itu peduli lantaran mantan suami SAL adalah teman dekatnya. Dia mendobrak pintu kamar tempat SAL melayani Saifudin sekitar pukul 23.30 WIB.


"Korban (Saifudin) memukul duluan, tapi tidak kena, lalu dihajar pelaku menggunakan tangan kosong," terangnya.


Kasun Tambakberas itu melayangkan bogem mentah ke wajah dan dada Saifudin beberapa kali. Akibatnya, pria warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang itu menderita luka robek pada pelipis kanan, memar pada mata kiri, serta sesak di dada.


"Ada retak pada tulang rusuknya sehingga (korban) sampai saat ini masih diopname di RSI Jombang," terang Wilono.


Wilono mengatakan Agus mengaku nekat mengusir dan menganiaya korban karena peduli dengan SAL. Namun Wilono menduga ada motif asmara juga di baliknya.


"Karena pelaku kenal baik dengan ceweknya (SAL), dia dulu juga kenal baik dengan mantan suami cewek itu," kata Wilono.


Kepada penyidik, kepala dusun itu mengelak mempunyai hubungan asmara SAL. Namun, Wilono masih menyelidiki pengakuan Agus dengan memeriksa saksi lainnya.


"Dia (Agus) tak mengaku kalau punya hubungan asmara dengan cewek itu. Kami pikir tidak mungkin hanya dimintai tolong lewat SMS dia langsung berangkat kalau tidak ada hubungan khusus," terangnya.


Akibat perbuatannya, Agus disangka dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. Dia kini ditahan oleh Polsek Jombang. Ancaman hukuman dua tahun penjara sudah menantinya. (det/sal)

×
Berita Terbaru Update