-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Impor Produk Konsumsi dari China Distop, Ini Peluang bagi Produsen Kita

Selasa, 04 Februari 2020 | 00.10 WIB Last Updated 2020-02-03T17:10:20Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, pemerintah bakal mengumumkan daftar barang konsumsi dari China yang dilarang Selasa 4 Februari 2020 hari ini. Hal itu sebagai upaya antisipasi dari penyebaran virus corona yang berasal dari Wuhan, China, yang sudah merenggut ratusan nyawa di negeri tirai bambu.

Airlangga  mengatakan, untuk menetapkan barang-barang konsumsi yang akan dihentikan sementara pengirimannya dari China perlu dilakukan koordinasi dengan berbagai otoritas terkait masalah tersebut.  Karena itu membutuhkan waktu untuk membahasnya. 

Koordinasi dilakukan antara Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu Airlangga juga menegaskan bahwa pemerintah  akan mengumumkan pula soal kebijakan terbaru terkait sistem imigrasi. Hal itu untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. 

"Soal impor itu yang terkait dengan barang konsumsi, mesin enggak termasuk," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, akan menghentikan sementara impor bahan pangan, produk makanan, dan minuman dari China. Menurutnya, ini tidak akan berdampak pada stok barang konsumsi di Indonesia.  Bahkan dirinya yakin ada alternatif lainnya jika memang sampai terjadi kekosongan pada salah satu jenis komoditas.

"Impor produk makanan, dan minuman dari China kami stop sementara. Nanti kita akan rapatkan terlebih dahulu dengan Kementerian lain. Dan masalah ini dalam proses pembahasan terus," ujarnya di Kantor BPK, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Selama ini banyak produk konsumsi diimpor dari China dan sejumlah negara lain. Padahal semua produk konsumsi bisa diproduksi di dalam negeri asalkan negara ini mau memfasilitasi warganya untuk giat melakukan produksi. Salah satu upaya mengurangi impor tentu saja dengan meningkatkan produksi dalam negeri. Misalnya produk pertanian perkebunan maupun perikanan dan hasil olahannya.

Namun untuk menggalakkan produksi perlu ada kebijakan khusus dari pemerintah. Tujuannya agar warga bersemangat untuk melakukan produksi yang bisa pula untuk diekspor.

"Hikmah dari kasus corona ini ya jangan-jangan kita memang diingatkan oleh Tuhan agar jangan tergantung dengan produk asing khususnya dari China. Kita harus bisa mandiri," kata Suherman pengusaha asal Sidoarjo Senin malam. (nas)

×
Berita Terbaru Update