-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pakde Karwo Masuk Lingkaran Jokowi, Tinggalkan SBY?

Sabtu, 14 Desember 2019 | 01.02 WIB Last Updated 2019-12-13T18:02:22Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Mantan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) menjadi satu di antara sembilan tokoh yang dilantik Presiden Jokowi menjadi anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden). Lalu apakah Pakde Karwo memang orangnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat yang dititipkan di lingkaran Presiden? 

Awalnya memang ada anggapan demikian sebab Demokrat meski tidak mendapat jatah di Kabinet Indonesia Maju masih bersikap baik-baik dengan Jokowi. Namun  ternyata Pakde Karwo sudah keluar dari partai berlambang logo Mercy tersebut sebelum dilantik menjadi Wantimpres.

"Oh sudah (keluar sebagai kader Demokrat)," kata Pakde Karwo saat dimintai konfirmasi seusai acara pelantikan.

Dia pun mengaku sudah berkomunikasi dengan SBY. Soekarwo menyebut Presiden RI ke-6 itu memberikan restu dirinya menjadi wantimpres.

"Prinsip silakan karena memang aturan perundangannya nggak bisa," katanya.

Soal pemilihan dirinya sebagai Wantimpres, Pakdhe Karwo belum mau berbicara banyak. Begitu juga masukan apa yang akan dia sampaikan kepada Jokowi. Tapi selama ini Pakde Karwo  diketahui berpengalaman di bidang pemerintahan karena pernah menjabat Gubernur Jatim selama  dua periode.

"Nanti kita bahas Senin jam 09.30 WIB sampai siang apa yang harus dilakukan, memberikan masukan seperti apa. Saya kira masukannya banyak sekali dari berbagai permasalahan yang ada. Masalah nasional, internasional, perdesaan, perkotaan, problem ekonomi-sosial, macam-macam," kata Soekarwo.

Demokrat juga  angkat bicara soal mantan petinggi partainya yang kini menjadi anggota Wantimpres itu. Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan masuknya Soekarwo menjadi Wantimpres menunjukkan bukti kader Demokrat banyak yang cemerlang.

"Masuknya Pakde Karwo sebagai Wantimpres adalah tentu kebahagiaan dan sekaligus bangga karena Pakde Karwo, yang dulu adalah penjabat Partai Demokrat, dipilih oleh Presiden sebagai Wantimpres. Ini bukti bahwa kader Demokrat banyak yang cemerlang meski sesungguhnya Pakde Karwo saat ini bukan lagi pengurus Demokrat karena telah mengundurkan diri sejak diangkat oleh pemerintah menjadi komisaris di BUMN," kata Ferdinand.

Meski demikian  dia menyebut masuknya Soekarwo menjadi Wantimpres tidak mengubah posisi politik Demokrat. Ferdinand mengatakan Demokrat akan tetap kritis ke pemerintah jika kebijakannya tidak prorakyat.

"Pengangkatan ini tidak akan mempengaruhi posisi politik Demokrat ke depan. Partai Demokrat tetap akan kritis kepada kebijakan yang tak berpihak rakyat dan akan mendukung yang baik. Sekali lagi, pengangkatan Pakde tidak mempengaruhi posisi politik Partai Demokrat," ujarnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi memiliki alasan dalam mengangkat wantimpres.
Menurutnya, para anggota Wantimpres memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.


"Ada berkaitan sosial, keagamaan, Habib Luthfi, ekonomi misalnya Pak Dato Tahir, misalnya berkaitan dengan ekonomi kecil Bu Putri, ini campur-campur," kata Jokowi setelah melantik Wantimpres.

Ada total sembilan anggota Wantimpres yang dilantik Jokowi. Mereka memiliki latar belakang politikus, pengusaha, hingga pernah berkarier di militer. Wiranto ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres.

"Tentu saja urusan rekam jejak, pengalaman di bidang masing-masing, urusan kapabilitas, integritas, saya kira semua. Dan beliau-beliau ini memiliki kapasitas untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, baik diminta maupun tidak diminta," kata Jokowi.

Berikut ini daftar nama Wantimpres:

1. Sidharto Danusubroto (PDIP)
2. Wiranto (eks Menko Polhukam)
3. Arifin Panigoro (pengusaha)
4. Agung Laksono (Golkar)
5. Putri Kuswisnu Wardani (pengusaha)
6. Dato Sri Tahir (pengusaha)
7. M Mardiono (PPP/pengusaha)
8. Habib Luthfi bin Yahya (Ulama)
9. Soekarwo (eks Gubernur Jatim)

(det/wis)
×
Berita Terbaru Update