-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menhub Kena Virus Corona, Semua Menteri Akan Diperiksa

Sunday, March 15, 2020 | 8:00 AM WIB Last Updated 2020-03-15T01:00:07Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Setelah menteri kesehatan Inggris dan pejabat Iran, kini menteri di Indonesia juga positif kena virus Corona. Virus COVID -19 ini menyerang siapa saja yang pertahanan tubuhnya lemah.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pejabat RI pertama yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Budi merupakan kasus ke-76 dari total 96 kasus positif di Indonesia, per-Sabtu (14/3/2020)

Selanjutnya Budi Karya mendapat pemeriksaan lebih intensif. Dia pun dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Kondisinya semakin membaik.


Belum diketahui kapan Budi terinfeksi virus corona. Namun Albertus menyebut Budi punya banyak kegiatan dan kerap mengunjungi sejumlah tempat terkait pekerjaannya sebagai menteri.

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi pelaksana tugas Menteri Perhubungan setelah Budi Karya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

"Presiden menugaskan mengangkat Menhub ad interim, yakni Menko Maritim dan Investasi sebagai ad interim," ujar Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Dengan pengangkatan Luhut, Pratikno memastikan Kementerian Perhubungan akan tetap berjalan sementara Budi dirawat.

Budi Karya jadi salah satu pejabat negara yang hadir dalam penjemputan 69 WNI anak buah kapal Diamond Princess, di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 1 Maret 2020 lalu.

Saat itu WNI ABK Diamond Princess dipulangkan dari Jepang. Para WNI itu setibanya di Indonesia langsung dikarantina di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Hingga Sabtu ini, kasus COVID-19 di Indonesia bertambah menjadi 96 kasus, dengan delapan kasus dinyatakan sembuh, dan lima orang meninggal dunia.

WHO sendiri pada Jumat (13/3) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, atau wabah yang penyebarannya telah meluas ke berbagai negara. 


Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Albertus Budi Sulistya membeberkan kronologi Budi hingga dirawat di RSPAD. Albertus mengatakan awalnya Budi dirawat di rumah sakit swasta akibat gejala sesak napas.


"Jadi awalnya beliau dirawat di rumah sakit swasta, kemudian sesuai dengan perkembangan timbul sesak napas," kata Albertus di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengungkapkan Presiden pasti fokus untuk semua penanganan virus Corona. Bila ada yang terjangkit harus ditracing (dilacak) kontaknya dan dites kesehatannya. 

"Presiden Joko Widodo tentunya sesuai protokol kesehatan penanganan Corona, sudah tentu concern dengan protokol yang ada dimana jika ada yang terkena maka harus ditracing dan dites kesehatannya," kata Tenaga Ahli Utama Kepresidenan KSP Dany Amrul Ichdan saat dihubungi, Sabtu (14/3/2020).

Pihak Istana Kepresidenan juga akan melacak para menteri yang sempat berkontak dengan pasien positif Corona. Selain itu, para menteri akan disuntik vitamin.

"Termasuk (tracing) siapa saja yang pernah berhubungan dengan yang terkonfirmasi Corona. Lalu menambah imunisasi vitamin, jadi kita akan suntik imunisasi vitamin untuk supaya lebih punya daya tubuh," ujar Dany.


Anggota Komisi IX dari Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay berharap agar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang positif virus Corona bisa segera sembuh. Saleh menyebut kejadian yang menimpa Menhub ini sebagai bukti Corona bisa menginfeksi siapapun.

"Saya mendoakan semoga pak BKS segera diberi kesembuhan dan dapat beraktivitas kembali seperti biasa. Untuk itu, pihak rumah sakit Gatot Subroto diharapkan dapat mengeluarkan segenap kemampuan dan fasilitas yang ada untuk menangani pak BKS. Saya yakin, dengan penanganan yang baik, BKS akan segera sembuh," kata Saleh dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2020) malam.

Saleh mengatakan wabah Corona yang menjangkit Menhub membuktikan siapapun dengan jabatan apapun bisa terinfeksi virus tersebut. Karena itu, dia mengajak agar seluruh pihak bersatu melawan virus ini.

"Ini membuktikan bahwa virus Corona tidak mengenal jabatan, suku, agama, dan status sosial, semuanya bisa terinfeksi. Ini bisa dijadikan sebagai hikmah agar kita semua dapat bersatu padu dalam memerangi virus corona ini," ucap Saleh. (hud)

×
Berita Terbaru Update