-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gamal Albinsaid Maju Pilwali Surabaya, Disokong Sandiaga Uno?

Senin, 02 Desember 2019 | 07.36 WIB Last Updated 2019-12-02T00:36:32Z

SURABAYA (DutaJatim.com) – Bursa bakal calon wali Kota Surabaya penerus Tri Rismaharini alias Risma bermunculan menjelang pilkada serentak 2020.

Kali ini giliran mantan Juru Bicara (Jubir) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, dokter Gamal Albinsaid,  mengumumkan bahwa dia maju Pilwali Surabaya 2020.

Gamal termasuk cawali Kota Surabaya dari kalangan milenial, sebab  usianya baru 30 tahun. Dia lahir di Malang 8 September 1989. 

Namun di usia yang begitu muda itu, dia sudah berkiprah di forum internasional.
Inovasi dan prestasinya sudah diakui dunia.


Selain seorang dokter, Gamal juga dikenal sebagai inovator kesehatan. Dia seorang peneliti, pengusaha, maupun wirausaha sosial. Berbagai inovasi yang dikembangkan di antaranya Klinik Asuransi Sampah, serta berbagai platform inovatif semisal InMed, SiapaPeduli, hingga Impact Indonesia.

Berbagai inovasi tersebut mengantarkan Gamal menjadi satu-satunya di Asia, yang mendapat penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustianbaility Entrepreneur Award dari Kerajaan Inggris. Penghargaan itu  diserahkan langsung oleh Pangeran Charles. Gamal juga masuk dalam 50 Inovator Sosial paling berpengaruh di dunia.

Lantas mengapa  Gamal maju pilwali Kota Surabaya?  Yang jelas dia menginginkan perubahan atas Kota Pahlawan menuju yang lebih baik ketimbang sekarang. Dia siap mengabdikan seluruh kemampuannya untuk kemajuan Surabaya menjadi lebih dari saat ini. Termasuk menawarkan solusi soal lapangan pekerjaan.


“Kami memastikan pembukaan lapangan kerja, dan saya sudah memulai itu dengan program Impact Indonesia,” katanya saat cangkrukan bareng warga di Warung Wibi Jl. Kaliasin 1, Surabaya, Minggu (1/12/2019) sore.

Lalu apa Impact Indonesia? Dia  adalah platform untuk transfer of knowledge, pelatihan, pembinaan, inkubasi, dan akselerasi kewirausahaan sosial yang holistik, komprehensif, berdampak, dan berkelanjutan.

Menurut Gamal, penyediaan lapangan kerja menjadi masalah di semua wilayah di Indonesia, tak terkecuali Surabaya. “Di semua wilayah punya keseragaman data yang kami periksa, kurang lebih empat masalah utama yang muncul,” katanya.

Mengutip beberapa lembaga survei, kata Gamal, pertama yakni lapangan kerja, bahkan angkanya mencapai 25,5 persen. Lalu harga yang tidak stabil, kemudian di bawahnya ada kemiskinan, kesehatan, serta masalah pendidikan.

Lima masalah utama itulah, lanjut Gamal, yang saat ini dihadapi rakyat Indonesia, termasuk warga Surabaya. Hal itu juga sudah dibuktikannya saat bertemu dengan banyak pedagang pasar, blusukan ke rumah warga, hingga cangkrukan dengan anak muda Kota Pahlawan.

“Saya tanya apa masalahnya? Harga, bagi ibu-ibu di pasar. Ketemu anak muda, masalahnya cari kerja. Jadi program utama, kami memastikan pembukaan lapangan kerja,” katanya.

“Dan saya sudah memulai dengan program Impact, melatih anak-anak muda untuk membuat usaha. Kami dampingi mereka dapatkan modal, terdaftar badan hukumnya, dapat tempat usaha, kami bantu mereka mengembangkan dan mengelola bisnisnya,” katanya.

Bagi Gamal, apa yang dilakukannya selama ini adalah solusi nyata. Dia pun ingin menjangkau lebih luas. Karena itu harus menggunakan sarana politik sebab dengan politik yang baik bisa mengambil kebijakan untuk masyarakat luas.

Politik yang baik itu salah satunya dengan masuk pemerintahan.  Jika selama ini yang dibantu belasan hingga puluhan orang, maka nantinya akan lebih banyak lagi.

“Ketika nanti dipercaya masyarakat (menjadi wali kota Surabaya), saya yakin bisa memberikan dampak yang lebih besar untuk masyarakat,” katanya. 


Restu Ibu

Lalu pakai kendaraan politik apa? Apakah disokong  Sandiaga Uno? Gamal mengaku sudah bertemu banyak tokoh nasional.

Salah satu tokoh yang sudah dia temui memang Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. Dia juga mengaku sudah bertemu dengan tokoh-tokoh dari sejumlah partai politik.

Hal tersebut menurut Gamal bisa memberikan pandangan dan penilaian terkait niatnya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020.

"Saya ketemu bukan hanya dengan Pak Sandiaga saja,  saya ketemu dengan banyak tokoh dari banyak partai untuk meminta pendapat soal (Pilkada) ini dan banyak yang dari mereka berikan saya optimisme dan keyakinan bahwa saya harus mengambil momentum ini," ucap Gamal.

Walaupun sudah bertemu dengan Sandiaga, pria asal Malang ini enggan menegaskan apakah Sandiaga merestuinya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020 atau tidak.

"Saya pikir restu bukan ke Pak Sandiaga, tapi saya istikharah, dan kedua orang tua. Setelah istikharah, Bismillah, ibu saya juga mengizinkan," katanya.


Lebih lanjut dia menegaskan, keinginannya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020 tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepentingan partai politik atau tokoh nasional tertentu.

"Ini permintaan dari masyarakat dan saya ingin mewakafkan diri saya," katanya. (nas)
×
Berita Terbaru Update