-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

RI Minta AS dan Iran Menahan Diri, WNI di Iran Diminta Waspada

Sabtu, 04 Januari 2020 | 17.47 WIB Last Updated 2020-01-04T10:47:11Z

 JAKARTA (DutaJatim.com)  -  Suhu politik yang semakin panas di Timur Tengah membuat semua negara mendesak Amerika Serikat dan Iran menahan diri. Sebab bila tidak situasi di kawasan Teluk bisa semakin buruk pasca serangan  Amerika Serikat yang  menewaskan Qassem Soleimani, seorang  jenderal militer Iran, pada Jumat lalu. Kementerian Luar Negeri RI mendesak semua pihak untuk menahan diri.

“Kami mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dari tindakan-tindakan yang dapat semakin memperburuk situasi,” demikian dikatakan dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu 4 Januari 2020.

Jakarta juga menyampaikan keprihatinan terhadap eskalasi situasi di Irak dan meminta warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut untuk terus berhati-hati.

“Apabila (WNI) membutuhkan bantuan darurat, dapat menghubungi Kedutaan Besar Indonesia. Kedubes Indonesia di Baghdad memiliki hotlinedi nomor +9647500365228,” demikian Kemlu RI.

Kedutaan Besar Indonesia di Teheran, Sabtu (4/1/2020) juga mengeluarkan peringatan kepada warga Indonesia di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah negara seperti Prancis dan Belanda melakukan hal yang sama.

“Hindari tempat-tempat kerumunan massa atau rawan serta berpotensi timbulnyta konflik maupun tempat yang diduga menjadi target atau sasaran,” begitu bunyi peringatan KBRI Teheran.

Pernyataan itu menyarankan agar masyarakat membawa barang-barang kebutuhan seperlunya dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga, sekiranya dilakukan evakuasi.

WNI diminta mengikuti saran atau petunjuk yang diberikan terutama terkait letak tempat penampungan sementara, serta jalur evakuasi yang harus ditempuh yang telah ditetapkan KBRI Teheran dalam buku Contingency Plan.

“Senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan sesama masyarakat dan diaspora indonesia di Iran,” isi pernyataan tersebut.

Para WNI di Iran juga diimbau untuk terus menjaga komunikasi dan informasi perkembangan situasi, keadaan dan keberadaan agar memudahkan penanganan lebih lanjut.

“KBRI Teheran dapat senantiasa dihubungi melalui nomor hotline (aktif 24 jam) 09129632269, 09378132531, 09120368594, atau kantor KBRI Teheran 021 8871558 dan wisma Indonesia 021 22937305.”

Seperti diberitakan DutaJatim.co sebelumnya Qassem Soleimani tewas setelah pesawat tanpa awak AS meluncurkan roket di Bandara Interasional Badhdad. Dia merupakan tokoh kunci yang memainkan peran Iran di kawasan Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump menyebut Soleimani sebagai “terorisme nomor satu di dunia”. Pentagon menyebut serangan itu atas perintah Trump.

Karena itu Iran bersumpah akan membalas serangan AS atas tewasnya Soleimani. Dalam sebuah pernyataan setelah kematian Soleimani, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, "Kepergiannya tidak mengakhiri jalannya atau misinya, tetapi pembalasan dendam yang kuat menunggu para penjahat yang membunuhnya dan para martir lainnya semalam dengan tangan mereka."

Seorang pejabat senior administrasi Trump mengatakan Soleimani telah merencanakan serangan segera terhadap personel AS di Timur Tengah.

Soleimani, seorang jenderal berusia 62 tahun yang mengepalai pasukan Penjaga Revolusi Iran di luar negeri, dianggap sebagai tokoh paling kuat kedua di negara itu setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. (ndc/ara)

Foto: Aksi demonstrasi di Teheran. (AFP/Getty Images)
×
Berita Terbaru Update