-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Prof Kiai Asep Lantik 110 Personal DPW PETANESIA Jatim: Pengurus Harus Siap Berjuang untuk Kepentingan Bangsa

Saturday, February 27, 2021 | 4:08 PM WIB Last Updated 2021-02-27T09:08:04Z

 


GRESIK (DutaJatim.com) - Wakil Ketua Dewan Fatwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PETANESIA, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA menyerukan agar seluruh  pengurus yang telah dilantik sebagai pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Jawa Timur (Jatim) bersedia menjadi pejuang untuk kepentingan bangsa Indonesia. 

Dalam sambutan pemantapannya, Profesor Kiai Asep - panggilan populer Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menyebutkan, pengurus harus mentaati AD/ART organisasi PETANESIA. Karena hal itu menjadi rel atau pedoman alur gerak langkah berorganisasi. 

"Karena itu agar semua pengurus dan anggota bersedia mengabdi sebagai pejuang bangsa, hanya semata untuk kepentingan tegaknya NKRI," tegas Kiai Asep saat melantik pengurus DPW Petanesia Jatim. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji pengurus DPW PETANESIA Provinsi Jawa Timur periode 2021-2025 digelar di Pendapa Kabupaten Gresik, Sabtu (27/02/2021).

Dari data yang dihimpun di acara itu, terdapat 38 daerah tingkat II sudah ada 20 daerah yang pengurusnya  dilantik. Gus Miftah Ridlo, selaku Sekjen DPP PETANESIA, membenarkan hal tersebut. Hadir juga dan memberikan kata sambutan, adalah Ketua Umum DPP Pecinta Tanah Air Indonesia (PETANESIA), Eko Kalungguh. 




Dalam pelantikan itu, Prof Kiai Asep melantik Ketua Umum DPW PETANESIA Jatim, KH KHOIRUL ATHOK SYAH dan jajaran kepengurusannya. Namun pengurus yang dilantik secara simbolik akibat situasi Pandemi Covid-19, maka diwakili secara representatif  pengurus harian dan masing-masing kepala divisi saja.

Acara ini mengambil tema: Meneguhkan Nasionalisme dan Kebhinekaan PETANESIA  Menuju Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Sebelumnya, Ketua Dewan Fatwa DPP PETANESIA Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menjelaskan organisasi ini merupakan Ormas. Organisasi  Petanesia ini murni gerakan kebangsaan. 

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya juga sempat hadir bersama Kiai Asep di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ibrahimi di Manyar Gresik. Kedua tokoh agama ini juga sempat bertemu secara tertutup di ruang khusus Ponpes Ibrahimi.

Murni Kebangsaan


Dalam pertemuan sebelumnya, Habib Lutfi  mengatakan, kehadiran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) murni gerakan kebangsaan. 



Habib Lutfi mengaku, pihaknya semata-mata mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Petanesia ormas gerakan kebangsaan untuk mendukung keutuhan NKRI. Bukan organisasi politik dan jangan sekali-kali terpengaruh urusan politik," tegas Habib Luyfi yang juga Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) ini. 

Habib Luthfi adalah pendiri Petanesia. Sementara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petanesia sendiri sudah dilaksanakan sekaligus dilanjutkan dengan acara Muskernas di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (19/8) lalu.

Dikatakan, hal yang lebih utama adalah menjadi netral yang mampu mengayomi, menjadi teladan untuk kepentingan umat dan bangsa.

"Petanesia hadir untuk gerakan moral yang bisa mengayomi dan menjadi teladan untuk kepentingan umat dan bangsa Indonesia tercinta," ujarnya. 

Lahir dari Kegelisahan

Ketua Dewan Fatwa Kebangsaan DPP Petanesia ini, mengungkapkan, lahirnya Petanesia berawal dari kegelisahan dirinya terhadap kondisi bangsa hari ini dan ke depan. Indonesia memang sudah merdeka 75 tahun silam. Jika diukur dengan perhitungan zaman, Indonesia masih terlalu muda. 

"Tantangan Indonesia semakin mencolok. Jembatan emas yang akan digapai masih cukup panjang untuk bisa meraihnya. Antara lain membangun bangsa ini dari segi ekonomi, pertanian, peradaban, budaya, sosial, dan lain-lain," ungkapnya.   


Habib Luthfi bin Yahya usai pembukaan Muskernas Petanesia memainkan alat musik mengiringi lagu 'Cinta Tanah Air' ciptaan sendiri yang dinyanyikan oleh paduan suara.

 Menurut Habib Luthfi, untuk mencapai semuanya memerlukan waktu dan kecerdasan. Oleh karena itu,  Petanesia mendorong bangsa Indonesia agar bisa menggapai jembatan emas, meski membutuhkan proses yang cukup panjang.

"Dalam dunia pewayangan, ada tiga tokoh yang bisa menjadi contoh bagaimana mereka dengan kecerdasannya serta perannya masing-masing bisa membawa negara yang aman, adil, dan makmur. Mereka adalah Kresna, Werkudara dan Semar," ucapnya. 


Ketua panitia pelantikan dan Muskernas Petanesia H Zinal Muhibbin  menjelaskan, kegiatan pelantikan Pengurus DPP Petanesia diteruskan dengan agenda Muskernas di Agrowisata Pagilaran, Batang.

Ada sekitar 120 peserta pengurus DPP Petanesia yang terdiri dari Anggota Dewan Fatwa Kebangsaan dan jajaran pengurus harian, serta seluruh anggota pengurus di divisi.

"Agenda utamanya adalah merumuskan tiga hal yakni masalah organisasi, program dan rekomendasi," ungkapnya. (oko)
×
Berita Terbaru Update