-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Inovasi Mobil Ramah Lingkungan di Museum Angkut Kota Batu

Senin, 11 November 2019 | 10.21 WIB Last Updated 2019-11-11T03:21:24Z


BATU (DutaJatim.com) - Hari Pahlawan merupakan momen untuk meneladani perjuangan tanpa lelah, tanpa pamrih, para pahlawan bangsa. Mereka rela berkorban jiwa raga untuk kemerdekaan RI. Sekarang Indonesia butuh parlawan masa kini, yang kreatif inovatif, untuk kemajuan bangsa dan negara. Dan inilah Inovasi Mobil Ramah Lingkungan di Museum Angkut Kota Batu.

Saat ini Jatim Park Group memberi fasilitas bagi anak bangsa untuk semakin maju berkreasi. Melakukan banyak inovasi. Salah satunya di bidang otomotif.
Para anak bangsa itu memamerkan mobil inovasi masa depannya di Gangster Town dan Hall Museum Angkut, Kota Batu, Minggu (10/11/2019). Pameran yang menarik para wisatawan ini bertajuk Eco Vehicle 2019.

Eco Vechile merupakan kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar ramah lingkungan dan dapat dikembangkan untuk membantu mengurangi jumlah sumber daya tak terbarukan alias energi fosil yang selama ini tak ramah lingkungan. Mobil ini menghasilkan emisi bersih, berjalan efisien dan menghasilkan sedikit CO2.

Sebanyak 5 mobil prototype hemat energi terbaik se-Jawa Timur dipamerkan oleh para inovator dari 4 universitas ternama. Mereka antara lain dari UM, UB,Institut Teknologi Sepuluh Nopember, UMM, dan SMKN 10 Malang.  Pameran ini menjadi tontonan menarik bagi para wisatawan yang hadir mengunjungi museum angkut di Kota Batu. Masing-masing mobil menunjukkan manuvernya dan keunggulannya yang sangat menarik.

Dosen Teknik Mesin UM, Fuad Indra Kusuma, saat ditanya soal pameran ini, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur diberikan tempat display dan dukungan lain dari Museum Angkut. Adanya dukungan itu menurutnya dapat memperkenalkan karya anak bangsa kepada masyarakat banyak sehingga memotivasinya untuk terus berkarya.

"Adanya display di museum angkut ini, membuat masyarakat umum bisa tahu kalau karya anak bangsa ini sebenarnya juga bisa berkompetisi dengan karya luar negeri seperti Jepang dan Eropa. Ini buktinya," katanya.


Fuad berharap ke depannya dapat meningkatkan kualitas sehingga pihaknya sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari dunia industri. Sinergi dunia kreatif dan inovatif di perguruan tinggi dengan industri sangat membantu kemajuan riset dan teknologi di negara ini. Salah satunya Inovasi Mobil Ramah Lingkungan di Museum Angkut Kota Batu

"Ini pembelajaran yang riil. Namun, ke depannya harus ada bantuan dan support dari undustri. Mereka harus ikut serta dalam kompetisi global otomotif. Cuma, memang harus disadari butuh banyak aspek yang harus dipikirkan seperti suku cadang, supplaynya, produksinya, lalu kalau sudah dibuat dan dipasarkan siapa yang akan melakukan maintenance itu harus dipikirkan," katanya.

Begitu juga dengan pasar. Artinya, produksi kendaraan ini harus ada masyarakat yang membelinya.  Untuk diketahui, ke-5 mobil prototype yang telah menjuarai kompetisi tingkat nasional dan international itu akan kembali mengikuti kompetisi Shell Eco Marathon Asia di Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia pada 29 April hingga 2 Mei 2020 mendatang. Ini tentu sangat membanggakan, sehingga masyarakat harus mengapresiasi karya anak bangsa dengan memakai produksinya. (gas) 
×
Berita Terbaru Update