-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Antusias Ikuti Parade Surabaya Juang

Sabtu, 09 November 2019 | 13.34 WIB Last Updated 2019-11-09T06:34:58Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Setiap memperingati Hari Pahlawan, warga Surabaya selalu menunggu momen Parade Surabaya Juang. Acara ini juga disertai teatrikal Perang 10 November 1945 saat sampai di Jalan Gubernur Suryo depan Gedung Negara Grahadi Sabtu 9 November 2019 pagi tadi.

Teater perang itu menggambarkan pertempuran antara tentara Sekutu Inggris dengan pejuang arek-arek Surabaya. Yang dimaksud arek-arek Suroboyo ini adalah pejuang dari berbagai daerah di tanah air yang rela bertempur habis-habisan setelah menerima seruan jihad atau dikenal sebagai Resolusi Jihad dari KH Hasyim Asy'ari. Resolusi Jihad menjadi momen yang mengawali pertempuran 10 November yang mengguncang dunia itu.

Sebelum pertempuran Surabaya Juang berlangsung, ada penampilan musik dari penyanyi asal Surabaya. Mereka  membawakan lagu Seraut Wajah dari Ebiet G. Ade.

Perjalanan Parade Surabaya Juang yang digelar pada Sabtu (9/11/2019) pagi diawali dari Tugu Pahlawan menuju Jalan Tunjungan. Saat tiba di depan gedung Siola Jalan Tunjungan mereka menggelar atraksi teaterikal, kemudian menggelar upacara di depan Hotel Majapahit. Puluhan anggota veteran ikut melaksanakan upacara dan perobekan bendera yang disertai pembacaan puisi.

Kemudian perjalanan Parade Surabaya Juang dilanjutkan ke Jalan Gubernur Suryo. Pantauan di lokasi ini, sejak pukul 06.30 WIB, Taman Apsari yang berada di depan Grahadi sudah dipadati warga. Sambil menunggu kedatangan rombongan Parade Surabaya Juang, mereka menikmati berbagai kuliner dadakan yang dijajakan di sekitaran taman. 

Ada penampilan live music dari Band Sekarang Jagad di depan tribun untuk menghibur warga yang menunggu. Sekitar pukul 08.00 WIB, Jalan Gubernur Suryo sudah mulai disterilkan. 

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan Parade Surabaya Juang tiba di Jalan Gubernur Suryo depan Gedung Negara Grahadi. Mereka disambut dengan rekaman pidato Bung Tomo. Juga ada replika Radio Bekupon yang dulu menjadi alat propaganda perjuangan melawan tentara Inggris.

Rombongan Parade Surabaya Juang ini barisan depan diisi pasukan teatrikal lalu disusul drum band dan barisan Forpimda Kota Surabaya. Di belakang barisan yang berjalan kaki ada mobil perang tank anoa yang dinaiki Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

Di belakang mobil Anoa ini masih banyak rombongan para pelajar dan masyarakat yang menjadi peserta pawai.

Parade Surabaya Juang 2019 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini dimulai dari Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Bungkul Surabaya, dengan rute Jalan Pahlawan - Jalan Gemblongan - Jalan Tunjungan - Siola - Jalan Gubernur Suryo - Jalan Panglima Sudirman - Jalan Urip Sumoharjo - Jalan Darmo - Taman Bungkul. 

Jaga Persatuan

Tampak hadir dalam acara itu antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Forpimda Kota Surabaya serta tamu undangan dari Rusia serta warga Surabaya yang memadati setiap jalan yang menjadi rute parade Surabaya juang.  Mereka antusias mengikuti acara ini.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberi sambutan, mengatakan, perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan dilakukan oleh semua kalangan tanpa membedakan suku, agama, ras, etnis dan golongan.

"Berjuang dengan seluruh lapisan masyarakat,"  ujar Risma. Walikota terlihat memakai pakaian ala pejuang.

Karena itu Risma berpesan saat merdeka seperti saat ini agar semangat persatuan terus dipegang oleh semua kalangan.

Tanpa membedakan golongan, etnis, agama, suku dalam satu kesatuan NKRI.

Selain itu Risma juga meminta agar tidak terprovokasi dengan maraknya narasi hoax yang dapat memecah belah persatuan. "Janga kena hoax,"  kata Risma.

Risma juga mengajak semua pihak untuk bersama memberantas kemiskinan dan kebodohan.

"Tunjukan Arek Suroboyo jadi teladan. Arek pejuang, yang tidak kenal putus asa," kata Rismam

(nas/ssn)
×
Berita Terbaru Update