-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

DRD Pamekasan Studi Banding ke DRD Situbondo: Membantu Pemkab Sukses Mensejahterakan Rakyat

Selasa, 10 Desember 2019 | 15.39 WIB Last Updated 2019-12-10T08:39:50Z

Ketua DRD Pamekasan Dr Kadarisman Sastrodiwirjo diterima Ketua DRD Situbondo Prof Dr Saleh.

PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Dewan Riset Daerah (DRD) Pamekasan terus bergerak. Setelah dikukuhkan, setidaknya sudah dua langkah yang dilakukan.  Pertama melakukan Audiensi dengan Bupati Pamekasan,  Sabtu (9/11/19),  dan yang kedua melakukan studi banding ke DRD Kabupaten Situbondo, Kamis (28/11/2019). 

DRD Pamekasan Studi Banding ke DRD Situbondo:  Membantu Pemkab Sukses Mensejahterakan Rakyat

Dalam melakukan studi banding DRD didampingi Tim Bappeda Pamekasan yang dipimpin Sekretaris Bappeda Rahmat Kurniadi Suroso. Sementara pihak DRD Pamekasan dipimpin langsung oleh Ketuanya Dr Kadarisman Sastrodiwirdjo. Mereka diterima oleh Pejabat  Bappeda serta Ketua DRD Situbondo Prof Dr Saleh, di kantor Bappeda Situbondo Jalan Moch. Seruji No 3.

“Kami sengaja menentukan pilihan ke Bappeda Situbondo berdasar rekomendasi Pemprov Jatim. Semoga melalui kegiatan ini bisa menjadi modal awal untuk melangkah ke depan, demi meningkatkan kinerja pemerintahan di Pamekasan,” kata Rahmat Kurniadi Suroso, Senin (9/12/19).

Rahmat juga berharap studi banding tersebut nantinya bisa bermanfaat, sekaligus menambah wawasan baru bagi para jajaran anggota DRD Pamekaran yang baru dibentuk pada 2019. Di Situbodo, kata rahmat, pihak DRD  dan Bappeda menerima rombongan Pamekasan dengan senang hati dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Situbondo menjadi pilihan lokasi studi banding.
DRD Situbondo, kata Rahmat, telah banyak membantu memberikan masukan strategi pembangunan pada pemerintah setempat. Hasilnya Situbondo kini berubah total. 

Kabupaten Situbondo yang selama ini selalu tertahan di kategori daerah tertinggal, khususnya di Provinsi Jatim, pada 31 Juli 2019, Situbondo terentaskan dari predikat sebagai kabupaten tertinggal tersebut.

Selain itu, lanjut Rahmat, DRD setempat dinilai banyak memberikan angin segar bagi pemerintahan dalam menerapkan berbagai kebijakan yang ditetapkan. Dan berkat kerja keras semua pihak, akhirnya Situbondo mampu meraih prestasi sebagai kabupaten  peringkat empat IGA (Innovation government award ) dalam inovasi yang diberikan Kemendagri RI.

 Tidak hanya itu, berkat bantuan DRD,  Situbondo juga mendapatkan predikat sebagai kabupaten sehat dari Kemenkes RI. 

“Banyak hal yang ditemukan DRD Pamekasan di DRD Situbondo itu. Kini hal itu  telah menjadi file penting  untuk dikaji dan diambil positifnya guna menjadikan landasan pembuatan program kerja DRD Pamekasan. Banyak hal yang bagus untuk ditiru dan  diimplementasikan di Pamekasan. Sehingga kinerja DRD Pamekasan akan maksimal membantu pembangunan Pamekasan,” ungkap Rahmat. 

Sementara pada saat melakukan audiensi dengan Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Sabtu (9/11/19) lalu, Ketua DRD  Pamekasan Kadarisman Sastrodiwirjo mengungkapkan dirinya bersama personalia DRD Pamekasan lainnya menyatakan kesiapannya untuk membantu Pamekasan kearah yang lebih baik. 

Kadarisman yang juga mantan Wakil Bupati Pamekasan dua periode ini mengaku salut dengan obsesi Bupati Pamekasan untuk membangun dengan cepat dengan istilah Pamekasan Hebat, Pamekasan rajjeh, bejreh dan parjugeh. Istilah Pamekasan  hebat itu mengandung arti tekat besar untuk membuat daerah maju dan hebat, sebuah terobosan yang mulia. 

Sementara itu Badrut Tamam mengungkapkan prinsip utama yang diharapkannya dari DRD adalah membantu Pemkab Pamekasan dalam melakukan telaah tentang  pemetaan potensi ekonomi daerah,  memberikan sumbangan pemikiran dan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

“Fokusnya adalah dibidang ekonomi. Bagaimana kita bisa menemukan terobosan baru dibidang ekonomi untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Kami sering mengatakan untuk menjadi sebuah daerah  yang maju dan luar biasa maka harus ada langkah yang luar biasa pula,” tandasnya. 

Dia lalu mengungkapkan fakta adanya 82 desa dan 300 dusun lebih yang selama ini terus mengalami kekeringan. Kondisi itu hingga kini belum teratasi maksimal sehingga desa dan dusun tersebut terus mengalami kekeringan tiap tahun. Kasus inilah diantaranya, kata Badrut, yang selama ini jadi obsesi untuk diselesaikannya. 

Dia juga mengaku tengah merancang peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan kesempatan yang besar untuk optimalisasi pembangunan desa melalui program pembangunan desa tematik, yaitu mengoptimalkan potensi khusus yang ada di tiap desa untuk mendongkrak peningkatan ekonomi daerah. (Masdawi Dahlan)
×
Berita Terbaru Update