-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Waduh, Suporter Ngamuk Bakar Motor dan Mobil Warga

Tuesday, February 18, 2020 | 7:22 PM WIB Last Updated 2020-02-18T12:56:33Z


MALANG (DutaJatim.com) -  Aksi brutal lagi-lagi dilakukan oleh oknum suporter memakai atribut Arema FC dan Persebaya Surabaya. Mereka melakukan tindakan kriminal dengan  berbuat onar membakar motor milik warga di sekitar Pasar Hewan Dimoro, Blitar.

Mereka ini harus diberi sanksi sebab telah mencoreng nama baik dunia sepakbola yang tengah berbenah agar tidak dinodai aksi anarkis. Lebih dari itu mereka melakukan tindak pidana sehingga harus dihukum sesuai peraturan yang berlaku agar jera tidak berbuat anarkis lagi.



Salah satu lokasi ricuh sendiri terjadi di simpang tiga Jalan Kali Brantas Kepanjenkidul. Massa suporter terus berusaha merangsek masuk mendekati Stadion Soepriadi di Jalan Kelud. Namun petugas terus menghalau mereka menuju ring 2. Selain itu massa suporter juga bertarung hingga area persawahan.

Kejadiannya bermula kala kedua kelompok saling jumpa di sekitar pasar hewan. Situasi pun perlahan memanas. Mereka saling bersitegang hingga akhirnya kerusuhan pun tak terelakkan.

Sejumlah kendaraan akhirnya dibakar massa. Informasi yang dikumpulkan, ada tujuh motor dibakar dan mobil dirusak dengan batu dan kayu. Sejumlah informasi menyebutkan kendaraan itu milik Aremania dan warga Blitar.




"Motor yang dibakar, didekat Pasar Sapi di daerah Ndimoro. Itu motor milik warga Blitar, kebetulan dia punya atribut Arema terus diserang," kata salah satu warga Blitar yang enggan disebutkan namanya.

Sementara, saksi mata lain, Dian, menyayangkan kejadian tersebut. Sebab, Blitar tak memiliki kepentingan dalam Piala Gubernur Jawa Timur.

"Kebetulan motor yang dirusak milik Aremania dan warga Blitar. Dia juga anak Persaudaraan Setia Hati Terate. Tolonglah, suporter jangan bikin onar. Jaga sportivitas," kata Dian.

Sampai sekarang, kasus ini masih ditangani Polres Blitar. Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard Sinambela, menyatakan masih mencari pelaku dan pemilik kendaraan yang dibakar.

"Masih kami tangani sampai sekarang," ujar Leonard.

Memang kejadian ini sebenarnya tak perlu terjadi. Kerawanannya bila dua suporter ini bertemu maka akan terjadi keributan," ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Meski membenarkan, namun Leonard belum tahu berapa banyak motor yang dibakar. "Belum terupdate, nanti diinfokan," kata Leonard. (vvn/nas)


Foto: detik.com



×
Berita Terbaru Update