-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pertama Digelar BUMD Jatim Award: PT BPR Delta Artha Sidoarjo, PDAM Jember, dan SIER Terbaik. Bank Jatim Raih Grand Inovasi

Rabu, 18 Desember 2019 | 06.12 WIB Last Updated 2019-12-17T23:12:46Z

SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemerintah Provinsi  Jawa Timur untuk pertama kalinya menggelar BUMD Jatim Award 2019. Acara yang diadakan Biro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim  di Hotel Shangri-La Surabaya pada Selasa (17/12/2019) malam itu dihadiri para bupati/walikota serta puluhan BUMD kabupaten/kota maupun BUMD-BUMD milik Pemprov Jatim.

Dalam kesempatan itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap BUMD Jatim Award yang kali pertama diselenggarakan ini bisa mendorong seluruh BUMD- BUMD dalam koordinasi Pemkab dan Pemkot serta Pemprov menjadi lebih baik.

“Harus ada yang mengukur, ibaratnya scoring system melalui tim independen karena APBD itu sebetulnya perannya kecil sekali sehingga peran APBD harus efektif menstimulir pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah, Gubernur Khofifah memberikan cara. Pertama, pemerintah daerah bisa bersinergi dengan BUMD-nya. Kedua, pemerintah daerah bersinergi dengan privat sectornya. Dan ketiga, pemerintah daerah mendapat support dari APBN.

“Jadi kalau pembangunan di suatu daerah hanya mengandalkan dari APBD, seperti Jawa Timur sekitar 1,7% dari PDRB. Sedangkan BPD Jawa Timur itu 3,4% dari PDRB. Dan di luar itu berarti peran privat sector, UMKM yang lebih besar,” kata Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Oleh karena itu, stimulasi dari BUMD bersama dengan APBD Kabupaten/Kota dan APBD provinsi ini diharapkan bisa menjalankan fungsi-fungsi yang korporasi tidak melakukan. Misalnya, fungsi penanganan fakir miskin, fungsi subsidi sekolah (SPP) dan masih banyak lagi.

“Fungsi-fungsi itu juga yang tidak dilakukan oleh private sector. Apakah APBD atau BUMD diharapkan bisa membangun sinergitas di dalam menjalankan fungsi-fungsi dari prioritas pembangunan di daerah masing-masing,” kata Gubernur Khofifah.

Untuk itu perlu mengukur kinerja BUMD maupun anak perusahaan BUMD itu sendiri. "Caranya dengan memberikan apresiasi seperti ini, tentu harapannya adalah akan mendorong motivasi, sinergitas, kolaborasi mereka sehingga multiplayer efeknya bisa lebih besar lagi,” kata mantan Mensos ini.

Kabiro Administrasi Perekonomian Sekdaprov Jatim Dyah Wahyu Ermawati mengatakan ada lima kategori yang diberikan penilaian serta penghargaan BUMD Jatim Award 2019.

Pertama, kategori anak perusahaan BUMD Jatim. Kedua, kategori BPR kab/kota. Ketiga, kategori PDAM kab/kota. Keempat, kategori BUMD Jatim. "Kelima, kategori Grand Inovasi,” ujar Dyah Wahyu Ermawati.

Berdasarkan hasil penilaian, untuk kategori anak perusahaan BUMD Jatim, juara terbaik pertama diraih PT Kasa Husada Wira Jatim. Kedua, PT Delta Artha Bahari Nusantara. Ketiga PT Moya Kasri Wira Jatim. Keempat PT Petrogas Wira Jatim. Kelima PT Petrogas Jatim Utama, dan terakhir PT Industrial Esetate Wira Jatim.

Penghargaan kategori BPR Kab/Kota,  terbaik pertama diraih PT BPR Delta Artha Sidoarjo. Kedua PT BPRS Magetan, dan pemenang terbaik ketiga PT BPR Jwalita Trenggalek.

Selanjutnya untuk kategori PDAM Kab/Kota, pemenang terbaik pertama diraih PDAM Jember. Kedua diraih Perumda Tirta Kanjuruhan Kab Malang, dan terbaik ketiga diraih PDAM Tirta Dharma Purabaya Madiun.

Sementara untuk kategori BUMD Provinsi Jatim, pemenang terbaik pertama diraih
PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), kedua PT Petrogas Jatim Utama (PJU), ketiga PT Air Bersih, keempat PT Bank Jatim Tbk, kelima PT. BPR Jatim dan keenam PT. Panca Wira Usaha (PWU) Jatim. Untuk kategori Grand Inovasi diraih PT Bank Jatim Tbk. (gas)
×
Berita Terbaru Update