-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pamekasan Bentuk Satgas Fokus Pencegahan Corona, Warga Diminta Tidak Panik

Monday, March 16, 2020 | 3:08 PM WIB Last Updated 2020-03-16T08:08:42Z


Badrut Tamam saat Konferensi Pers di Pendopo Ronggosukowati.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi wabah Covid-19 Pemkab Pamekasan melakukan  beberapa langkah. Langkah-langkah itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Pamekasan NO : 443.32/122/432.302/2020. Isi SE itu disampaikan Bupati Pamekasan Badrut Tamam dalam konferensi pers di Pendopo Ronggosukowati, Senin (16/3/2020).


Saat menggelar konferensi pers tersebut Bupati Badrut Tamam didampingi oleh Sekdakab Pamekasan Totok Hartono dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan,  dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lengkap. 



Badrut Tamam mengungkapkan langkah - langkah yang dilakukan Pemkab Pamekasan antara lain pertama, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19. Satgas ini orientasinya bekerja focus melaksanakan pencegahan dan  melakukan beberapa analisa serta koordinasi dengan lembaga tekait.


Kedua, Pemkab Pamekasan meminta pihak Rumah Sakit untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kunjungan pasien dengan gejala demam batuk sesak napas apalagi didukung riwayat bepergian dari daerah atau dari negara terjangkit. 

Rumah sakit menyiapkan fasilitas dan SDM yang cukup untuk mendukung pelayanan dan pasien yang terindikasi Covid 19 dengan menyediakan nomor telepon khusus untuk memberikan pelayanan yang cepat dan excellent yakni 081917183539 dan 085334864006.


Selain itu Dinas Kesehatan diminta terus melakukan koordinasi melaporkan beberapa kejadian secara berkala kepada satuan tugas pencegah dan melaporkan langsung kepada bupati Pamekasan. Setelah itu Dinkes bersama dengan Satgas, RSUD Puskesmas untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana serta tindak lanjut  untuk menghadapi Covid 19 di kabupaten  Pamekasan. 


Terkait soal pendidikan, Badrut Tamam menegaskan  Pemkab Pamekasan tidak memilih libur mulai tanggal 16 Maret. Pemkab memilih mulai Rabu tanggal 18 Maret sampai dengan tanggal 1 April 2020.


 Kenapa ? Karena selama dua hari akan dipakai untuk melakukan edukasi, tentang cara hidup sehat, serta memastikan konsep belajar di rumah. 


”Kalau tiba tiba kita melaksanakan pendidikan di rumah tanpa sebelumnya ada prakondisi atau pemberitahuan serta beberapa tugas yang harus dilakukan oleh siswa siswi kita, kita khawatir malah menimbulkan kepanikan, sementara di kabupaten Pamekasan sampai hari ini laporan dari Dinkes dan RS  tidak  ada yang terpapar virus corona itu,” katanya.


Koordinasi bersama semua stakeholder harus tetap jalan, meminta masyarakat untuk tetap tenang, tetap menjalankan kegiatan seperti biasanya, tetapi tetap waspada dan menjaga kesehatan, serta melaksanakan pola hidup sehat. 

Para Camat, Lurah, Kades, juga diharapkan tetap menciptakan kondusifitas. 


Begitu juga dengan pesantren dan lembaga pendidikn menjaga ketenangan serta tetap menjalankan pola hidup sehat. Seluruh pusat pelayanan, mall pelayanan public, perbankan juga diharapkan menyiapkan handsanitizer cuci tangan untuk memastikan bahwa jika ketemu dengan orang lain tetap bisa bersalaman tetap  tidak ada kepanikan di antara warga masyarakat semuanya. 



Pemkab juga akan melakukan penyemprotan di beberapa tempat publik mulai beberapa hari kedepan dan memastikan bahwa masyarakat dapat hidup sehat, istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bervitamin. Semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19. 


“Rumah sakit kita dipastikan dua RSUD dan Puskesmas Puskesmas di Pamekasan akan cepat untuk menangani  kemungkinan orang yang terpapar Covid 19,  tetapi kita berharap di kabupaten ini tidak ada masyarakat yang terpapar covid 19, harapannya tetap sehat, caranya dengan menggunakan pola hidup sehat, istirahat yang cukup, dan berolahraga yg teratur, “ terangnya.

“Yang paling penting  bagi Pemkab dan kita semua warga masyarakat adalah kita tetap tenang, tetap kerja, dan menggunakan pola hidup sehat. Sebenarnya, yang paling berbahaya bagi kita adalah panic. Harapan saya, media massa menjadi bagian dari mentransformasikan untuk tidak panic. Karena kepanikan bakal menimbulkan beberapa hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (mas)

×
Berita Terbaru Update