-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Politik Teletubbies Ala Jokowi-Surya Paloh

Selasa, 12 November 2019 | 05.50 WIB Last Updated 2019-11-11T22:50:03Z

JAKARTA (DutaJatim.com)  - Kebekuan hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan  Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mencair di acara peringatan HUT NasDem ke-8 yang digelar di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019) malam.  Ya, mencair berkat Politik Teletubbies Ala Jokowi-Surya Paloh.

Hubungan Surya Paloh, Jokowi, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dikabarkan renggang karena sejumlah peristiwa politik pasca-pilpres yang memuncak saat pembentukan Kabinet Indonesia Maju.

Jokowi dan Mega yang bermesraan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuat Surya Paloh bermanuver mendekati Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini menjadi oposisi bersama Gerindra. Mereka menggelar sejumlah pertemuan. 

Dan momen Surya Paloh  berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman dianggap menjadi ikon oposisi baru yang digalang Nasdem dan PKS. Kabarnya dalam barisan ini akan menyusul bergabung PAN dan Demokrat. 

Hal ini membuat Megawati tidak senang. Momen Megawati tidak menyalami Surya Paloh di sebuah acara dianggap  menunjukkan adanya perseteruan itu.

Sementara Jokowi lain lagi. Presiden justru cemburu dengan manuver Surya Paloh yang bermesraan dengan Sohibul Iman. Sama dengan Sohibul Iman, Jokowi pun mengaku ingin memeluk erat Surya Paloh.

Dalam sambutannya di HUT NasDem,  Jokowi mengaku cemburu karena Surya Paloh merangkul erat Presiden PKS Sohibul Iman. Dia mengaku bakal memeluk Surya Paloh selepas memberikan sambutan di HUT NasDem tersebut.

Selain menyinggung rangkulan Surya Paloh ke Sohibul Iman, Jokowi berbicara banyak hal, seperti isu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang disebut sengaja tak menyalami Surya Paloh hingga soal omnibus law. Setelah itu, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada NasDem. 

"Terima kasih atas seluruh dukungan yang telah diberikan oleh Partai NasDem selama ini terhadap pemerintah maupun terhadap saya pribadi. Terima kasih," kata Jokowi  menutup sambutannya  di HUT NasDem ke-8. Jokowi lalu meninggalkan podium berjalan ke tempat duduknya yang berada di sebelah Surya Paloh.

Surya Paloh lalu menyambut Jokowi. Keduanya berpelukan erat. Senyuman tampak di wajah Jokowi. Para kader Nasdem pun senang. Sebagian di antara mereka nyeletuk,"Berpelukaaaaaan...!!" sambil memberi aksen ala tokoh dalam film Teletubbies yang ada adegan wajib berpelukan.

Sebelumnya Jokowi menepis anggapan bahwa koalisi pemerintah tidak rukun. Jokowi menegaskan momen Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tertangkap kamera tidak menyalami Ketum NasDem Surya Paloh saat pelantikan Presiden-wakil presiden pada 20 Oktober lalu hanya karena  terlewat saja.

Jokowi awalnya menyinggung soal rangkulan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Jokowi mengungkap hal itu hanya soal kecemburuan saja karena dia tidak pernah dipeluk seerat itu oleh Paloh.

"Setelah sambutan saya peluk erat Pak Surya lebih erat dari beliau ke Pak Sohibul iman. Rangkulan itu apa yang salah? Itu bagus. Tapi sekali lagi, semua kembali lagi pada niatnya. Kalau niatnya untuk komitmen negara apa yang salah, untuk komitmen bangsa apa yang keliru? Sangat bagus apa yang dicontohkan Bang Surya," kata Jokowi dalam pidatonya di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).


Selain itu, kata Jokowi, Surya Paloh dalam sambutannya mengungkapkan rasa sayangnya kepada Megawati Soekarnoputri. Jokowi pun menegaskan koalisi pemerintah berjalan harmonis.

"Salah besar menyampaikan koalisi tidak rukun, keliru gede sekali. Kita rukun saja. Ya pas Bu Mega nggak salami Pak Surya itu kelewatan saja. Wong saya kalau salam tangan kadang ke sini, kelewatan sering," ujarnya.


Jokowi meminta masyarakat tidak menghabiskan energi untuk masalah kecil. Sebab, Indonesia membutuhkan pemikiran, ide, serta gagasan besar untuk mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

"Jangan hal-hal kecil dibawa ke mana-mana. Sore Pak Sekjen NasDem bisik-bisik saya nanti malam datang? Lho, lho, lho.... Ini meragukan saya. Saya jawab Pak Sekjen, Pak Johnny Plate jangan ragukan saya, saya datang tepat waktu. Ini yang ditulis di sini terlalu serius," katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh juga berkelakar kepada Presiden Joko Widodo dalam pidato sambutannya di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Surya Paloh awalnya meminta Jokowi menyampaikan pidato di hadapan seluruh kader dan tamu yang hadir. Selanjutnya, Surya Paloh justru melemparkan candaan bahwa ia ingin memeluk erat Jokowi.

"Ingin saya peluk lebih erat tapi tidak bisa," kata Surya.

Sontak candaan tersebut direspons seluruh kader. Para kader berteriak meminta Surya memeluk Jokowi. Sebelumnya, Surya Paloh juga sempat mengucapkan rasa syukurnya atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Namun, tak hanya Surya Paloh yang ingin memeluk Jokowi. Saat Jokowi juga menyampaikan pidato sambutannya, ia akan memeluk Surya Paloh selepas memberikan sambutan. Hal itu pun terjadi. Usai memberikan sambutan, Jokowi menghampiri Surya Paloh dan memeluknya erat. Pelukan politis tentu saja. Pelukan politik yang bermuatan kepentingan. Ya Politik Teletubbies Ala Jokowi-Surya Paloh. (gas)
×
Berita Terbaru Update