Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lora Mahfudz: Pemkab Sampang Pastikan Tidak Ada Warga Yang Tertinggal Belajar Al-Qur'an

Sunday, August 9, 2026 | 05:11 WIB Last Updated 2026-08-08T22:11:13Z

 

Wabup Sampang H. Ahmad Mahfudz (satu dari kiri) saat menyerahkan secara simbolis Mushaf Al-Qur'an Isyarat kepada peserta.



SAMPANG (DutaJatim.com) – Komitmen mewujudkan pendidikan inklusif kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Sampang. Sebanyak 29 teman tuli dari Kecamatan Sampang, Banyuates, dan Omben mengikuti Pelatihan Mushaf Al-Qur'an Isyarat (MQI) yang digelar di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sampang, Sabtu-Minggu, 8-9 Agustus 2026.


Pelatihan bertema “Belajar Al-Qur'an dengan Bahasa Isyarat untuk Teman Tuli” ini menjadi langkah nyata Pemkab Sampang dalam memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mengakses pendidikan keagamaan.


Dalam pelatihan selama dua hari tersebut, peserta mendapatkan materi membaca Al-Qur'an menggunakan bahasa isyarat dengan pendampingan langsung dari Instruktur Juru Bahasa Isyarat (JBI). 


Metode ini menggunakan Mushaf Al-Qur'an Isyarat terbitan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Setiap huruf hijaiyah dilengkapi simbol isyarat, sehingga teman tuli dapat membaca, memahami, sekaligus mengamalkan isi Al-Qur'an.


Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz yang hadir langsung dalam kegiatan ini menyerahkan secara simbolis Mushaf Al-Qur'an Isyarat kepada peserta. Ia menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.


"Tidak ada alasan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk berhenti belajar, beraktivitas, dan berkarya. Memang dalam setiap langkah ada tantangan dan hambatan. Namun semua itu harus kita hadapi bersama dengan semangat, kepedulian, dan kolaborasi,” ujarnya Sabtu (8/8/2026).


Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada seluruh warga.


"Kami mendorong seluruh perangkat daerah agar terus melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap program dan kegiatan. Sampang harus menjadi daerah yang ramah dan inklusif bagi semua,” tegasnya.


Lora Mahfudz, sapaan akrab Wabup Sampang, juga berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin ada keberlanjutan berupa kelas rutin, pembentukan komunitas mengaji isyarat, hingga lahirnya guru-guru JBI lokal dari Sampang.


"Kehadiran Mushaf Al-Qur'an Isyarat dan pelatihan ini merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan adanya akses ini, diharapkan literasi Al-Qur'an di kalangan teman tuli Sampang terus meningkat," tambahnya.


Terpisah, salah satu peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. 


“Sekarang kami bisa belajar mengaji dengan cara kami sendiri. Terima kasih kepada Pemkab Sampang,” ucapnya melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan JBI.


Pemkab Sampang berkomitmen akan terus bersinergi dengan komunitas disabilitas, lembaga pendidikan, dan Kementerian Agama untuk memperluas program serupa di kecamatan lain. (Sof)



No comments:

Post a Comment

Bisnis

Bisnis
×
Berita Terbaru Update