-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wisata Kota Batu Mulai Menggeliat, Liburan Minggu Kembali Macet

Monday, May 31, 2021 | 08:14 WIB Last Updated 2021-05-31T01:14:28Z

 

Jalur menuju Kota Batu kembali macet.

BATU (DutaJatim.com) - Wisata Kota Batu Jatim mulai menggeliat pasca penyekatan akibat larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021. Sejumlah titik jalur menuju Kota Batu kembali macet Minggu 30 Mei 2021 kemarin.

Hal itu karena arus lalu lintas menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa ruas jalan protokol Kota Batu saat libur Minggu. Kendaraan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk dari luar wilayah rayon Malang Raya, mulai berdatangan menuju sejumlah destinasi wisata di Kota Batu.

Hal itu dibenarkan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Batu, Ipda M Huda. Dia mengatakan, kepadatan arus lalu lintas mulai dirasakan sejak pukul 13.00 di dua titik yakni simpang tiga Pendem dan simpang tiga Bendo. Di kedua titik pintu masuk menuju Kota Batu itu terjadi antrean mengular kendaraan sepanjang 2-3 kilometer.

"Peningkatan arus lalin dirasakan sejak Minggu siang , baik yang keluar ataupun menuju Kota Batu. Hingga pukul 18.00 volume kendaraan di simpang tiga Pendem masih padat. Sedangkan di simpang tiga Bendo sudah normal," kata Huda.

Ramainya arus kunjungan ke Kota Batu pada akhir pekan di penghujung bulan Mei ini, menjadi pelipur lara bagi pengelola wisata. Menggantikan kesempatan meraup pendapatan yang sebelumnya kandas, dihadang kebijakan larangan mudik saat libur Lebaran lalu. 

Salah satu destinasi wisata yang menunjukkan peningkatan kunjungan yakni kawasan wanawisata Coban Rais. Kunjungan pengunjung di lokasi itu tercatat mencapai 400 orang. Jumlah itu didasarkan pada perhitungan tiket masuk di loket wanawisata Coban Rais.

"Mulai ramai pengunjung dari luar daerah sejak siang. Kalau Sabtu kemarin ada sekitar 270 pengunjung," kata staf pengelola kawasan wanawisata Coban Rais, Sumirin. 

Sumirin mengatakan, para wisatawan berdatangan dari beberapa daerah di Jawa Timur. Mereka berdatangan untuk melepas penat lantaran sebelumnya pergerakan masyarakat dibatasi saat libur Lebaran lalu. "Penyekatan memang sangat berdampak terjadi penurunan. Bahkan ketika H+1 Lebaran, sama sekali tidak ada yang berkunjung," ucap Sumirin.

Tentunya, situasi itu jauh berbeda saat libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya ketika masa normal. Dimana jumlah pengunjung bisa mencapai 6000. Sedangkan di hari biasa rata-rata kunjungan berkisar 700-1200 per hari. "Kalau sekarang paling-paling tingkat kunjungan hanya tersisa 20-30 persen. Otomatis omzet juga merosot antara 70-80 persen," ujar dia. (ndc/wis)
×
Berita Terbaru Update