-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Badrut Tamam : Beasiswa Santri Menuju Santri Entrepreneur Tangguh Berdaya Saing

Minggu, 16 Februari 2020 | 09.40 WIB Last Updated 2020-02-16T02:40:22Z


Badrut Tamam membuka TOT pembina santri.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Pemkab Pamekasan melalui Bagian Kesra Setdakab  menggelar Training Of Trainer (TOT) bagi pembimbing santri penerima program beasiswa santri Pemkab Pamekasan. Kegiatan itu digejar selama tiga hari mulai Jumat (14/2/2020) di Novotel Surabaya, diikuti 40 orang peserta dan dibuka oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam.


Kepala Bagian Kesra Setdakab Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, TOT ini digelar dalam rangka mensukseskan  program beasiswa santri yang akan direalisasikan mulai tahun anggran 2020 ini. Sebanyak 1.700 santri yang akan mendapatkan  beasiswa pada tahun ini, mereka akan didampingi oleh pembimbing yang selalau berkomunikasi dan membina serta mengarahkan para santri.



“Materi yang diberikan pada TOT itu antara lain bidang kebangsaan,  keagamaan dan bidang entrepreneur. Tiga materi itu diberikan dengan harapan para santri nantinya bisa unggul dalam bidang agama, kebangsaan dan entrepreneur. Pemateri yang dihadirkan adalah dari kalangan ulama, TNI/Polri, kalangan praktisi dan dari Lemhanas, “ kata Zaini.


Terkait pemberian materi entrepreneur bagi peserta TOT, kata Zaini, karena Pemkab ingin agar para santri juga memiliki kemampuan wirausaha  yang bagus. Sehingga nanti akan bisa menjadi calon pengusaha yang handal dan bisa menjadi pintu masuk untuk kesuksesan program penciptaan 2000 pengusaha tiap tahun.



Sementara itu dalam sambutannya Bupati Badrut Tamam menegaskan bahwa tidak mungkin ada Indonesia kalau tanpa perjuangan para ulama pesantren dan ormas-ormas Islam.  Karena itu dia merasa perlu untuk mendukung dan menindaklanjuti perjungan para ulama dan pesantren dengan cara memperhatikan para santri melalui program beasiswa santri.


Kini Pemkab Pamekasan, kata dia, tengah mematangkan soal teknis pemetaan dan rekrutmen santri yang akan mendapat beasiswa itu. Para santri penerima beasiswa nanti akan terbagi menjadi tiga kelompok, yakni:

1.  Santri penghafal Al Quran,

2. Santri yang memiliki prestasi,

3. Dan anak yang kekurangan ekonomi namun memiliki kemauan yang kuat untuk belajar di pesantren.


Dia mengungkapkan dana yang dipersiapkan untuk program beasiswa santri itu tidak terlalu besar. Namun sebesar apapun dana yang disediakan, kata dia, tidak akan sebanding dengan nilai perjuangan para ulama dan tokoh Islam dalam pendirikan bangsa ini.

  “Jadi kalau di pemerintah ini misalnya hanya menganggarkan Rp 10 miliar masih kecil dibandingkan dengan perjuangan santri dan ulama yang mencintai NKRI,” tegasnya.



Terkait dengan materi TOT yang meliputi bidang keagamaan, bidang kebangsaan dan entrepreneurship Badrut Tamam menegaskan itu semua dilakukan agar para santri nanti menjadi santri yang tangguh, santri yang siap mengabdi yang komitmen kemasyarakatnya, kebangsaannya dan komitmen ke Islamanya kuat, atau santri yang berdaya saing dan yang bisa jadi pemimpin.


“Harapannya dengan adanya kerjasama antara pemerintah dengan pesantren adalah pesantren-pesantren ini menjadi pusat pendidikan juga langsung jadi pusat pemberdayaan, jadi tempat edukasi, transformasi nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin,” terangnya.


Saat ini, kata Badrut Tamam, di Pamekasan ada 329 pesantren. Dengan jumlah itu pesantren bisa diharapkan menjadi agen perubahan alat membangun pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, kata Badrut Tamam, akan mendampingi mereka. Setelah pintar, bagus akhlaknya, siap menata masa depan, pesantren juga melakukan kegiatan yang didalamnya bisa menunjang untuk membangun pertumbuhan ekonomi. (mas)
×
Berita Terbaru Update