-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hacker Lulusan SMK Bobol Rekening WNA, Polda Jatim Siap Membina Mereka

Rabu, 04 Desember 2019 | 14.53 WIB Last Updated 2019-12-04T07:53:06Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Hacker Lulusan SMK Bobol Rekening WNA, Polda Jatim Siap Membina Mereka. Keahlian anak muda lulusan SMK dalam bidang teknologi informasi (IT) ternyata digunakan untuk aksi kejahatan. Sebanyak 18 remaja lulusan SMK itu menjadi hacker dan beroperasi di sebuah toko di Balongsari Tama, Tandes, Surabaya.

Mereka membobol kartu kredit milik warga asing dengan meraup keuntungan USD 40 ribu atau sekitar Rp 500 juta. Mereka pun digerebek polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. 

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, meski rata-rata di antara mereka hanya lulusan SMK, para hacker ini memiliki kemampuan IT yang luar biasa.

"Pelaku lulusan SMK, masih muda-muda dan punya kemampuan IT yang luar biasa," kata Luki saat rilis kasus ini di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (4/12/2019).

Keahlian IT mereka sangat disayangkan bila digunakan untuk kejahatan. Karena itu Luki berencana mengarahkan dan membimbing para hacker ini untuk memanfaatkan ilmu IT-nya untuk aktivitas yang  lebih baik. 

"Ini nanti kita akan pilah-pilah. Dan kita arahkan. Kita  akan bimbing," katanya.

Namun para tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terlebih dulu. Para tersangka harus diproses secara hukum.

"Tapi mereka yang melakukan kejahatan kita proses sesuai hukum. Setelah itu akan kita arahkan pada jalan yang benar," katanya.
Saat ditanya apakah para pelaku juga melakukan jual beli menggunakan kartu kreditnya, Luki menyebut pihaknya telah menemukan hal ini. Tetapi pihaknya masih akan melakukan penyelidikan mendalam.
"Ada. Tampak ada transaksi jual beli, untuk ke arah sana sedang kita kembangkan. Pendalaman dari rekening bank, ada kerja sama dengan perbankan yang lain-lain," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap 18 hacker pembobol kartu kredit milik Warga Negara Asing (WNA) Amerika hingga Eropa. Para pelaku mengantongi keuntungan hingga 40.000 Dolar AS atau Rp 500 juta.

Mereka ditangkap di sebuah toko di Balongsari Tama, Tandes Surabaya. Polisi menyebut, para pelaku telah melakukan aksinya sejak tiga tahun lalu.

"Kami melakukan penindakan terhadap jaringan tindak pidana menggunakan ITE atau skimming menggunakan kartu kredit untuk melakukan penipuan," kata Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kemarin.

Gidion menambahkan, pembobolan kartu kredit itu telah berlangsung dalam tiga tahun terakhir. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan kepada 18 pelaku.

"TKP Balongsari Tama, Tandes, Surabaya. Sementara karena belum 1x24 jam, ini baru kita lakukan pendalaman. Kegiatan ini terorganisasi dan sudah berjalan tiga tahun. Karena memang basisnya menggunakan ITE, jadi jangkauannya banyak, ada hacker. Tersangka 18 orang kami amankan," katanya.

Dari penggerebekan ini, Gidion menyebut, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti. Kelompok ini membidik para pemilik kartu kredit di Rusia dan Amerika.

"Ada 18 orang yang diamankan dengan barang bukti ada 23 PC, 29 monitor, 20 HP, dan puluhan rekening bank. Omzetnya kurang-lebih USD 40 ribu. Kalau ITE pasti borderless. Sasarannya Amerika dan Rusia," tambahnya.

Saat disinggung terkait modus hacker dalam melakukan pembobolan kartu kredit, Gidion mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memeriksa para pelaku. (det/wis)
×
Berita Terbaru Update