-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Atap Gedung Sekolah di Jember Ambruk, Polda Jatim Selidiki Kualitas Bangunan Rendah

Selasa, 17 Desember 2019 | 14.41 WIB Last Updated 2019-12-17T07:41:11Z


JEMBER (DutaJatim.com) - Lagi-lagi atap gedung sekolah ambruk. Setelah di Kota Pasuruan, kali ini atap SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, Jember,  ambruk. Diduga pembangunannya tidak sesuai dengan spek proyeknya.Atap Gedung Sekolah di Jember Ambruk, Polda Jatim Selidiki Kualitas Bangunan Rendah

Karena itu Tim DVI Polda Jawa Timur  turun tangan melakukan olah TKP di SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, yang atap salah satu kelasnya ambruk. Olah TKP difokuskan untuk menguji kekuatan bangunan atap.

"Kami bersama Tim DVI Polda Jatim melakukan olah TKP untuk mengetahui kekuatan bangunan atap," kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat ditemui di lokasi, Selasa (17/12/2019).

Menurut Alfian, petugas menggunakan alat khusus untuk mengecek kekuatan material yang digunakan. Di antaranya untuk mengetahui spesifikasi, kekuatan beton, dan lainnya.

Atap kelas 5 SDN Keting 02, Kecamatan Jombang, Jember, ambruk sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar. Untuk sementara waktu, pihak sekolah mengalihkan tempat belajar siswa ke perpustakaan dan musala.

"Untuk kelas 5 menempati ruang kelas 3. Sedangkan kelas 3 menempati perpustakaan. Sementara kelas 6 menempati musala," kata Kepala SDN Keting 02, Satram.

Perpindahan sementara tempat belajar ini mengacu ke jumlah siswa. Ini bertujuan agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan efektif.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember, Nur Hasan mengatakan, ambruknya ruang kelas V SDN Kenting 02 di Desa Kenting, Kecamatan Jombang, karena lelang proyek yang gila-gilaan.

“Nawarnya semurah mungkin, mereka akan mendapatkan keuntungan dengan cara menurunkan kualitas bahan,” kata Nur.


Nur mengatakan, tak hanya kasus SDN Kenting 02. Penawaran proyek yang gila-gilaan itu juga membuat atap pendapa kantor Kecamatan Jenggawah juga ambruk beberapa waktu lalu.

“Ini berkaitan dengan jenis galvalum, hasil sidak saya di beberapa puskesmas, galvalum yang dipakai bermerek tidak terkenal yang selama ini berlaku di pasaran,” ujar dia.


Politisi PKS ini menilai, karena semua proyek berjalan di akhir tahun, maka kebutuhan galvalum begitu besar.

Ini membuat galvalum yang berkualitas diduga tidak mencukupi, maka kontraktor mencari produk yang kualitasnya di bawah standar. 

Diketahui, proses perbaikan ruang kelas 5 yang ambruk itu digarap  CV. Ace Mitra Utama. Untuk bagian yang ambruk terutama bagian galvalumnya yang dinilai kurang kuat.
“Kalau melihat ambruknya itu mungkin atap di bagian galvalumnya. Itu harus diperhatikan,” kata salah seorang wali murid Endah saat dikonfirmasi terpisah.
Akibat kejadian ini, anaknya mengalami trauma. “Ini anak saya tadi takut dan langsung lari ke saya. Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya. (det/kcm)
×
Berita Terbaru Update