-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kaum Muda Demo Desak Pemkab Lamongan Segera Atasi Banjir Bengawan Njero

Monday, January 18, 2021 | 17:16 WIB Last Updated 2021-01-18T10:25:13Z

Para mahasiswa sebelumnya juga mendesak Pemkab Lamongan serius tangani banjir Bengawan Njero.

Tonton banjir akibat luapan Bengawan Njero di video ini.

LAMONGAN (DutaJatim.com) - Banjir akibat luapan air Bengawan Njero yang sudah dua minggu tidak surut membuat warga marah. Mereka menggelar aksi unjuk rasa agar Pemerintah turun tangan menangani banjir tersebut Senin 18 Januari 2021.

Setelah aksi para mahasiswa, kini giliran 
kaum muda yang mengatasnamakan Lamongan Melawan menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPRD dan Pemkab Lamongan. Tuntutan sekitar 50 pemuda ini juga persoalan banjir yang hingga kini masih terjadi di 6 kecamatan Lamongan. Massa menganggap Pemerintah tidak serius menangani banjir.

"DPRD Lamongan adalah lembaga yang turut bertanggungjawab atas terjadinya banjir di wilayah Bengawan Njero. Pemerintah Lamongan tidak mempunyai master plan sehingga tidak bisa menyelesaikan persoalan banjir yang sampai hari ini dirasakan masyarakat petani," kata Korlap aksi, M. Fahmi Muzakki dalam orasinya, Senin (18/1/2021).


Dalam aksinya para pemuda juga menyayangkan sikap pihak  eksekutif dan legislatif yang menyalahkan curah hujan dan eceng gondok sebagai penyebab banjir.  Padahal, menurut mereka, banjir setiap tahun terjadi di Lamongan karena pemerintah daerah kurang serius mencarikan solusi.

"Pemkab menyediakan transportasi darurat untuk masyarakat yang hendak beraktivitas keluar, mengganti kerugian yang sedang dialami masyarakat, tapi juga harus menyelesaikan musibah tahunan ini dengan masterplan dan menggunakan ilmu serta teknologi," kata warga yang juga orator aksi, Amir.


Massa menuntut pemerintah mengembalikan fungsi waduk seperti semula untuk menampung air. Setelah melakukan orasi massa akhirnya ditemui 3 anggota DPRD Lamongan. Yakni Ketua Komisi C Muhammad Burhanuddin, Ketua Komisi D Abdul Somad dan Imam Fadeli dari Gerindra. 

Saat itu, massa sempat menolak mereka dan bersikeras agar ditemui langsung oleh Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur. Massa ngotot menuntut ditemui ketua DPRD Lamongan sehingga mereka tetap bertahan di depan gedung di tengah gerimis.

"Pak Ketua Dewan, Abdul Ghofur silakan keluar temui kami. Kami tidak ingin wakil anda yang menemui kami," teriak para demonstran.

Melihat assa tetap bertahan di pintu gerbang saat hujan mengguyur, polisi akhirnya berbaik hati dan meminta massa masuk dan berteduh di teras gedung DPRD Lamongan. Di teras Gedung DPRD, massa akhirnya mau menerima perwakilan anggota DPRD Lamongan.

"Sejatinya pemerintah daerah sudah melakukan tindakan untuk mengatasi banjir di Bengawan Njero, termasuk mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat korban banjir. Kita sudah berusaha maksimal, sementara untuk jangka panjang juga sudah direncanakan," kata Ketua Komisi C DPRD Lamongan Burhanuddin.

Usai mendapat penjelasan dari anggota dewan, massa melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Pemkab Lamongan. Tuntutannya pun sama. Aksi mereka mendapat kawalan ketat polisi. (det/wis)
×
Berita Terbaru Update