-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Raih Level Tiga Pegawasan Keuangan BPKP, Pamekasan Dipuji Gubernur Khofifah

Wednesday, January 22, 2020 | 9:20 AM WIB Last Updated 2020-01-22T03:01:28Z


Badrut Tamam dan wakilnya Raja'e.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Tahun 2020 ini diawali dengan raihan penghargaan oleh Pemkab Pamekasan. Penghargaan itu diberikan oleh BPKP atas pelaksanaan pengawasan bidang keuangan di Pemkab Pamekasan.

Pamekasan berhasil meraih level tiga pengawasan bidang keuangan. Penghargaan level tiga bidang pengawasan keuangan daerah, termasuk penghargaan yang bagus dari BPKP. Level dari penghargaan pengawasan bidang keuangan itu ada lima, tingkatan paling tinggi level lima, kedua level empat, lalu level tiga.  Yang jelek adalah level dua dan dan level satu.



Di Jawa Timur ada 18 kabupaten yang mendapatkan level tiga ditambah propinsi Jatim juga mendapatkan penghargaan level tiga dari BPKP. Sementara  20 kabupaten dan kota lainnya di Jatim tidak mendapat pengharaan level tersebut.

“Alhamdulillah Pamekasan  dalam hal pegawasan dapat level  tiga. Penghargaan dari BPKP itu sebagai  wujud pemerintahan  ini semakin baik dan ini penghargaan pertama dari sebelumnya tidak ada, dibidang pengawasan keuangan, “ kata Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Selasa (21/1/2020).

Sebagai daerah  yang telah meraih  penghargaan paling tinggi di Jatim, Pamekasan pada tahun berikutnya diharapkan bisa naik dapat penghargaan level empat hingga tertinggi yakni level lima.

 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kata Badrut, meminta karena belum ada yang level empat apalagi lima, maka Pamekasan yang sekarang level tiga, diminta bisa bergeser menjadi level empat bahkan lima tahun depannya.


Baca Juga:  Gubernur Khofifah Puji Bupati Badrut Tamam di Peringatan Haornas

Di samping penghargaan atas bidang pengawasan keuangan yang dinilai berada dalam peringkat terbaik di Jatim, Pamekasan, kata Badrut Tamam, kini juga akan segera berupaya naikkan nilai peringkat target SAKIP, yakni target dari  B menjadi A pada tahun 2021, dan A plus adalah peringkat yang paling tinggi.


Gimana syaratnya untuk menaikkan target itu? SAKIP, kata Badrut Tamam,  harus ada kesesuaian antara visi dan misi daerah dengan RPJMD, ditambah lagi dengan keberadaan perangkat daerah yang bagus dan handal dalam bidang SDM dan pelayanannya.



“Nah karena disini prioritasnya adalah OPD terkait memunculkan entreprenuer, berarti yang harus digerakkan adalah  Dinas Tenaga Keja  dan Koperasi dan terkait lainnya.  Itu yang harus ditingkatkan dan itu yang menjadi problem utama kita,” terangnya.

Dia menegaskan bahwa bekerja itu berdasar target. Karena itu tiap  tahun ada target yang harus dicapai. Lalu juga tahun berikutnya secara berjenjang. Kalau kemudian yang ada  belum sempurna, kata Badrut, itu hal yang wajar dalam sebuah proses pekerjaan. 


“Kalau misalnya ada satu bangunan bagus dan gentingnya jatuh ya itu wajar kan ?  kalau tak mau satu genting  jatuh jangan bekerja. Dari aksi kita refleksi, dari program kita evaluasi, maka sisi lemah yang harus kita perbaiki bagaimana caranya kita mencapai level lima itu. Itulah poinya,” tandasnya.


Apa penyebab mengapa Pamekasan belum sampai ke level puncak paling tinggi atau level lima ? Badrut memperkirakan hal itu terjadi karena ada sejumlah hal yang belum jalan maksimal. “Tapi harus kita apresiasi apa yang kita usahakan sangat bagus. Bayangkan propinsi level 3, 18 kabupaten level 3, berarti ada 20 kabupaten yang belum dapat level,” pungkasya.(mas)

×
Berita Terbaru Update