-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

NGE-GHIBAH

Senin, 06 Januari 2020 | 11.34 WIB Last Updated 2020-01-06T04:34:28Z

Oleh Tendi Murti


COBA cek nge-ghibah-ghibah di bawah ini:

- "Eh tahu nggak sih,  dia sombong sekarang mah. Mentang-mentang udah punya mobil, udah punya rumah. Blagu banget."

- Dulu aja, kalo ada apa-apa ketemunya ke gw. Sekarang boro-boro. Nyapa aja nggak kalo lewat."

- Cieee yang bukunya udah terbit, shongonggg banget sampe-sampe apa aja ditulisin, siapa aja dihujatin kalo kalo nggak sesuai dengan hatinya.

- Cieee yang selfi di tengah banjir sambil senyam-senyum padahal rakyatnya lagi menderita.

Pernah denger atau lihat yang kayak gitu? Curiganya kayak dikomandoin lalu bilang serempak "Pernaaahhh!"😂

Ya memang kayak gitu. Hari ini nge-ghibah, kirim berita HOAX bukan lagi hal yang aneh. Bahkan disiapkan untuk disebarkan.

Tujuannya apa? Saya nggak tahu. Tapi dari yang dituliskan tulisannya, yang di upload fotonya atau apapun bentuk medianya, pasti pembaca bakal tahu ini lagi nasihatin atau lagi jatuhin.

Memang salah satu tema yang paling menyenangkan dan seru ya nge-ghibah sih. Dari hal yang kurang oke sampe yang paling NGGAK OKE. Wkwkwk.

Misal nih di arisan emak-emak. Anggaplah si A dan si B lagi berantem. Si A ikut arisan sementara si B nggak. Nah si A cerita semua tentang keributannya dengan si B. Padahal belum tentu masalah yang diceritakannya benar semua.

Dampaknya kebanyakan emak-emak komplek membenci si B. Selesai? Belum.

Si B merasa emak-emak di komplek pada berubah. Yang tadinya dekat, dia ngerasa semuanya jadi jauh. #GaraGaraGhibah

Semuanya berpaling. Akhirnya dia punya prasangka yang kurang baik, jangan-jangan emak-emak komplek dihasut sama si A.

Karena karakternya yang memang blak-blakan dan keras, si B langsung samperin emak-emak komplek dan ngomelin semuanya. Bahkan emak-emak pendiam, lembut dan idam para pria kena getahnya.😂

Se-komplek akhirnya perang dingin. Walhasil nggak nikmat hidup emak-emak di komplek tersebut.😂

Ini real kejadian di komplek saya.

Di sosmed? Nggak kehitung. Wkwkwk. Yang dekat jadi jauh gara-gara nge-ghibah di media sosial.

Lebih luas lagi, di skala negara, baik nasional maupun internasional. Dampak yang paling dahsyatnya adalah ketika para pemimpin nge-ghibah-in pemimpin lainnya. Bisa perang dunia.

Contoh:

Trump nge-ghibah sama kronconya tentang sesuatu entah itu strategi perang atau lainnya. Lalu nyangkut ke salah satu orang penting di Iran. Qasem Soleimani. Trump bunuh Qasem soleimani.

Iran berang. Iran ngobrol sama Irak. Nge-ghibah-in Trump. Sepakat bikin perang sekalian. Entah gimana kedepannya tuh negara-negara.

Awalnya hanya dari nge-ghibah, lalu munculah petaka. Efeknya? Lagi-lagi ke rakyat kecil yang nggak tahu apa-apa.

Satu lagi, jangan ngomongin penulis karena hal kecil aja bagi penulis mah bisa digedein. Di viral-in. Hahaha. Buat para penulis, hati-hati. Karena tipis banget bedanya antara tulisan untuk nasihat atau tulisan untuk menghujat. Kenapa saya bilang gitu? Karena posting di medsos, ya yang nelen bukan yang ngasih nasihat dan yang diberi nasihat saja. Tapi semua baca, semua lihat.

Kalo udah kayak gitu, hilang esensi dari saling nasihat menasihati.

Yang ada malah jadi perang sosmed. Walhasil, bukannya menjernihkan hati, malah ngotorin hati dan bikin keributan yang lebih besar lagi.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Gitu sih.

Sekian. Muun maaf kalo ada kata-kata yang nggak tepat. (*)

*Tendi Murti adalah owner penerbit buku dan kelompok menulis KMO.


×
Berita Terbaru Update