Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sidoarjo Mulai PTM, Bupati Gus Mudhlor Sidak MINU Pucang

Friday, August 27, 2021 | 21:47 WIB Last Updated 2021-08-27T14:47:16Z

SIDOARJO (DutaJatim.com) - Aturan PPKM terbaru, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dapat dilakukan pada satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1-3. Untuk satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4 tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). 


Untuk itu Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor, S.IP melakukan  sidak  hari ini Jum’at (27/8) di MI NU Pucang untuk mengecek apakah protokol kesehatan berjalan dengan baik, kapasitasnya tidak melebihi dan apakah proses PTM berjalan dengan lancar. 


“Untuk PPKM 1 s/d 3 diperbolehkan untuk masuk sekolah tanpa menyangkut pautkan dengan vaksin. Siswa tingkat SD memang tidak memungkinkan untuk divaksin karena masih dibawah 12 tahun. Sedangkan untuk SMP kita juga akan memprioritaskan vaksinasi, sehingga kedepan kita ingin cicil untuk masuk sekolah,”jelasnya 


Terkecuali untuk kelas dengan sistem SKS atau akselerasi disesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah karena proses pembelajarannya hanya  2 tahun, dengan minimalkan tatap muka  pembelajarannya tidak akan terganggu sehingga Pemerintah akan memberikan kelonggaran”ucapnya


Sementara itu Kepala MINU Pucang Sidoarjo M. Hamim Thohari, S,Pd.,MM menyampaikan untuk  pembelajaran di MINU Pucang Sidoarjo,  sesuai dengan edaran Bupati tanggal 24 Agustus kemarin ini awali dari kelas 1 agar bisa  adaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan sekolah, guru dan teman-temannya. 


Untuk minggu depan akan mulai masuk untuk kelas 1, 2, dan 3 dengan kapasitas 50% , minggu berikutnya setelah ada  evaluasi Assement Holistic (AH) baru akan digilir  mulai kelas 1 sampai kelas 6 tetap dengan kapasitan 50 % dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelasnya. 


Saat ini Sidoarjo sudah ada di level 3, mudah-mudahan segera menurun di level 2 dan 1 sehingga PTM bisa diselenggarakan sepenuhnya.  Karena wali murid sudah berada di titik jenuh. 


Mereka tidak bisa mendampingi belajar dirumah karena bekerja. Sedangkan  materi pembelajaran mulai kelas 1 materinya menggunakan Bhs Inggris, sehingga orang tua merasa kesulitan untuk mendampingi. 


Untuk itu sekolah harus mengakomodir kelas 1 PTM. Antusias walimurid cukup luarbiasa,  dari 12 kelas,  yang menginginkan pendampingan belajar ada 11 kelas, jadi hanya 1 kelas yang digunakan untuk pelajaran daring karena pihak sekolah tidak pernah memaksa kepada wali murid untuk memasukkan anaknya kesekolah karena sekolah tetap memberikan dua pilihan daring atau PTM” sambungnya 


Durasi pembelajaran masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 11.00 WIB sedangkan untuk yang masuk pukul 08.00 akan  pulang pukul 12.00 WIB semua ini diatur agar tidak terjadi kerumunan. 


Begitupun ketika mengantar maupun  menjemput peserta didik. Dari total  1200 siswa,  yang masuk hari ini  hanya 170 siswa,  dengan proses pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kerumunan. Ada petugas satgas covid yang dibentuk dari siswa dan tenaga kependidikan untuk mengawasi protokol kesehatan agar siswa  benar-benar melaksanakan protokol kesehatan yang  ketat ditengah proses pembelajaran. (yu/en/win)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update