-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bonek Bikin Rusuh, Gubernur Khofifah: Stadion Dibangun Pakai Uang Rakyat, Jangan Malah Dirusak!

Rabu, 30 Oktober 2019 | 10.17 WIB Last Updated 2019-10-30T03:21:27Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Masyarakat lelah melihat suporter Persebaya Surabaya "Bonek" masih saja bikin kerusuhan. Polisi harus menindak tegas pelakunya sebab bila tidak dihukum keras pasti akan terjadi lagi kerusuhan yang terus berulang, hingga menimbulkan banyak korban dan kerugian yang besar.

Kali ini Bonek turun ke lapangan sepakbola setelah tim berjuluk Bajul Ijo kalah 2-3 dari PSS Sleman pada pekan ke-25 Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10) malam. Ratusan Bonek pun tak terima dengan hasil buruk Persebaya itu. Tentu ini aneh, sebab timnya kalah kok marah?  

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku prihatin dengan aksi bonek yang bikin rusuh itu. Apalagi sampai merusak stadion. Harus diingat, stadion dibangun pakai uang rakyat, jangan dirusak.

"Jangan tanya perasaan saya melihat ini? Saya sangat sedih dan prihatin. Stadion dibangun pakai uang rakyat, jangan dirusak. Bahkan seharusnya dijaga, bukan  dirusak. Kalah menang dalam pertandingan itu hal biasa," kata Khofifah dalam akun twitternya, @khofifahIP dan instagramnnya Rabu 30 Oktober 2019.

Semula sejumlah Bonek berlarian menghampiri para pemain Persebaya setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Beberapa dari mereka dihalau oleh petugas keamanan, sedangkan Bonek lainnya yang kesal lantas melakukan aksi perusakan.

Sejumlah fasilitas stadion mulai papan sponsor, kursi, dan bangku cadangan pemain jadi sasaran mereka. Tak hanya itu, Bonek juga sempat menyulut kobaran api di sejumlah titik di pinggir lapangan dan tribune stadion.
Kekesalan Bonek ini sebenarnya sudah terjadi sejak kick off babak pertama. Hal itu ditandai dengan penyalaan flare di belakang gawang PSS, tepatnya di sisi utara tribune Stadion GBT.

Selain menyalakan flare, tampak bonek di tribune utara juga membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan "Sepurane Arek-Arek Pengen Persebaya Menang Cuk".

Spanduk tersebut jadi bentuk kritik Bonek terkait performa buruk Persebaya yang gagal menang dalam enam laga terakhir. Dari enam laga itu, Persebaya hanya mengantongi dua poin lewat hasil imbang kontra Bali United dan Borneo FC.

Sementara empat kekalahan itu dialami Persebaya saat takluk 0-1 dari Barito Putera, Persib Bandung (1-4), Persela Lamongan (0-1), dan terkini PSS.

Protes ini dilakukan Bonek sepanjang babak pertama. Bahkan saat memulai babak kedua teror semakin terasa lantaran Persebaya tertinggal 1-3 dari PSS.

Di babak kedua, Persebaya hanya bisa menambah satu gol lewat penalti Diogo Campos setelah David Da Silva mencetak satu gol di babak pertama. Tiga gol tim tamu sendiri dijaringkan Jefri Kurniawan, Haris Tuharea, dan Yevhen Bokhashvili.

Kekalahan di hadapan puluhan ribu Bonek membuat posisi Persebaya tertahan di peringkat kesembilan dengan mengoleksi 31 poin dari 25 pertandingan. Adapun PSS naik ke peringkat kelima dengan raihan 39 poin dari 25 laga.(gas/cnni)

×
Berita Terbaru Update