-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Baru Direnovasi Atap SDN Gentong 1 Pasuruan Ambruk 2 Tewas 11 Luka-luka

Selasa, 05 November 2019 | 13.22 WIB Last Updated 2019-11-05T06:29:03Z


PASURUAN (DutaJatim.com) - Ini masalah serius dunia pendidikan. Disparitas bukan hanya soal kualitas peserta didik tapi juga sarana pendidikan. Sebab masih banyak ditemui gedung sekolah tidak layak sebagai tempat belajar mengajar. Bahkan membahayakan siswa yang belajar.

Salah satu buktinya terlihat di Kota Pasuruan Jawa Timur.  Meski disebut Baru Direnovasi Atap SDN Gentong 1 Pasuruan Ambruk 2 Tewas 11 Luka-luka.

Atap SDN Gentong 1 Gadingrejo Kota Pasuruan,  ambruk Selasa 5 November 2019. Menurut AKP Slamet Santoso Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota,  kejadiannya sekitar pukul 08.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar. Bangunan gedung sekolah memanjang.  Atap yang ambruk pada kelas 2A, 2B, 5A, dan 5B. 

Padahal, sejumlah sumber menyebut, sekolah itu baru direnovasi akhir 2016 lalu. Dilihat dari genteng dan rangka galvalumnya juga masih baru. 

Akibat peristiwa nahas itu siswa kelas 2B atas nama Irza Almira, dan seorang guru atas nama Silvina Asri Wijaya, meninggal dunia. 

"Saat ini petugas masih mengumpulkan keterangan dari saksi. Bangunan sudah dipolice line, menunggu tim labfor Polda Jatim," katanya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi Selasa (5/11), mengatakan, Polresta Pasuruan langsung mengevakuasi  korban tewas dan belasan korban luka  akibat bangunan yang ambruk itu. 

"Hasil identifikasi sementara masih berlangsung antara 13 menjadi korban, 11 luka-luka, dua yang meninggal dunia," kata Barung.

Ia pun membeberkan identitas korban yang meninggal dunia berinisial IA (8) warga Gentong, Kota Pasuruan. Sementara korban meninggal dunia lainnya ialah guru, Silvina Asri (19). 

"Nah ini meninggal karena terkena bangunan  ambruk dari atas," kata Barung.

Sementara itu Muhammad Nur Rizal (28) netter e100 bercerita, dia langsung berangkat ke lokasi sekolah SDN Gentong Pasuruan yang ambruk, Selasa (5/11) pagi. "Rumah saya kebetulan jaraknya 150 meter dari lokasi, sekitar jam 08.30an tadi saya lihat kok ada ramai-ramai. Ternyata ada sekolah ambruk," kata Rizal. Bersama warga lainnya, dia langsung membantu evakuasi siswa dan bangunan yang roboh. Rizal tidak bisa mengingat persis detail kejadian saat itu, yang dia ingat dia meminggirkan reruntuhan bangunan sedangkan warga lain ada yang membantu evakuasi korban. "Saya juga sempat mengangkat satu atau dua anak, tidak ingat pastinya," katanya.

Tidak lama setelahnya, Polisi, BPBD Kota Pasuruan dan ambulance langsung datang ke lokasi. Sampai pukul 11.30,  di lokasi masih ramai oleh warga dan tim gabungan. Ambulance yang mengantarkan jenazah salah satu siswa yang meninggal bernama Irza Amira juga sudah datang ke lokasi. "Rumah korban itu persis disampingnya sekolah, dia siswa kelas dua," kata Rizal.

Rizal juga bercerita sekolah SDN Gentong ini sempat direnovasi sekitar akhir tahun 2017. "Hari ini, sebanyak empat ruang kelas ambruk," katanya. (zis/nas)
×
Berita Terbaru Update