-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tertipu Habis Valentine's Day

Jumat, 14 Februari 2020 | 06.49 WIB Last Updated 2020-02-14T00:02:08Z


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Salah kaprah sering dilakukan masyarakat. Salah satunya salah kaprah dalam menghadapi trik marketing dengan mengkampanyekan Hari Kasih Sayang alias Valestine's Day. Ya,  hari itu adalah hari ini 14 Februari.

Seperti hari-hari lain, Valentine's Day sejatinya hari biasa saja. Tak ada momen istimewa di situ. Tak ada jejak sejarah yang menunjukkan itu hari kasih sayang.

Yang jelas itu hanya cara seseorang, yang karena dikampanyekan secara besar-besaran dan global, serta dengan dana besar, hingga akhirnya diakui secara massal sebagai hari kasih sayang. Hari di mana lelaki perempuan mencurahkan rasa kasih sayang dan cintanya dengan cara, benda, atau simbol yang anehnya seperti sudah ditentukan oleh si pembuat atau pelopor hari valentine itu sendiri. Cara, benda, atau simbol yang semua harus dibeli. Dengan uang tentu saja. Uang kamu kamu yang sudah termakan isu hari kasih sayang.

Harganya bisa murah tapi banyak pula yang mahal. Mulai coklat permen bunga hingga cincin. Mulai bikin acara sederhana di warung PKL hingga menggelar acara mewah di hotel berbintang lima melibatkan EO. Uang miliaran bahkan secara global bisa triliunan berputar untuk pernak-pernik hari valentine.

Kamu-kamu senyam senyum dengan pacar. Senang. Merasa telah saling cinta. Padahal senyum kamu itu senyuman korban tipu daya mereka yang tertawa lebar karena  produknya laris manis.


Dari sini sudah jelas, bila ada motif dagang dari lahirnya hari valentine. Trik marketing yang sangat cerdik sebab umat manusia tidak terasa telah dijadikan objek dagangan mereka. Dan ujung-ujungnya untuk meraup keuntungan belaka.

Trik marketing yang sangat canggih sebab kamu kamu dan juga mungkin saya tidak terasa telah ditipu. Tidak terasa bila dirugikan. Bahkan kerugiannya sangat besar. Tapi kamu kamu justru senang gembira bahkan bangga. Kata bangga ini adalah puncak dari kesuksesan dari tim marketing dari valentines day sebab sampai sampai kamu kamu merasa gengsi bila tidak bervalentine day ria.

 Sampai di titik ketika kamu merasa ndeso bila tidak merayakan valentine, saat itulah kalian sudah sakit jiwa. Kondisi psikologis kalian tidak stabil karena teracuni limbah budaya barat. Lalu pertanyaannya, apakah kamu kamu suka sakit jiwa? Suka jadi objek pasar para produsen valentine? Suka jadi TPA alias tempat pembuangan akhir limbah budaya Barat?


Maura Syiffa Aulia  dari Aidil Akbar Madjid & Partners menulis di detikFinance, bahwa saat Hari Valentine Perusahaan produsen berlomba-lomba membuat kemasan khusus atau mengadakan promo khusus.

"Akhir pekan kemarin sewaktu saya lari-lari kecil di Car Fee Day (CFD) Sudirman, nampak salah satu produsen coklat besar di Indonesia kampanye keliling dengan boneka hati berwarna pink, dalam rangka menyambut hari Valentine ini. Bagaimana dengan prianya? Sebagaian dari mereka pun berlomba-lomba ingin menunjukan kasih sayangnya pada momen seperti ini.
Ada yang sudah jauh-jauh hari memesan makan malam pakai lilin, bahasa kerennya candle light dinner (bukan makan di pinggir jalan yach). Ada yang sudah memesan coklat khusus dan bunga, yang sudah pasti harganya naik dan mahal dikarenakan pesanan banyak untuk pengantaran hari itu."

"Bahkan ada yang memesan cincin dan perhiasan untuk menunjukan kasih sayang mereka. Toko-toko di mal maupun toko online juga banyak yang memberikan promo atau ikut berjualan dengan menggunakan tema V-day ini," katanya.

Maura juga mengajukan pertanyaan: apakah itu buang-buang uang, atau worth it? Di Indonesia mungkin sulit mencari datanya, tapi saya coba cari-cari di internet melalui mbah Google, ternyata di Amerika sana ketika memasuki bulan Februari maka harga perhiasan dan bunga naik bahkan bisa mencapai 50% dari harga normal.

Belum lagi harga coklat dan makan malam di restoran mewah yang harganya bisa menghabiskan ¼ bahkan ½ dari gaji kita per sekali makan di hari kasih sayang tersebut. Sementara di Jepang, anak mudanya mengeluarkan uang bermiliar-miliar untuk membeli coklat, bunga dan perhiasan untuk merayakan V-day ini.

"Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa hari Valentine adalah salah satu hari paling boros di dunia ini. Sebagai wanita, saya pasti mau doooong dikasih hadiah dari pacar atau calon suami saya, tapi apakah harus dengan cara seperti ini?" katanya.

Jawabnya tidak harus! Bahkan sebaiknya stop saja ikut-ikutan bervalentine day. Mengapa? Sebab, selain boros, kadang para pria dan juga wanita  tak jarang salah kaprah tingkat tinggi menganggap valentine hari seks bebas. Hari di mana kasih sayang dianggap identik dengan momen berbuat mesum.

Nah, saat ini terjadi, produsen mesum, ya para setan iblis, pasti tertawa ngakak telah sukses menipu kamu kamu yang mudah dan suka tertipu. Jadi, sekarang jadilah generasi milenial yang kuat. Yang tidak mudah tertipu. Oleh iblis sekalipun. Apalagi hanya trik marketing valentine. (*)

Foto: pixabay.com
×
Berita Terbaru Update