-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aplikasikan Revolusi Industri 4.0 Lewat Lab Robotika, Jumlah Mahasiswa Unhasy Meningkat

Minggu, 27 Oktober 2019 | 05.42 WIB Last Updated 2019-10-26T22:42:10Z

JOMBANG (DutaJatim.com) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, Jatim merupakan salah satu provinsi yang dipercaya menjadi pilot project pengaplikasian revolusi industri 4.0 di Indonesia. Salah satu penerapannya dilakukan Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang.

"Karena itu, semua pihak harus miampu bersaing dengan terus berinovasi dan berkolaborasi," kata Khofifah saat menghadiri Wisuda ke-28 Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, yang diikuti 546 wisudawan dari D3 (ke-1), S1 (ke-28), dan S2 (ke-15), Sabtu (26/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan peresmian Laboratorium Robotika, sebagai persembahan Unhasy pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019. Kampus ini mengaplikasikan Revolusi Industri 4.0 Lewat Lab Robotika, hingga jumlah mahasiswa Unhasy pun semakin meningkat.

Masyarakat Jatim, lanjut Khofifah, harus mampu mewujudkan koneksitas antarlembaga, antarsektor, dan antardaerah, serta memberikan layanan terbaik dan terdepan. 

Salah satunya lewat program Millenial Job Center (MJC) dan East Java Super Coridor (EJSC) yang digagas Pemprov Jatim. Tujuannya agar menghadapi era industri 4.0 ini, para milenial dapat memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ajakan Khofifah tersebut disambut baik Dekan Fakultas Teknologi Informasi Unhasy, Dedy Rahman Prehanto. Apalagi Unhasy ditetapkan Khofifah sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis pesantren yang mengembangkan teknologi robotika.

Hal ini, kata Dedy, sekaligus harapan agar lulusan Unhasy memiliki beragam kompetensi. Selain prestasi dalam bidang akademik dengan IPK yang tinggi juga berprestasi di bidang non-akademik. 

"Sebab, dalam menghadapi tantangan kerja bukan hanya kemampuan akademik yang dibutuhkan, tetapi juga softskill sangat dibutuhkan," katanya.

Menurut Dedy, Unhasy merupakan perguruan tinggi yang berbasis pesantren, kewirausahaan, dan teknologi. 

"Sebagai implementasinya, semua mahasiswa program studi wajib mempelajari dan menguasai teknologi untuk menghadapi revolusi industri 4.0," katanya.

Dedy juga berterima kasih kepada Khofifah atas kesediaannya meresmikan Laboratorium Robotika, sebagai persembahan Unhasy pada peringatan HSN 2019.

"Dengan diresmikannya Laboratorium Robotika ini, juga dalam rangka sinergitas program one pesantren one product sebagai episentrum robotika di Unhasy dalam menyambut era revolusi industri 4.0," jelasnya.

Mahasiswa Terus Meningkat

Sementara Rektor Unhasy, Dr KH Salahudin Wahid (Gus Sholah) menyampaikan, citra Unhasy sebagai perguruan tinggi yang relatif baru, saat ini semakin baik di mata masyarakat Jombang bahkan secara nasional. 

Hal tersebut terbukti dengan jumlah masyarakat yang masuk ke Unhasy selalu mengalami peningkatan. Setiap tahun sekitar 1.000 mahasiswa.

"Tahun ini Unhasy menerima 1.211 mahasiswa dengan total 3.500 mahasiswa. Jumlah penerimaan mahasiswa baru tersebut terbanyak di antara perguruan tinggi di Jombang,’’ ujarnya.

Untuk menjawab tantangan perkembangan revolusi industri 4.0, kata Gus Sholah, kemajuan Unhasy dalam bidang teknologi juga sangat menggembirakan. Termasuk aktif mengikuti kontes robotika di ajang nasional.

September 2019, misalnya, mahasiswa program studi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi Unhas, tampil di kontes Robot Terbang Nasional 2019 yang digelar Kemenristek Dikti di Lapter TNI AL di Grati, Pasuruan.(fat)
×
Berita Terbaru Update