Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dua Pelaku Penyerang Novel Baswedan Ditangkap, Orang Suruhan Jenderal?

Friday, December 27, 2019 | 21:16 WIB Last Updated 2019-12-28T01:59:15Z

JAKARTA (DutaJatim.com) -  Kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan mulai terkuak. Polisi menangkap dua pelaku penyerangan terhadap Novel. Keduanya ternyata anggota kepolisian aktif. Yang menarik, Novel pernah mengungkap ada seorang jenderal yang ditengarai terlibat kasus tersebut. Benarkah dua orang pelaku ini suruhan sang jenderal?

"Pelaku  dua orang, inisial RM dan RB, Polri aktif,"  kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Jumat (27/12/2019).

Keduanya ditangkap pada Kamis (26/12) malam di Cimanggis, Depok. Polisi juga telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai motif penyerangan kedua pelaku itu, termasuk ada-tidaknya orang yang memberikan perintah untuk penyerangan. Saat ini dua tersangka itu masih menjalani pemeriksaan intensif.

Menilik ke belakang, kasus ini memakan waktu yang cukup panjang. Total per hari ini sudah 990 hari sejak Novel mengalami penyerangan itu pada 11 April 2017. Saat itu Novel baru saja menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, yang berjarak sekitar 4 rumah dari kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel menderita luka pada bagian wajah dan mata hingga dirawat di RS Singapura. Kasus ini penyelidikannya sangat alot. Butuh waktu lama. 

Karena itu Novel menyampaikan ada sosok jenderal yang diduga di balik penyerangannya. Novel bahkan menyebut oknum petinggi yang sama ada di balik setiap serangan ke pegawai KPK. 

"Berkali-kali saya sampaikan bukan sekadar saya sebagai korban, tapi kita lihat penyerangan terhadap KPK secara fisik sering terjadi, bahkan saya mempunyai keyakinan dan dugaan kuat beberapa kejadian itu pelakunya sama, maksudnya oknum Polri yang terlibat jenderalnya sama," ujar Novel di lokasi penyerangan dirinya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6/2018). 

Namun saat itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal meminta Novel menyebut nama oknum jenderal tersebut.

 "Kalau Saudara Novel punya keterangan yang dia yakini benar, silakan sebut," kata Iqbal pada hari yang sama saat Novel menyampaikan pernyataan itu. 

"Kita akan tuangkan dalam BAP. Nanti penyidik akan mendalami keterangannya," tambah Iqbal. Tapi hingga sekarang sosok sang jenderal belum terungkap. (det/wis)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update