Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masjid Al-Akbar Surabaya Gelar Salat Khusuf dan Nobar Gerhana

Thursday, December 26, 2019 | 00:22 WIB Last Updated 2019-12-25T17:22:04Z



SURABAYA (DutaJatim.com) - Umat Islam diimbau melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana saat terjadi fenomena alam gerhana matahari cincin Kamis 26 Desember 2016. Sejumlah masjid menggelar salat khusuf berjamaah. Salah satunya Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Selain itu, bersama Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur Masjid Al Akbar juga akan menggelar nonton bareng alis nobar gerhana matahari cincin di halaman masjid sebelah timur.

Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M. Noor, mengatakan, acara nobar gerhana matahari akan digelar mulai pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB. Untuk itu panitia sudah menyiapkan 9 teropong untuk jamaah yang ingin mengikuti acara nobar tersebut.

"Sudah kami siapkan 9 teropong di atas panggung setinggi 99 meter," kata Helmy dalam keterangannya, Rabu (25/12/2019).


Selain teropong, panitia juga membagikan kacamata gerhana. Selama menonton, masyarakat akan mendapat bimbingan langsung dari para ahli falak LFNU.

"Selama menonton akan dibimbing 9 ahli falak LFNU Jatim atau ahli astronomi. Dan diberikan gratis 99 kacamata gerhana serta selfie background gerhana matahari realtime lewat layar lebar," katanya.

Tak hanya nobar, kata Helmy, panitia acara ini juga menggelar salat gerhana  pada pukul 12.30 WIB di sela-sela nobar.  "Salat gerhana, bertindak sebagai imam dan katib KH A Muzakky Al Hafidz pukul 12.30 WIB," katanya.

Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan Salat Khusuf saat gerhana matahari cincin berlangsung. Salat Khusuf dilakukan sebanyak dua rakaat. Salat dilakukan berjamaah dan dilengkapi dengan ceramah setelah salat dilakukan.


Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Oman Fathurohman, dalam Maklumat No. 02/MLM/I.1/A/2019, Selasa (24/12), juga mengimbau kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk melaksanakan salat gerhana matahari (salat khusuf) serta melakukan pengamatan gerhana menggunakan alat yang dimiliki.

Gerhana Matahari Cincin sendiri merupakan gerhana yang terjadi ketika bayangan bulan hanya menutupi bagian tengah matahari. Sehingga menyisakan bentuk cincin api di sekeliling bayangan bulan, sementara pada gerhana matahari total, matahari tertutup total oleh bayangan bulan.

Gerhana matahari sebagian terjadi ketika bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara matahari dan bumi, sehingga hanya menutupi sebagian matahari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tidak melihat fenomena langka tersebut dengan mata telanjang.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menyaksikan dengan mata telanjang karena dapat membahayakan mata," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad, Rabu (25/12/2019). (nas)


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update