-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jalur Pacet - Trawas Rawan Longsor Susulan, Wisatawan Diminta Hati-hati

Sabtu, 08 Februari 2020 | 12.20 WIB Last Updated 2020-02-08T05:20:57Z

MOJOKERTO (DutaJatim.com) - Masyarakat diminta berhati-hati saat melewati jalur yang melintasi pegunungan. Pasalnya tebing di sekitar jalan yang menghubungkan tempat wisata rawan longsor. 

Selain jalur di kota wisata Batu, jalan penghubung antara Kecamatan Pacet dengan Trawas di Kabupaten Mojokerto juga rawan longsor. Begitu pula jalur Pacet - Kota Batu atau Trawas - Prigen.

Jalur Pacet - Trawas misalnya sempat terkena longsor. Jalan ini tertimbun tanah longsor pada  Jumat (7/2/2020) sore. Petugas pun bekerja keras mengevakuasi tanah yang longsor agar bisa dilalui kendaraan lagi. Sabtu hari ini jalur itu mulai bisa dilewati kendaraan. 

"Tapi kami menghimbau agar pengguna jalan tetap berhati-hati. Khususnya bila hujan deras. Usahakan ditunda dulu bila ingin melewati jalur ini," kata seorang warga Pacet Sabtu siang.

Hanya saja kondisi tebing di lokasi itu dinilai masih kritis sehingga perlu diperkuat dengan tembok khusus.
Tanah yang longsor di jalur Pacet-Trawas itu berada di Dusun Mligi, Desa Claket dan di Desa Cempokolimo, Kecamatan Pacet. 

Pantauan di Desa Mligi, tampak ketebalan material longsor yang menutup total jalan mencapai sekitar 1 meter. Material longsor berupa tanah bercampur bebatuan besar dan pepohonan.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, pembersihan material longsor semula dilakukan manual bersama warga Desa Claket. Saking banyaknya bebatuan besar, pihaknya mendatangkan ekskavator atau alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto.

Dibantu satu alat berat, Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB setengah jalan bisa dilalui. "Kalau jalan bersih total  baru Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB tadi," kata Zaini seperti dikutip detikcom, Sabtu (8/2/2020).

Material tanah longsor di Desa Cempokolimo juga telah dibersihkan. Sebelumnya, material longsor menimbun separuh jalan cor penghubung Pacet-Trawas dengan ketebalan sekitar 50 cm.

Material longsor yang menimbun jalur Pacet-Trawas di Dusun Mligi berasal dari tebing setinggi 15 meter di sebelah kanan jalan jika dari arah Pacet. Tebing tersebut longsor setelah diguyur hujan sekitar 2 jam, yaitu pukul 13.00-15.00 WIB.

Menurut Zaini, kondisi tebing ini sedang kritis sehingga rentan terjadi tanah longsor susulan. Terlebih lagi musim hujan masih panjang. Di atas tebing juga terdapat jalan penghubung Desa Claket dengan Cempokolimo yang bahu jalannya amblas.

"Perlu dibangun tembok penguat tanah di tebing tersebut untuk mencegah longsor susulan. Kami sudah menyarankan ke Dinas PUPR," terangnya.

Selain itu, Zaini juga mengimbau para wisatawan agar berhati-hati saat berkunjung ke wilayah Pacet. Khususnya di Kali Kromong yang selalu ramai pengunjung pada akhir pekan. 

Menurut dia, luapan Kali Kromong berpotensi menghanyutkan para wisatawan yang kerap bermain di bibir sungai.

"Karena airnya meluap sangat cepat. Bahkan peringatan dini tidak cukup untuk mengevakuasi pengunjung. Kami sarankan agar wisata itu ditutup sementara selama musim hujan," tandasnya. (nas/det)

Foto: Jalur Pacet - Trawas bisa dilalui lagi setelah longsor Jumat sore. (detik.com)
×
Berita Terbaru Update