-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rapimwil Pergunu Jawa Timur: Prof Dr KH Asep Memotivasi Insan Pergunu Punya Cita-cita dan Komitmen Tinggi

Saturday, January 2, 2021 | 9:09 PM WIB Last Updated 2021-01-02T14:09:20Z

 



MOJOKERTO  (DutaJatim.com) - Sekitar 500 pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se- Jawa Timur menghadiri acara Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pergunu Jawa Timur di Guesthouse IKHAC Pacet pada Sabtu (2/1/2021) malam. Acara ini juga dihadiri dan diberikan pengarahan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pergunu, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Sedangkan dari unsur Pengurus Cabang Pergunu hadir ketua dan sekretaris sebanyak 38 kabupaten dan kota se- Jawa Timur.


Acara Rapimwil yang dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jatim, Drs H Sururi ini, mengetengahkan sebuah
topik: Tantangan Pendidik dan Pendidikan pada Tahun 2021.

Dalam pengantarnya, Ketua Pergunu Jawa Timur menjelaskan, progress report dan program kerja Pergunu di masing-masing daerah tingkat II di Jawa Timur. Kurun waktu enam bulan,  khususnya Pengurus Anak Cabang Pergunu harus tuntas. 


Sedangkan untuk kepengurusan cabang, lanjut Sururi, dalam Januari 2021 ini wajib rampung. Karena hanya dua Pengurus Cabang (PC) yang belum terbentuk. Yakni untuk PC Pergunu Kota Batu dan Kota Kediri.

"Selanjutnya ada prioritas turun ke bawah (turba) dari Ketua Umum Pergunu, Prof Dr KH Asep Saifudin Chalim, MA ke seluruh daerah tingkat II di Jawa Timur. Untuk itu harus ditentukan dalam pembagian zona wilayah, agar memudahkan mobilisasi pengurus dan anggota Pergunu. 
Misalnya saja untuk wilayah Tapal Kuda dimana, Pantura dan wilayah Madura juga ditentukan dimana?" Pinta Ketua Pergunu NU Jawa Timur.

Cita-cita Luhur

Sementara dalam pengarahan Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu), Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan, awalnya mendirikan Sekolah Unggulan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet Mojokerto ini berawal dari cita-cita tinggi. Namanya MBI atau madrasah bertaraf internasional.

"Sewa untuk gedung sekolah. Berawal dari gak punya apa-apa itu, maka selama 11 tahun punya sekolah terbaik di Indonesia. Kemudian sekarang sudah terwujud dengan bukti berbagai award (penghargaan) prestasi," kata Kiai Asep.

Kiai Asep menambahkan, kini dia ingin mewujudkan jembatan emas menjadikan Indonesia yang adil dan makmur.
Nah kalau tidak ada yang punya cita-cita tinggi  itu, kata Kiai Asep, maka semua bangsa Indonesia berdosa besar. Karena hal itu sebagai cita-cita luhur seluruh pejuang kemerdekaan RI dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan. 

"Semoga sebelum saya meninggal dunia, cita-cita menjadikan Indonesia yang adil dan makmur sudah terwujud,"  cetus Kiai Asep.

Sekarang percontohan-percontohan untuk mewujudkan Indonesia adil dan makmur sudah dimulai semuanya dari Mojokerto, lanjut Kiai Asep. Dari obyek-obyek percontohan itu akan dibagi ke daerah-daerah di luar Mojokerto.

Masih dalam pengarahan Kiai Asep, Mojokerto sebagai miniatur contoh atau wujud nyata Indonesia yang adil dan makmur. Targetnya adalah dua tahun terealisir dan dipresentasikan atau dibedah ke seluruh daerah se-Jawa Timur. Selanjutnya kita berani mencontohkan dalam skala nasional.

Maka dari itu, menurut Kiai Asep, jangan malu untuk membuat cita-cita yang tinggi. Bahwa kiprah seorang pemimpin  harus diorientasikan pada kepentingan masyarakat. 

Harus Berkomitmen Tinggi

Selanjutnya Kiai Asep juga mengutip sebuah ayat Al Qur'an sebagai landasan dalil naqli di atas. Sehingga dengan keberhasilan miniatur Indonesia yang adil dan makmur dari Mojokerto, maka harapan daerah secara nasional berminat mencontohnya.

"Masak mencontoh yang baik, tidak mau?" kata Kiai Asep.

Karena itu untuk mencapai pesan seperti topik acara Rapimwil Pergunu Jawa Timur ini, lanjut Kiai Asep, seluruh pengurus dan anggota Pergunu harus punya cita-cita tinggi dan komitmen yang tinggi pula sebagai pendidik. (oko/gas)
×
Berita Terbaru Update