Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bidan Janda Digerebek Tengah Berduaan Bersama Oknum Polisi

Tuesday, August 27, 2019 | 16:03 WIB Last Updated 2019-08-27T09:03:06Z


PASURUAN (DutaJatim.com) - Seorang bidan desa berinisial  G (40),  digerebek oleh warga sedang berduaan bersama Bripka D, anggota Polsek Nguling, Polresta Pasuruan. Namun Bripka D bukan satu-satunya pria, bidan ini disebut  sering menerima tamu pria lain yang bukan muhrimnya. Hal ini yang membuat warga desa marah. Lebih dari itu bidan ini juga sering bolos tidak masuk kerja di puskesmas setempatm

"Bidan itu bukan orang asli sini. Kalau nggak salah aslinya Lumajang. Dia di sini tinggal di rumah dinas dekat puskesmas. Sejak tiga tahun lalu warga sudah mengadu ke saya minta dia dipindah dari desa sini, karena warga sudah tahu perilakunya yang dinilai tercela," kata Agun, Kades Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, saat ditemui wartawan  Selasa (27/8/2019).

Perilaku yang dikeluhkan warga selain sering menerima tamu pria hingga malam hari, juga sering bolos. Sehingga pelayanan di puskesmas terganggu. Warga tidak mendapat layanan periksa kesehatan dengan baik.

"Warga berkali kali  melapor bahwa bu bidan  sering keluar saat jam kerja. Suka mbolos. Nggak tahu saya ke mana tapi keluar jam kerja kan nggak benar," kata Agun.

Sebenarnya,  kata Agun, dirinya sudah beberapa kali menasehati bidan G agar mengubah perilakunya. Namun nasehat itu tidak diindahkan. Tidak digubris.

"Dengan peristiwa ini, warga kembali minta bidan ini diganti, harus pindah dari Desa Sanganom," ujarnya.

Agun menjelaskan selama ini pelayanan bidan G bagus. Namun perilakunya yang tidak disukai warga. 

"Kalau kerjanya ya bagus, seperti bidan lainnya," katanya.


Saat ini, bidan G masih menjalani pemeriksaan bersama Bripka D di Mapolresta Pasuruan. Menurut Agun, warga yang membutuhkan pertolongan bidan bisa memanfaatkan bidan di Desa Sebalong. 

Aksi penggerebekan yang dilakukan Warga Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, itu dilakukan di rumah sang bidan. Penggerebekan dilakukan karena bidan berusia 40 tahun itu sedang berduaan dengan oknum polisi dalam keadaan pintu tertutup hingga larut malam.

Penggerebekan dilakukan pada Senin (26/8) pukul 01.30 WIB. Hal itu merupakan puncak dari kekesalan warga kepada perilaku sang bidan. Selama ini bidan yang diketahui sudah menjanda ini sering menerima tamu pria hingga larut malam. Bripka D merupakan salah satu pria dari beberapa pria tersebut.

Sumber di desa itu  menuturkan, bidan G sudah menjanda. Sebelumnya, dia menikah dengan H, warga Desa Mlaten, Kecamatan Nguling. Dari pernikahannya ini, bidan G dikaruniai seorang putra yang kini kelas 5 SD. Pada tahun 2012, G dan H bercerai.

Usai cerai dengan H, G menikah dengan seorang warga Kabupaten Sidoarjo. Dari pernikahan kedua ini, G dikaruniai dua anak. Namun dua tahun setelah menikah, hubungannya dengan warga Sidoarjo ini renggang. Keduanya disebut pisah ranjang.

Selepas bercerai, G dikabarkan menikah lagi. Namun warga mulai curiga karena pria yang diakui sebagai suami G yang datang ke rumahnya berbeda-beda. Sedikitnya, warga mengetahui G membawa sekitar lima pria berbeda ke rumahnya. 

Puncaknya pada Senin (26/8) dini hari lalu. Warga mendapat kabar seorang pria datang ke rumah G. Warga mengetahui pria tersebut merupakan seorang polisi, namun tidak mengetahui identitasnya.

Karena sudah gerah dengan perilaku G, warga spontan mendatangi rumah dinasnya yang berada di belakang Puskesmas Pembantu Desa Sanganom di Dusun Sangsang. Saat warga tiba, rumah G dalam kondisi tertutup.

Saat digedor warga, G yang membuka pintu. Saat pintu terbuka, warga melihat Bripka D berada di dalam rumah. 

"Warga spontan marah dan langsung mengamankan keduanya," ujar sumber tersebut.

Warga yang marah spontan membuka celana Bripka D. Setelah itu, Bripka D dan G diarak sejauh 2 KM dari rumahnya di menuju Balai Desa Sanganom. 

Kades Sanganom Agun mengatakan dia menerima laporan saat warga akan melakukan penggerebekan. Ia pun bergegas menuju lokasi.

"Saya minta Pak D segera dibawa ke balai desa dan jangan ada yang main hakim sendiri," terang Agun.

Agun mengatakan, G dan Bripka D cukup lama diamankan di balai. Saat amarah warga reda, sekitar pukul 04.30 WIB, mereka baru mereka dibawa ke Polsek Nguling. "Saya juga ikut mendampingi ke polsek," terangnya. 

Dari Polsek Nguling, G dan Bripka D lalu dibawa ke Mapolresta Pasuruan. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan. (det/ara)



No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update