-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Awas Modus Penipuan Ini: Korbannya Putra Mahfud MD hingga Guru (1)

Sabtu, 02 November 2019 | 11.51 WIB Last Updated 2019-11-02T04:51:30Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Modus penipuan gaya lama semakin merajalela di saat Pemerintah memiliki kabinet baru: Kabinet Indonesia Maju. Modus gaya lama ini seringkali dimodifikasi agar semakin jitu menjerat korbannya. Paling gres para penipu---yang diduga merupakan jaringan mafia--mencatut nama putra Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Ya, Awas Modus Penipuan Ini: Korbannya Putra Mahfud MD hingga Guru. 

Karena itu, mantan Menhan di kabinet Presiden Gus Dur ini mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dengan modus penipuan yang kian marak terjadi akhir-akhir ini. Mahfud mengaku belum lama ini beredar modus penipuan yang mengatasnamakan putra sulungnya, Ikhwan Zein. Hal itu diungkapkan Mahfud melalui akun Twitter-nya @mohmahfudmd pada Jumat, 1 November 2019 kemarin.

Mahfud dalam cuitannya mengungkap bahwa ada seseorang yang mencoba memanfaatkan nama dan foto anaknya sebagai modus tindak penipuan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, penipu tersebut sengaja memasang foto Ikhwan Zein dalam foto profilnya guna menjalankan aksinya menipu sejumlah korbannya.

"Hati-hati, ada seseorang mengaku sbg dr. Ikhwan Zein (anak sy) dengan menggunakan nomor telepon sendiri dan memasang foto anak saya kemudian nelepon orang2 dgn tendensi penipuan. Nomor teleponnya adl +628121555641. Hati2, itu bukan nomor HP milik anak saya," tulis Mahfud.

Meski begitu, Mahfud tidak menjelaskan detail bentuk penipuan seperti apa yang dilakukan pelaku berikut siapa saja yang menjadi korbannya. Hanya saja, akhir-akhir ini modus penipuan dengan memakai nomor HP seseorang, hingga akun media sosial seseorang, sangat marak terjadi. 

Misalnya, seseorang memakai nomor HP--katakanlah nomor milik putra Mahfud tadi--lalu menghubungi Anda. Orang itu awalnya hanya basa-basi, seperti sok akrab sebagai teman lama atau yang lain tanpa menyebut namanya. Dia hanya mengatakan,"Masak tidak ingat saya, ayo coba tebak siapa teman lama kamu ini?"

Secara otomatis Anda akan mencari-cari nama teman lama sampai akhirnya Anda pun menyebut nama seseorang yang dianggap teman lama tersebut. Nah, saat itulah orang yang hobi menipu itu langsung meng"iya"-kan nama tersebut. Sebagai teman lama, dia lalu mengajak mengobrol sejenak, tapi kemudian ujung-ujungnya orang itu meminta sesuatu kepada Anda. 

Mulai minta dikirimi pulsa sampai minta ditransfer uang. Biasanya dia menghiba, berpura-pura sedih, karena menghadapi masalah. Ada juga yang mengaku sebagai teman lama saat kuliah lalu sedang mengunjungi kota Anda tapi kemudian kehabisan uang, kehabisan pulsa, dan masih banyak modus lain. 

"Iya benar, saya pernah kena modus itu. Ada seseorang telepon saya, mengaku teman saya dari Mojokerto berkunjung ke sini, ke kota Banyuwangi ini, dia tidak menyebut nama, saya diminta mengingat-ingat. Lalu saya sebut nama seorang teman lama, dia langsung membenarkan. Dia minta dikirimi pulsa Rp 200 ribu. Langsung saya transfer pulsa sebab dia sangat membutuhkan, tapi kemudian saya minta ketemu. Dia menyebut ketemuan di SPBU, saya ke sana tidak ada. Saya telepon lagi, katanya masih di hotel, saya ke sana juga tidak ada. Sampai teman saya yang lain mengingatkan, bahwa saya sebenarnya sudah kena tipu," kata Kartamin, guru di sebuah SMA di Kota Banyuwangi, Sabtu 2 November 2019 siang. 

Menurut Kartamin, kata kuncinya jangan menyebut nama. Bisa pula dites dengan hal-hal menyangkut Anda, seperti tanya siapa nama Anda (calon korban) dan bila teman sekolah, sekolah atau kuliahnya dulu di mana? Bila nama Anda dia tahu, biasanya nama sekolah tidak tahu asal anda tidak memberi tahu lebih dulu. Penipu ini selalu membenarkan apa yang andakatanya untuk menegaskan keberadaannya sebagai teman Anda. "Jangan sekali-kali menyebut nama saat dia meminta," kata Kartamin.

Sekali lagi, Awas Modus Penipuan Ini: Korbannya Putra Mahfud MD hingga Guru. Bisa jadi tidak hanya keduanya saja. Mungkin Anda para pembaca juga memiliki pengalaman yang hampir sama, bisa dituliskan di kolom komentar di bagian bawah berita ini, atau dikirimkan ke email: gatot2012@gmail.com. Sekali lagi, berhati-hatilah.

(gas)   


×
Berita Terbaru Update