-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Diwarnai Bentrok, Zulkifli Hasan Kembali Jadi Ketum PAN

Rabu, 12 Februari 2020 | 02.18 WIB Last Updated 2020-02-11T19:18:32Z

KENDARI (DutaJatim.com) -  Akhirnya sang petahana, Zulkifli Hasan  terpilih kembali menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025. Zul  --panggilan akrabnya--menyebut bahwa rivalnya dalam pemilihan ketum, Mulfachri Harahap, orang yang keras namun memiliki hati yang baik. 

Hal itu disampaikan oleh Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan setelah dirinya menang dalam pemilihan ketua umum PAN di Kongres ke V PAN yang dilaksanakan di Hotel Claro, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 11 Februari 2020. Komentar Zul soal Mulfachri ini juga terkait dengan kericuhan yang sempat terjadi di arena kongres.

"Saudara saya Mulfachri Harahap, memang orangnya keras, tapi hatinya baik," kata Zulkifli Hasan.

Zul juga mengungkapkan bahwa dirinya mewakili teman-teman atau pendukungnya menyampaikan permohonan maaf atas kericuhan yang sempat terjadi saat proses kongres berlangsung.

"Terlepas dari apapun, kalau ada gesekan-gesekan apa pun, kami yang bersalah. Di depan teman-teman, saya mewakili kawan-kawan semua. Saya meminta maaf kepada Mulfachri dan tim pendukungnya," katanya.

Zul berharap, dengan berakhirnya sidang kongres tersebut, tidak ada lagi kubu yang memecah persatuan partai.

"Dengan berakhirnya sidang ini saya berharap kita mempererat kembali, bersatu kembali. Jika kita bersatu, Insya Allah Partai Amanat Nasional menjadi partai yang besar dan kuat," katanya.

Sementara itu, Mulfachri Harahap  tampak mendatangi tim Zulkifli Hasan pada detik-detik akhir perhitungan suara pemilihan ketua umum PAN periode 2020-2025, dan memberikan selamat sambil memeluk kepada Zulkifli Hasan kemudian kepada Hatta Rajasa serta kepada Asman Abnur. Mulfachri bersama pendukungnya kemudian keluar dari ruang sidang kongres tersebut.

Menegangkan

Kongres PAN  tersebut berlangsung menegangkan, karena sempat ricuh baik di dalam ruang kongres maupun di luar hotel tempat kongres tersebut. 

Kubu Zulkifli Hasan dan Mulfachri Harahap sempat cekcok dan terlibat pergesekan fisik. 

Kericuhan ini bermula saat sejumlah kader partai berlambang matahari terbit itu mempersoalkan sikap panitia yang memperpanjang masa registrasi peserta.

Sedianya, registrasi yang dilaksanakan di Hotel Claro, Kendari antara pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Namun, hingga pukul 14.30 Wita, panitia masih membuka pendaftaran tersebut.

Sejumlah peserta yang tidak terima pun langsung memprotes panitia. Kericuhan sendiri tak dapat terelakkan. Sejumlah orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kericuhan itu terjadi karena Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN dari Maluku dan Maluku Utara belum terdaftar sebagai peserta kongres.

Dia pun menyesalkan kericuhan yang terjadi di lokasi kongres, karena mengakibatkan peralatan panitia yang digunakan untuk pendaftaran rusak. Sehingga, panita pun menjadi terhambat dalam bekerja.

"Ngamuk-ngamuk yang dipimpin oleh Saudara Asri Anas, kemudian komputernya lima itu diambil. Teman-teman OC (organizing committee) kan enggak bisa kerja," ujar Zulkifli Hasan.

"Karena komputernya di situ. Jadi kerjanya bagaimana? Manual? Jadi yang salah siapa? Ya yang merebut itu. Jelas sekali itu," imbuh dia.

Untuk diketahui, Asri Anas merupakan koordinator tim pemenangan Mulfachri Harahap, yang turut menjadi bakal calon ketua umum pada kontestasi ini.

Berbeda dari calon lainnya, Mulfachri menggandeng Hanafi Rais sebagai Sekretaris Jenderal PAN bila kelak terpilih.

Pada akhirnya, Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) memutuskan pendaftaran peserta diperpanjang hingga Selasa (11/2/2020) pagi sebelum pelaksanaan pleno pertama.

"Kami bertekad untuk memperpanjang proses pendaftaran itu apakah sampai tengah malam ini atau sampai dengan besok hari sampai sebelum pelaksanaan pleno pertama," kata Ketua SC Eddy Soeparno di arena Kongres V PAN, seperti dilansir dari Antara.

Perpanjangan waktu ini diharapkan memberikan kesempatan yang cukup bagi peserta yang belum mendaftar.


Adapun terkait komplain yang mengatasnamakan DPW PAN Maluku dan Maluku Utara, hal tersebut telah dibahas di SC.

Menurut dia, ada sejumlah pengurus yang tidak terima di-pelaksanatugas-kan sehingga saling menggugat.

"Kita sudah putuskan di SC sehingga segera setelah ini akan ada kejelasan tentang status hukum dan kepesertaan dari beberapa DPD yang kemarin memang mengalami permasalahan di kepengurusannya," pungkasnya.

Dugaan kecurangan

Tim pemenangan Mulfachri-Hanafi menduga adanya kecurangan yang dilakukan tim pemenangan Zulkifli Hasan dalam pelaksanaan kongres ini.

Menurut koordinator tim pemenangan Mulfachri-Hanafi, Muhammad Asri Anas, tim Zulkifli telah melakukan hal tidak sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT), termasuk keputusan SC karena SC yang membuat aturan Kongres sebelum pelaksanaan.

Ketua DPW PAN Sulawesi Barat ini menjelaskan, di dalam keputusan SC pendaftaran calon ketua umum dilakukan di Kendari atau di DPP PAN Pukul 08.00 Wita sampai dengan 17.00 Wita pada tanggal 10 Februari 2020.

Sementara pendaftaran peserta Kongres sesuai peraturan SC dilakukan di Hotel Claro, hingga pukul 12.00 Wita.

Syaratnya, setiap peserta harus datang dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Ia menyayangkan tim sukses Zulkifli tidak melakukan keputusan tersebut.

Dari informasi yang ia peroleh, tim Zulkifli justru mendaftar di Makassar pada Minggu (9/2/2020) kemarin.

"Kan gila namanya, pesertanya tidak mendaftar, katanya mendaftar di Makassar, ID Cardnya sudah diambil semua. Padahal mereka belum berada di Kendari. Dalam keputusan pendaftaran peserta tidak bisa diwakili," kata Anas seperti dilansir dari Antara.

Protes juga dilayangkan karena pada saat yang sama dengan pelaksanaan pendaftaran, Ketua Panitia lokal yakni Abdurahman Shaleh (ARS) selaku Ketua DPW PAN Sultra dan Ketua OC Eko Patrio, keduanya tak berada di lokasi namun justru di Makassar.

"Padahal mereka adalah ketua panitia dan penanggungjawab acara ini," terangnya.

Anas menegaskan, jika pelaksanaan kongres tidak dijalankan sesuai prosedur maka kongres tidak layak untuk dilaksanakan.

 Tanpa Jokowi dan Amien Rais

Berbeda dengan lokasi pendaftaran, kongres dibuka di Lapangan MTQ Tugu Persatuan, Kendari.

Jika biasanya, kongres dihadiri oleh presiden, namun tidak demikian pada pelaksanaan kongres saat ini.

Menurut Zulkifli, Presiden Joko Widodo memang tidak diundang dalam kongres ini. Sebab, rencananya Jokowi akan diundang ketika pelantikan pengurus DPP periode yang akan datang.

"Nanti diundang (Jokowi) pas pelantikan," kata Zulkifli. Selain itu Amien Rais juga tidak hadir.

Pembukaan kongres juga diikuti dua kandidat ketum lainnya yakni Dradjad Wibowo dan Asman Abnur.

Ada empat kandidat calon ketua umum. Mereka adalah petahana Zulkifli Hasan, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, ekonom Dradjad Wibowo, dan Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap.

Mereka merebutkan 590 suara yang dimiliki dewan pimpinan wilayah (DPW), dewan pimpinan daerah (DPD), dewan pimpinan pusat (DPP) dan sejumlah organisasi sayap partai. (ara)
×
Berita Terbaru Update