-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PG Rejoso Manis Indo Operasi Pasar Gula di Surabaya, Kediri, Malang

Wednesday, January 22, 2020 | 9:56 AM WIB Last Updated 2020-01-22T02:56:45Z


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menggelar operasi pasar di tiga kota, yakni Kediri, Malang dan Surabaya. Tujuannya untuk menekan harga gula di pasaran yang mulai naik.

Humas PT Rejoso Manis Indo, M Syaiful Amri, saat ditemui di Pasar Genteng, Surabaya, Rabu 22 Januari 2020, mengatakan, total gula yang digelontorkan di tiga kota mencapai 1 ton. Gula ini dijual dengan harga Rp11.500/kg, lebih murah dibanding harga pasaran yang berada di kisaran Rp13 ribu hingga 14 ribu/kg.

Untuk Pasar Genteng Surabaya, kata dia, total gula yang digelontorkan dalam pasar murah sebanyak 300 kg, sedangkan di Pasar Betek, Kediri 350 kg dan Pasar Blimbing, Malang sebanyak 350 kg.
"Operasi pasar ini tujuannya untuk menekan harga, sekaligus mengenalkan pabrik RMI Blitar kepada masyarakat dan produk gula baru dari kami," kata Syaiful.

Ia mengatakan, setiap warga dibatasi hanya boleh membeli maksimal 4 kg dalam setiap operasi pasar.

Operasi pasar yang digelar di tiga kota di Jatim oleh RMI merupakan perintah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, tujuannya untuk penyesuaian harga gula di beberapa pasar di wilayah setempat.  RMI merupakan pabrik baru yang berada di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Keberadaan pabrik RMI adalah bagian dari upaya Kementerian Pertanian mendorong percepatan swasembada gula nasional dengan menargetkan pada 2020 terbangun sembilan pabrik gula baru yang tersebar di Jawa dan luar Pulau Jawa serta kawasan timur Indonesia dalam
Saat ini, terdapat tiga pabrik gula baru yang sudah mulai beroperasi, salah satunya PG RMI di Blitar.  Dari pabrik gula yang baru itu, kapasitas produksinya rata-rata 6.000-10.000 TCD (tones of cane per day/ ton tebu per hari) dengan tingkat rendemen di atas 8 persen. Rata-rata, dari tiga pabrik gula baru itu bisa menghasilkan 3.000 ton gula per hari. 

Swasembada Gula

Sebelumnya Direktur Utama PT Rejoso Manis Indo (RMI), Syukur Iwantoro, menegaskan dukungan petani dan pengusaha pabrik gula berbasis tebu terhadap kemajuan pertanian Indonesia ditandai dengan mulai beroperasinya perusahaan gula Rejoso di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Perusahaan ini mulai menggiling tebu sejak 22 Agustus 2019 yang lalu dengan mengolah tebu rata-rata di minggu pertama mencapai 4.000 TCD. "Angka ini masih akan terus naik sampai 10 ribu-20 ribu TCD,” kata Syukur dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Syukur menjelaskan, saat ini potensi lahan tebu di Kabupaten Blitar mencapai lebih dari 39 ribu hektare. Dengan luasan tersebut, pihaknya bisa membeli bahan tebu secara langsung melalui proses transaksi pembayaran transfer tunai Iangsung ke pemilik tebu dua kali dalam sepekan.

Dia melanjutkan, PT RMI membuka harga pembelian sebesar Rp 72 ribu per kw, atau di atas harga dasar yang ditetapkan pemerintah. Adapun harga dasar yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 52 ribu per kw. Diharapkan dengan sistem pembelian tebu putus dengan pembayaran yang cepat dan harga yang diklaim bagus ini, kata dia, petani tebu Blitar akan semakin bergairah dalam menanam tebu.
Selain itu, kata Syukur, PT RMI juga memfasilitasi petani tebu untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) melalui Bank Negara Indonesia (BNI). Fasilitas ini yang selanjutnya akan menjamin pembelian tebu dengan harga layak. Disisi lain, pihaknya juga mendapat dukungan kuat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Penerintah Pusat.

“Insya Allah PT RMI bersama petani tebu Blitar akan mengembalikan Kabupaten Blitar sebagai daerah produsen tebu dan gula konsumsi andalan Provinsi Jawa Timur dan memberikan kontribusi yang signifikan menuju tercapainya swasembada gula konsumsi nasional. Total investasi yang dikeluarkan oleh PG RMI sudah mencapai Rp 3,42 Triliun,” ungkapnya.

Seperti diketahui bersama, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong minat investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target swasembada gula. Dari catatan yang ada, terdapat tiga pabrik gula yang sudah mulai beroperasi. Kapasitas produksi masing-masing berkisar 6.000 hingga 10 ribu TCD dengan tingkat rendemen diatas 8 persen.

Jika dikalkulasi dari tiga pabrik tersebut, rata-rata produksi yang dihasilkan sebesar 3.000 ton gula per hari. Kementan sebelumnya juga menargetkan pada 2020 akan terbangun 9 pabrik gula baru yang tersebar di Jawa dan Luar Jawa, serta Kawasan Timur Indonesia dalam rangka percepatan swasembada gula nasional. (ara/wis)

Foto: Antara

×
Berita Terbaru Update