-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Demokrat Berharap Kadernya Jadi Bakal Cawawali, Machfud Arifin: Tunggu Tanggal Mainnya

Minggu, 16 Februari 2020 | 14.14 WIB Last Updated 2020-02-16T07:14:37Z

SURABAYA (DutaJatim.com) -  Dukungan untuk bakal calon wali kota Surabaya Machfud Arifin di Pilkada Surabaya 2020  bertambah lagi. Setelah PKB, PAN, Gerindra, dan PPP, giliran Partai Demokrat merapat kepada mantan Kapolda Jatim itu.

Untuk itu Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Surabaya mengharapkan agar kader Partai Demokrat sendiri bisa diambil untuk jadi bakal calon wakil walikota pendamping Machfud Arifin.


"Tapi nanti terserah Pak Machfud Arifin yang akan memutuskannya," kata Ketua Tim Penjaringan Calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya DPD Partai Demokrat Surabaya, M. Machmud saat dihubungi di Surabaya, Minggu 16 Februari 2020.

Machmud mengatakan banyak kader potensial di Partai Demokrat yang kompeten. Mereka pun  siap mendampingi Machfud Arifin. Bahkan lanjut dia, DPC Partai Demokrat Kota Surabaya sudah melakukan penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota.

"Hasil penjaringan ada empat calon yang mendaftar," katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari sebelumnya mengatakan dukungan terhadap bakal calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin tidak akan berubah. Dukungan itu tak akan berbeda dengan rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh DPP Demokrat.

Ia mengatakan DPD Demokrat Jatim sudah meneruskan usulan DPC kepada DPP terkait dukungan kepada Machfud Arifin. 

"Sudah pasti kami mendukung dan mengusulkan calon yang kami nilai berpeluang menang dalam Pilkada Surabaya 2020," kata Lucy.

Menurut dia, DPC Demokrat Surabaya selama ini taat asas pada juklak dan juknis yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat dalam penjaringan Pilkada Surabaya 2020. Hal itu ditegaskan Lucy Kurniasari, dalam menanggapi pemberitaan yang mempersoalkan dukungan terhadap Mahfud Arifin sebagai calon wali kota Kota Surabaya.



Menurut Lucy, DPC Partai Demokrat Kota Surabaya sudah melakukan penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota sesuai juklak dan juknis. Melalui penjaringan, tim yang ditugaskan telah melaksanakan pendaftaran.

Hasil dari pendaftaran, tim bersama pengurus DPC melakukan penilaian terhadap keempat calon yang mendaftar. "Hasil penilaian tim dan pengurus DPC, ada calon yang mendapat nilai tertinggi untuk diusulkan ke DPP," jelas Lucy.

Menurut Ning Surabaya tahun 1986 ini, calon yang memperoleh nilai tertinggi adalah Machfud Arifin, yang kemudian diusulkan ke DPP Partai Demokrat melalui DPD Partai Demokrat Jawa Timur.

Lebih lanjut Lucy menyatakan, ketepatan penilaian DPC Partai Demokrat Surabaya sama dengan DPD Partai Demokrat Jawa Timur mengenai kelayakan Machfud Arifin untuk didukung dan diusulkan ke DPP Partai Demokrat untuk mendapat rekomendasi.

Dengan empat kursi, DPC Demokrat Kota Surabaya tidak ingin hanya sebagai pendukung. "Kami ingin menjadi pengusung calon yang berpeluang menang," ujar Anggota DPR RI ini.

Meski demikian, kata Lucy, DPC akan patuh apapun yang diputuskan DPP. "DPC Demokrat Surabaya akan taat asas mengamankan dan memenangkan calon yang direkomendasi DPP menjadi wali kota," katanya. 

Ada Yang Melamar

Soal sosok bakal calon wakil wali kota yang akan mendampinginya ini, Machfud Arifin masih enggan mengatakannya. "Memang ada beberapa nama yang diajukan. Tapi tunggu tanggal mainnya," katanya.


Begitu juga saat ditanya ada sejumlah bakal calon wakil wakil wali kota yang sudah melamarnya, Machmud Arifin membenarkannya "Memang ada yang melamar-melamar itu. Sah-sah saja. Tapi, untuk siapanya nanti dulu. Masih rahasia. Nanti lah pada saatnya juga akan kita umumkan," katanya.

Machfud Arifin semakin mantab maju Pilkada Surabaya setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti Dahlan Iskan maupun mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

"Saya sendiri juga bingung kenapa Pakde Karwo mendorong saya (maju Pilkada Surabaya). Saya kemudian merenungkan diri. Ini pertanda apa sih. Tapi setelah saya fikir mendalam. Ini tidak ada peristiwa yang datang begitu saja. Pasti ada sesuatu dalam diri yang banyak menginginkan saya menggantikan Bu Risma," kata purnawirawan Polri berpangkat terakhir jenderal ini.

Machfud meyakini apa yang menjadi sebuah prestasinya saat menjadi Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Pada Pilpres 2019, menjadi penilaian tersendiri. Di bawah tongkat komando Machfud, Pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul 63 persen di Jawa Timur.

"Saya berkolaborasi dengan partai-partai lain dan sudah memenangkan," ujarnya.

Machfud optimistis bisa menjadi suksesor Tri Rismaharini dalam Pilkada Surabaya 2020. "Banyak problematika di Surabaya yang belum dituntaskan. Masyarakat Surabaya menuntut lebih bisa diselesaikan," katanya. (ndc/ara)



×
Berita Terbaru Update