-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Positif Corona Tambah 64 orang Meninggal 10 Orang, di Italia Sehari 800 Meninggal

Minggu, 22 Maret 2020 | 16.49 WIB Last Updated 2020-03-22T09:49:24Z

Achmad Yurianto


JAKARTA (DutaJatim.com) - Kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia terus bertambah. Data terbaru yang disampaikan pemerintah, kasus positif COVID-19 mencapai 514. "Ada penambahan kasus positif sebanyak 64 orang," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BNPB, Minggu (22/3/2020).



Angka 514 kasus positif Corona ini berdasarkan data yang dihimpun pemerintah sampai pukul 12.00 WIB. Pemerintah terus melakukan tracing kontak pasien positif Corona.

"Totalnya 514 orang," kata Yuri.

Penambahan juga terjadi pada kasus pasien yang meninggal dunia. Yuri, panggilan akrab Achmad, menyebut kasus meninggal per hari ini 48. 

"Penambahan kasus meninggal dari perjalanan penyakit ini sebanyak 10 orang. Total meninggal sekarang pada posisi sekarang adalah 48 orang," terang Yuri.

Berikut peta sebaran kasus positif Corona per daerah:

Bali: 3

Banten: 47

DI Yogyakarta: 5

DKI Jakarta: 307

Jawa Barat: 59

Jawa tengah: 15

Jawa Timur: 41

Kalimantan Barat: 2

Kalimantan Timur: 9

Kalimantan Tengah: 2

Kalimantan Selatan: 1

Kepulauan Riau: 4

Sulawesi Utara: 1

Sumatera Utara: 2

Sulawesi Tenggara: 3

Sulawesi Selatan: 2

Lampung: 1

Riau: 1

Maluku: 1

Papua: 2

Dalam proses verifikasi di lapangan: 6

Berikut data sebaran pasien meninggal:

Bali: 2

Banten: 3

DKI: 29

Jawa Barat: 9

Jawa Tengah: 3

Jawa Timur: 1

Sumatera Utara: 1

Total: 48

Orang Sembuh: 29 orang


Sehari 800 Meninggal di Italia


Sementara itu, Italia menjadi negeri paling mencekam. Sebanyak 800 orang di Italia meninggal dalam sehari, Sabtu (21/3/2020), akibat Covid-19. Angka ini terus menambah total meninggal warga negeri Mediterania itu menjadi 4.825 orang akibat infeksi virus corona SARS-COV-2.

Dengan demikian, jumlah meninggal akibat virus corona di Italia menjadi yang mencapai sepertiga penderita SARS-COV-2 yang meninggal di dunia. Saat ini, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah menyalip China, Kamis (19/3). Total kematian di Italia pun melebihi laporan China dan Iran.


Meski demikian, para ahli kesehatan meragukan traparansi Iran dan berspekulasi angka kematian negara itu mungkin sebenarnya lebih tinggi.

Berdasarkan data Worldometers, Italia memiliki lebih dari 53 ribu kasus Covid-19. Sebanyak 4.825 di antaranya meninggal dan 6 ribu lainnya kembali sehat.

Hal ini sepertinya tidak terbayang oleh negara Mediterania itu ketika seorang pensiunan pekerja bangunan di negara itu jadi penderita pertama yang meninggal di Eropa sebulan lalu.

Kepala Institut Kesehatan Italia, Silvio Brusaferro, meminta para penduduk lanjut usia untuk tetap di dalam rumah sepanjang hari. Sebab, rata-rata usia penduduk korban meninggal di Italia ada di angka 78,5.

"Jika Anda tidak mengikuti segala aturan (pemerintah), maka Anda membuat segalanya makin sulit," jelas ahli medis ternama di Italia, seperti dikutip AFP.

"Jika Anda menuruti, maka kita bisa membuat wabah ini melambat."

Pemerintah Italia pun memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang berkeliaran di luar rumah. Polisi di Roma mengecek dokumen dan memberikan denda bagi mereka yang ada di luar tanpa alasan yang kuat.

Mereka yang hendak berbelanja diminta berbaris di depan pintu toko. Hal ini dilakukan untuk menjaga jumlah orang yang ada di dalam toko tidak terlalu banyak dalam satu waktu.

Penduduk yang melakukan lari pagi diminta mengurangi jumlah putaran dan waktu mereka berada di luar ruangan. Selain itu mereka yang berjalan-jalan akan didenda jika mereka melanggar aturan. Sebab, mereka dilarang untuk berjalan-jalan di taman atau berhenti di tempat bersejarah untuk mengabadikan kota tanpa manusia itu.

Pemerintah Italia yakin pengawasan ketat dan denda akan berhasil. Meski ia pun tahu kalau kebijakan ini akan berdampak pada terpuruknya ekonomi Italia dalam jangka pendek.

Angka kematian di Italia terus bertambah secara eksponensial tiap pekan. Kematian akibat Covid-19 di negara itu seakan terus memecahkan rekor baru. Di Lombardy, wilayah yang terkena dampak terburuk Covid-19 rencananya bakal diberlakukan aturan yang lebih ketat. Mulai Minggu (22/3), warga bakal dilarang melakukan lari dan kegiatan luar ruang lain. (det/cnni)
×
Berita Terbaru Update