-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bojonegoro Diobrak-abrik Angin, Hindari Pohon Besar Saat Ada Badai

Minggu, 08 Desember 2019 | 08.02 WIB Last Updated 2019-12-08T01:02:13Z

BOJONEGORO (DutaJatim.com) - Sejumlah rumah dan pohon roboh akibat diterjang angin kencang saat hujan di wilayah Bojonegoro Sabtu 7 Desember 2019. Angin kencang melanda sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngasem, Trucuk, serta Kalitidu. 

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Bojonegoro,  empat rumah rusak sedang di Jalan Mastrip lorong 1, milik Agus Setiawan, Erik, Broto, Endang. serta 1 rumah rusak ringan di gang Tegal Luwung Ledok Kulon milik Mursidik.

Selanjutnya di Kecamatan Ngasem 1 rumah rusak ringan akibat tersambar petir di Desa Bandungrejo milik Lasir. Sedangkan kerusakan rumah warga Kecamatan Kalitidu terjadi di Desa Grebekan, di antaranya rumah milik Munandar, Rasimen, Rukayah, Kardi, Kasdi, Sunarto. Tarmuji, Martin, dan Mbah Loso.

Selain merusak rumahnya, Mbah Loso pemilik rumah mengalami Luka ringan akibat tertimpa bangunan rumah. Untuk Desa Sumengko beberapa rumah terdampak angin kencang di dusun Srumap RT 09 dan RT 10.

"Satu korban luka ringan dan sudah diobati karena kena genteng yang berjatuhan di rumahnya," kata Kepala BPBD Bojonegoro Umar Qhoni.

Banyak juga pohon di jalan perkotaan roboh seperti di Jalan Panglima Sudirman, Untung Suropati, Trunojoyo, Mastrip, Agus Salim, KH Mansyur, MH. Thamrin gang Mawar. Bahkan Satu unit mobil Operasional PMI di Jalan Trunojoyo tertimpa pohon. Juga sebuah mobil di Jl. Untung Suropati. Satu tiang listrik juga roboh dilibas angin.

Hindari Pohon Besar

Melihat fenomena banyak pohon roboh saat hujan disertai angin kencang, masyarakat disarankan menghindari pohon besar saat ada badai.

Saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, biasanya banyak pengendara sepeda motor menepi bahkan berteduh di bawah pohon untuk menghindari hujan ataupun sekedar memakai jas hujan untuk melanjutkan perjalanan.

Namun perlu di waspadai, dalam kondisi hujan lebat disertai angin kencang, kondisi pohon yang sudah tua bisa menjadi petaka bagi pengendara sepeda motor. Pohon bisa tumbang sewaktu-waktu karena tertiup angin kencang.


Bukan hanya warga Bojonegoro tapi semua masyarakat diminta waspada. 
Untuk wilayah Malang, Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Mahfuzi menyampaikan, potensi angin di Kota Malang sudah masuk pada level waspada. Yaitu mencapai 19–20 kilometer/jam. ”Sebaiknya hindari berkendara di jalan yang ada pohon-pohon rimbun,” kata Mahfuzi.

Dia menambahkan, ada beberapa kawasan yang perlu diwaspadai pengendara. Di antaranya, sepanjang jalan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Jalan Sawojajar, dan jalan dengan nama gunung, seperti Bromo, Semeru, dan Kawi. ”Sebaiknya jalan ini (disebutkan) dihindari waktu angin kencang,” katanya. (det/mid)
×
Berita Terbaru Update